
Freddy menatap kearah Ice yang sedang tidak sadarkan diri dan berucap...
"I want the girl, can you give it to me?"
"Aku menginginkan gadis itu, apa kau bisa memberikannya padaku?"
Tanya Freddy dengan entengnya membuat Willy tak tahan lagi ingin menghajarnya.
Willy menggelengkan kepalanya dengan rahang yang mengeras.
"Show me all the skills you have, I'm so sick of your bullshit."
"Tunjukkan semua kemampuan yang kau miliki, aku sangat muak dengan omong kosongmu itu."
Ucap Willy dengan geramnya.
Ketika Willy mengatakan hal itu, Freddy dengan tenang mengeluarkan senjata Nunchaku atau double stick dari dalam pakaiannya.
Nunchaku atau double stick adalah senjata yang berupa dua batang kayu atau besi yang dihubungkan dengan rantai atau tali.
Nunchaku memiliki daya hancur yang kuat sehingga nunchaku dianggap sebagai salah satu senjata yang mematikan.
Terlebih bentuknya yang simple dan kecil sehingga membuatnya mudah disembunyikan dan dapat dibawa kemanapun.
"I really hope you can cheer me up."
"Aku sangat berharap kau mampu membuatku terhibur."
Kata Freddy dengan memutar ke kanan dan kekiri, kedepan ke belakang memainkan senjata Nunchaku miliknya yang terbuat dari besi dan mengeluarkan suara rantai yang berisik.
"And I hope you are able to use your weapon well!"
"Dan aku berharap kamu mampu menggunakan senjatamu dengan baik!"
Ucap Willy sambil berlari kearah Freddy siap untuk bertarung.
Freddy tersenyum dan bersiap diri untuk menghadapi serangan Willy.
Orang-orangnya Willy sendiri bersegera untuk menyelesaikan tugasnya menyiksa semua anggota kelompok Wolf Flores.
Pertarungan antara Willy melawan Freddy kini sudah saling jual beli serangan.
Willy mengepalkan tangannya untuk memukul Nunchaku yang selalu mengarah kebagian bagian vital tubuhnya.
Freddy yang merasakan kekuatan yang dimiliki tubuh Willy sangat kuat langsung meningkatkan serangan Nunchaku miliknya dangan menekan tombol yang ada di senjata Nunchaku miliknya.
Terlihat pisau pisau kecil yang keluar dari bagian ujung Nunchaku.
Willy mundur beberapa langkah kebelakang untuk mengambil jarak, saat melihat perubahan yang terjadi pada senjata yang digunakan oleh Freddy.
__ADS_1
Setelah berhasil membuat jarak, Willy lalu mengambil setangkai ranting yang ada didekat kakinya.
Dengan tenang Willy menyentuh ranting sepanjang kira kira satu meter itu.
"You were so confident before, eh? I'm going to give you some very interesting entertainment."
"Kau sebelumnya sangat percaya diri hem? aku akan memberikan kepadamu hiburan yang sangat menarik."
Teriak Willy dengan berlari kearah Freddy.
Udara disekitarnya tiba-tiba berubah, membuat dedaunan di sekitarnya saling berterbangan.
Semua orang-orang Willy yang baru melihat kemampuan yang dimiliki oleh Willy menatap dengan rasa tidak percaya.
Tidak akan sulit untuk kita menuju puncak, dengan kemampuan yang dimiliki oleh tuan muda Willy.
Ucap Elvan yang menatap Willy dengan kagum.
Willy sendiri terus mengayunkan ranting ditangannya tanpa henti, seolah ranting itu adalah pedang yang biasa dia mainkan dalam latihan hanggar.
Setiap ayunan ranting itu mengeluarkan efek angin dan bunyi suitan disekitarnya.
"Aku harus pergi."
Batin Freddy dengan tubuh bergetar, bahkan tangannya saat ini mulai mati rasa karena beradunya ranting dengan Nunchaku.
