Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*'Willy Come Back Home"


__ADS_3

Percakapan keduanya harus terhenti karena tanpa terasa mereka telah sampai di depan kampus.


"Udah sampai tuh, belajar yang tekun ya Ce yang semangat dan ingat no pacaran."


Ucap Willy sambil membuka otomatis pintu mobilnya.


Tapi Ice gak langsung turun keluar, dia justru mendekat kearah Willy lalu memeluknya.


"Janji ya Om, akan tengokin Ice, I love you Om."


Ucap Ice saat memeluk Willy lalu memberanikan diri memberikan kecupan kecil di bibir Willy.


Tapi Willy menahannya saat Ice akan menyudahi kecupannya, Willy justru melanjutkan kecupan menjadi ci*man dan ******* membuat Ice hampir kehabisan nafas.


"Bernafas gadis bodoh, terimakasih untuk first kiss nya dan ingat jaga semua ini untuk gue, gue janji akan berusaha untuk datang tengokin kamu."


Ucap Willy sambil menghapus saliva yang membahasahi bibir Ice.


"Udah sana kuliah dulu yang pinter, love you Ice."


Ucap Willy dengan berat melepas pelukannya.


"Love you too Om"


ucap Ice yang merona pipinya langsung keluar dari mobil dan berlari menuju kampus.


Tanpa Ice sadari jika tadi ada Lim yang melihat Willy dan Ice saat sedang berci*man dan saling memeluk, dan Willy yang mengetahui jika Lim melihat mereka sedang berci*manpun semakin memperdalam ci*mannya dengan sengaja untuk menunjukkan ke Oppa korea itu jika Ice adalah miliknya.


"Tenang Lim, itu hanyalah ciuman tidak akan bearti apapun, aku bahkan bisa mendapatkan lebih dari sekedar ciuman suatu saat nanti."


Ucap Lim pada dirinya sendiri sebelum berlalu menjauh ke kampusnya.


Willy yang melihat si Oppa korea sudah pergi pun baru menyudahi ciumannya dan menyunggingkan senyum ejekan pada Lim yang mulai menjauh.


Setelah Ice berlari pergi menuju kampusnya, Willy segera melajukan mobilnya ke arah bandara, disana sudah menunggu Alvin dan Elvan yang ditugaskan untuk membawa mobil Willy kembali.


Tak banyak interaksi antara ketiganya, Willy hanya menyampaikan memberi tugas kepada keduanya untuk selalu mengawasi Ice dan mengantar jemput Ice kuliah atau kemanapun Ice pergi.


Dan untuk tugas yang lain terkait perusahaan mereka secara otomatis tahu apa yang harus mereka kerjakan.


Tak terlalu menunggu lama, sekitar lima belas menit sejak Willy sampai di bandara, pesawat yang ditumpangi Willy segera mengudara meninggalkan Zurich Swiss dengan tujuan Indonesia.


Kembali ke Ice


Ice yang sebelumnya berlari setelah keluar dari mobil Willy dengan pipi merona hampir terjatuh karena menabrak mahasiswa lain seandainya Lim tidak sigap menangkap Ice saat itu.

__ADS_1


"Auuu... opssss... hampir aja, teri... ma kasih Lim."


Ucap Ice saat tahu yang menangkapnya adalah Lim.


"Lain kali berhati-hatilah Ce, untung aku segera menangkapmu, kalo tidak sudah pasti kamu akan terluka tadi"


Ucap Lim tersenyum masih dengan Ice yang jatuh dalam pelukannya.


Gak jatuh ke lantai tapi Ice justru jatuh ke dalam pelukan mahasiswa asal korea itu.


"He... iya Oppa terimakasih pertolongannya."


Ucap Ice sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Oppa korea itu.


"Sialan si Om Om itu, dia mencium bibir gadisku sampai jontor begitu."


Batin Lim sambil menahan Ice dipelukannya.


"Oppa tolong lepaskan, gak baik dilihat yang lain."


