
Di Rumah Sakit si ganteng sedang berkonsultasi pada seorang Dokter Spesialis penyakit jantung.
"Jantung saya selalu berdegub kencang banget sejak semalam Dok, dan juga selalu berdebar-debar, apakah jantung saya sedang bermasalah Dokter?"
Tanya si ganteng yang sedang berkonsultasi pada Dokter Spesialis Jantung.
"Coba ceritakan kapan keadaan ini terjadi?"
"Semalam Dokter, saat saya sedang ngobrol dengan tetangga saya."
"Apakah dia perempuan?"
"Iya Dok, loh... kok Dokter tahu sih kalo tetangga saya perempuan."
Bukannya menjawab pertanyaan pasiennya, tapi si Dokter malah menanyakan hal lainnya.
"Anda dalam keadaan yang sangat sehat tuan, jangan khawatir, itu hanya sedikit reaksi tubuh saat dekat dengan lawan jenis yang menarik perhatian anda."
"Maksudnya gimana Dokter saya tidak mengerti?"
"Anda tidak perlu mengerti, yang jelas Anda dalam keadaan sehat dan sangat baik, jadi obatnya Anda hanya harus sering bertemu dengan tetangga Anda itu, silahkan Tuan."
Si ganteng yang mendengarkan hasil diagnosa si Dokter hanya bengong dengan mulut terbuka seakan ingin mengatakan ketidak puasanya atas diagnosa dan pelayanan dari si Dokter tapi pada akhirnya tak dapat mengeluarkan satu katapun.
"Terimakasih Dokter."
Hanya kata ini yang akhirnya keluar dari mulutnya, lalu berdiri berjalan keluar dari ruang poli jantung dengan rasa tidak puas.
Willy terus melajukan mobilnya menuju ke kota selanjutnya, sesampainya di terminal bus di kota itu, Willy lalu menanyakan pada semua preman penjaga terminal tentang Ice.
Willy bahkan menunjukkan foto Ice kesetiap orang yang ditemuinya.
Willy juga mulai meretas CCTV sekitar untuk mendapatkan informasi keberadaan Ice di sekitar kota tersebut di mulai dengan area sekitar terminal.
Seharian penuh Willy menyisir kota kecil tersebut, dan menginap pada malam harinya lalu lanjut pencarian di hari berikutnya ke kota selanjutnya, begitu terus langkah yang dilakukan oleh Willy setiap harinya selama satu minggu lebih.
Hingga dirinya akhirnya merasakan lelah dan hampir berputus asa, pada akhirnya Willy memutuskan untuk pulang lebih dulu sekedar untuk istirahat melepas lelah dan mendapatkan kembali semangatnya.
__ADS_1
Ice yang sedang menikmati suasana persawahan juga kebun bunga, akhirnya mendapatkan ide untuk membuka toko bunga, Ice berusaha menghubungi pengembang Java** park untuk menawarkan kerjasama, dimana dirinya akan membeli bunga bunga segar dari kebun bunga yang mereka kelola.
Awalnya untuk hari Ice baru sekedar membuat janji temu dengan pengembang Java** park, setelah janji temu mencapai kata sepakat barulah hari berikutnya saat bertemu pengembang Java** park Ice akan mengajukan penawaran kerjasamanya.
Pada akhirnya Ice berhasil membuat janji temu, dan setelahnya Ice memutuskan untuk pulang karena hari mulai sore.
Dalam perjalanan pulang Ice mulai membuat format penawaran kerjasamanya perihal usaha toko bunganya di area Java** park dengan menunjuk Java** park sebagai pihak yang mensuplai bunga segar untuk toko bunganya kelak.
"Awali dengan bismillah semoga usahaku ini akan berjalan dengan mulus dan lancar, semoga pihak Java** park tertarik dan menerima kerjasama ini Aamiin..."
Do'a yang Ice ucapkan setelah selesai membuat format penawaran kerjasamanya.