Willy hanya tersenyum tipis menyeringai saat melihat raut wajah Freddy yang mulai kelelahan.
"Sorry you know, I will never let go of anyone who intends and has dirty and evil thoughts on Ice.
"Asal kau tahu, aku tak akan pernah melepaskan siapapun yang berniat dan memiliki fikiran kotor dan jahat pada Ice."
Ucap Willy dengan memutar tubuhnya di udara saat melakukan lompatan.
Dengan berputar satu putaran penuh Willy melakukan tendangan telak kearah kepala Freddy.
"Bruakkkkk......akh huuukkk...."
Suara Freddy terlempar jauh menabrak batang pohon lalu terjatuh ketanah yang diiringi jeritan tertahan bahkan membuatnya terbatuk darah.
Willy tak memberi ampun, dia kembali berlari kearah Freddy, dengan tatapan tajam tanpa rasa kasihan Willy menusukkan ranting ke paha Freddy.
"Craassss..... akhhh.... "
Suara ranting yang menusuk paha Freddy dan teriakan kesakitan yang membuat ngilu dan bergidik mereka yang melihatnya.
Willy tidak berhenti disitu, dia terus menusuk kedua paha, lengan dan telapak tangan Freddy.
Freddy tidak dapat menahan rasa sakit itu lagi, dengan bersusah payah Freddy memohon pengampunan dari Willy.
__ADS_1
"Please forgive me, forgive me..."
"Tolong ampuni aku, ampuni aku..."
Teriak Freddy yang sudah tidak bisa menahan rasa sakit dari siksaan Willy.
"I need your reason for coming here, and not your baby whining."
"Aku membutuhkan alasanmu datang ketempat ini, dan bukan rengekkanmu yang seperti bayi."
Ucap Willy yang masih terus menusukkan ranting itu kebagian tubuh Freddy yang lainnya.
Darah mulai memuncrat dari lobang bekas tusukan tiap kali Willy mencabut ranting yang dia tusukan ditubuh Freddy.
"pleeease.... stooppp.... me.... pleeease...., I will.... explaaaaiiin.... everything"
"Tooollooong..... heeennntiii... kan... aaaakuuuuu... aakaaan... meeenjeelaskaan...."
Ucap Freddy dengan susah payah dan nafas yang berat merasakan rasa sakit dari setiap bagian tubuh yang berlubang karena tusukan ranting dan menyemprotkan darah.
Willy menghentikan siksaannya, dia lalu berjongkok di dekat tubuh Freddy yang sudah penuh warna merah.
"Say!"
"Katakan!"
Ucap Willy yang terdengar menyeramkan di telinga Freddy.
Dengan bersusah payah Freddy menceritakan alasan kedatangannya ke tempat ini kepada Willy.
Freddy mengatakan alasannya berada ditempat ini karena dia berniat untuk bergabung dengan kelompok Wolf Flores.
Dia juga mengatakan ingin balas dendam kepada seseorang hingga akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan kelompok Wolf Flores dan dia tahu jika hutan ini adalah markas kelompok Wolf Flores.
Willy dengan tenang terus mendengarkan cerita Freddy yang menjadi alasannya berada di hutan ini.
"Stupid! having a relationship with the Flores Wolf group means you become my main enemy. I can help you to take revenge, but I have one condition that you must do, how?.
"Bodoh! menjalin hubungan dengan kelompok Wolf Flores itu artinya kau menjadi musuh utamaku. Aku bisa saja membantumu untuk membalaskan dendam, tapi aku memiliki satu syarat yang harus kau lakukan, bagaimana."
Willy memiliki sedikit rasa sympatik untuk Freddy, tapi dia tidak menyesal sedikitpun atas apa yang sudah dia lakukan pada Freddy.
Willy memiliki pemikiran untuk tidak bersikap lembek terhadap semua musuhnya yang berani mengancam keselamatan orang-orang terdekatnya.
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up walau kemalaman dan hari ini hanya bisa up 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.
Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
__ADS_1
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