Ucap Ice meminta Lim untuk melepaskan pelukannya sambil memukul pelan dada Oppa korea itu.


"Oh maaf, lain kali aku akan memelukmu di saat dan tempat yang tepat."


"Apa kau tadi salah makan ya Oppa, kenapa kata katamu seakan sedang menggodaku."


Ucap Ice sambil menatap tajam mata Oppa Lim yang membuatnya sedikit gerogi oleh tatapan Ice.


Sebelumnya Lim tak pernah ditatap seperti itu oleh seorang gadis, apalagi gadis ini adalah gadis yang disukainya.


"Emmm... lupakan, jangan menatapku seperti itu."


Ucap Lim lalu berjalan menuju ruang kelasnya.


Ice pun tak lagi bersuara dia ikut masuk ke ruang kelas yang sama dengan Lim.


Kita skip dulu cerita Ice dan beralih ke Willy.


Selama menjalani penerbangan Willy masih membayangkan saat saat dia mencium bibir Ice, sambil menyentuh bibirnya sendiri.


Ada rasa tidak rela meninggalkan Ice sendiri di Zurich ditambah lagi setiap kali dia teringat bagaimana si Oppa korea Lim itu selalu mengambil kesempatan saat dekat dengan Ice.


Semakin dia memikirkannya semakin gelisah hatinya, rasanya dia ingin terbang berbalik arah untuk menyimpan Ice di dompetnya agar bisa dibawanya kemanapun.


"Kenapa aku jadi segila ini, sebelumnya tak pernah seperti ini saat bersama Rani pun tak pernah begini."

__ADS_1


"Tenanglah Will empat tahun tidaklah lama, dan aku masih bisa menengoknya sewaktu waktu."


Bisik hati Willy berusaha menenangkan hati dan pikirannya.


Perjalanan yang cukup melelahkan setelah menjalani penerbangan selama lebih kurang dua puluh satu jam akhirnya sampai juga Willy di Bandara udara internasional Soekarno-Hatta Jakarta tepat pukul enam pagi.


Karena kepulangannya yang tiba-tiba dan tidak mengabari Kai lebih dulu sebelumnya, membuat Willy terpaksa harus naik taxi bandara untuk pulang kerumahnya.


Sampai dirumah, Mbok Na sedang sibuk di dapur menyiapkan sarapan pagi dan Mommy-nya tentu saja masih di kamarnya.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, met pagi Mbok apa kabar."


Sapa Willy memberi salam pada Mbok Na.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, pagi juga den... eh la dalah den Willy pulang kok gak ngabari sih den?"


Jawab Mbok Na yang sempat terkejut saat mendengar suara Willy memberi salam.


"Iya Mbok, sengaja mau buat kejutan, masak apa Mbok? Willy kangen sama masakan si Mbok nih."


Sahut Willy sambil membuka tutup saji melihat apa yang sudah dimasak oleh Mbok Na pagi ini.


"Si Mbok cuma masak nasi kuning den, sama topingnya ya itu cuma kering tempe, telor, sama timun nah ini kerupuk udangnya den."


Ucap Mbok Na sambil memberikan toples berisi kerupuk udang ke Willy.


"Enak nih Mbok pas banget sama kepulangan Willy, si Mbok sudah seperti peramal aja tau kalo Willy mau pulang sampe dibuatin nasi kuning begini."


Ucap Willy menggoda Mbok Na


"Iya juga ya den, kok bisa pas banget waktunya sama kepulangan den Willy."


Ucap Mbok Na sambil tertawa.


"Willy mandi dulu ah Mbok ini badan sudah lengket rasanya, nanti baru sarapan bareng Mommy kalo sudah seger dan wangi."


Ucap Willy lalu meninggalkan Mbok Na sendiri, menuju kamarnya.


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku niatnya ini bab untuk bonus tambahan kemarin tapi batal dan akhirnya up hari ini semoga suka ya gaes dan jangan lupa dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.


Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2