Ice berharap kali ini dia tidak akan menemui kegagalan, ini adalah usaha pertama yang baru akan Ice mulai dan berharap tidak akan gagal.
Sementara si ganteng yang dalam perjalanan pulang dengan mengendarai motornya, merasa kesal karena tidak mendapatkan hasil yang diinginkan setelah bertemu dengan Dokter Spesialis Jantung yang ditemuinya tadi.
"Jangankan obat, bahkan hasil diagnosanya saja tidak jelas, Dokter macam apa itu, sebaiknya aku menanyakannya lagi ke Achmad nanti."
"Di kebun tadi katanya ada yang mengajukan janji temu, nantilah setelah sampai di rumah baru aku lihat schedule kira kira hari apa bisa menemuinya."
"Tiin... tin... tiiinnnn.... hai... mau ikut gak? mumpung sedang baik nih."
Suara klakson motor siganteng saat akan berhenti di depan Ice dan menawarkan tumpangan.
"Wah mas ganteng beneran nih mau ngasih tumpangan?"
Tanya Ice sambil tersenyum dan mulai bersiap duduk di belakang si ganteng.
"Lo kenapa cerewet banget sih, tinggal duduk manis aja juga."
Ucap si ganteng yang selalu sok dingin sambil kembali menjalankan motornya dengan Ice duduk di belakangnya.
"Pegangan dul entar lo jatuh, gue yang celaka."
Si ganteng refleks menarik tangan Ice agar berpegangan pada pinggangnya lebih tepatnya agar memeluk pinggang si ganteng.
Baik Ice maupun si ganteng keduanya merasakan ada yang berdesir pada aliran darahnya saat si ganteng menarik tangan Ice untuk memeluk pinggangnya.
__ADS_1
"Duh kenapa lagi nih kok aliran darah gue terasa berdesir desir, apa penyakit lain lagi ya, jantungku juga mendadak kumat dag dig dug duh nih cewek denger gak ya suara degub jantungku."
Ucap si ganteng dalam hati.
Sementara Ice merasa gelisah karena aliran darahnya terasa tak menentu berdesir desir menimbulkan sensasi yang menggelitik seperti ribuan kupu-kupu sedang berkumpul di perutnya, hawa tubuhnya pun mulai terasa panas.
Perlahan Ice berusaha mengurai pelukannya tapi kembali ditarik oleh si ganteng.
"Tetap pegangan nanti jatuh, gue sedang ngebut ini ngejar waktu bentar lagi mau masuk waktu mahgrib keburu gelap kalo gak ngebut."
Ucap si ganteng.
Ice terpaksa pasrah saat tangannya kembali di tarik oleh si ganteng.
"Mas ganteng dari mana kok baru pulang juga?"
Tanya Ice untuk menghilangkannya rasa canggung diantara mereka.
"Dari kebun tadi, biasalah namanya juga petani."
Sahut si ganteng masih berusaha fokus mengemudikan motornya walau merasa gelisah karena merasakan getaran-getaran aneh saat Ice memeluknya dari belakang.
Apalagi saat terasa dua gundukan lembut terasa menempel di punggungnya, sisi lelakinya sangat menggelitik, bahkan sesuatu yang tersembunyi dibawah sana pun mulai terbangun.
"Oh damn... kenapa nih junior tiba tiba bangun sih, apalagi nih bakpau terasa banget nempel di punggung gue."
Batin si ganteng yang semakin gelisah merasa tak nyaman di bawah sana.
Sementara Ice semakin merasakan panas dingin, wajahnya bahkan memerah menahan sensani panas yang dirasakan tubuhnya saat berdekatan lebih tepat menempel dengan pria di depannya.
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau kembali kemalaman dan kondisi othor yang belum fit juga kondisi anak yang juga belum sehat ditambah juga sibuk karena anak yang sedang ulangan PAS, semoga saja terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes
Dan semoga outhor bisa up minimal 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
__ADS_1