Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Gangguan Dari Mahasiswanya"


__ADS_3

Tanpa di ketahui oleh Ice jika kehidupannya tetap dalam pengawasan Daddy Arjun dan juga Willy, cukup dengan melihat Ice dari rekaman video yang diambil mata matanya ataupun CCTV yang telah diretas, itu sudah cukup membuat Willy bahagia.


Seperti saat ini Willy sedang melihat bagaimana Ice sedang tertawa lepas dan juga bagaimana Ice dengan smart menjelaskan makalah tentang ilmu bisnis sesuai fakultas masing-masing mahasiswa yang hadir di kelas bisnisnya.


"Bu dosen ajari juga cara kita memanage rasa cinta kepada anda."


Seloroh seorang mahasiswa fakultas management keuangan yang menggoda Ice dengan pertanyaan yang menggelitik dan membuat ruang kelas menjadi riuh dengan tawa dan komentar mahasiswa/ mahasiswi lainnya.


"Saya sarankan sebelum anda bicara tentang cinta, akan lebih baik anda memanage isi dompet anda lebih dulu, karena cinta itu butuh banyak dana loh, bener gak saudara saudari semuanya?"


"Bisa jelaskan lebih rinci gak Bu dosen?"


Tanya seorang mahasiswi.


"Sebenarnya ini tidak ada hubungannya dengan materi pelajaran yang saya ajarkan, tapi karena saya dosen yang mengajarkan ilmu bisnis maka kita lihat dari sisi bisnisnya."


"Huu.... matre dong bu..."


Seru beberapa mahasiswa/ mahasiswi yang riuh dengan bermacam komentar mereka, menanggapi kata kata Ice yang melihat cinta dari sisi bisnis.


"Lanjut Bu."


"Masih mau lanjut gak nih?"


Tanya Ice dengan tersenyum.


"Lanjut Bu dosenku yang cantik."


Ucap mahasiswa yang mengawali pertanyaan tentang memanage rasa cinta pada Ice tadi.


"Memanage isi dompet karena cinta butuh banyak biaya, contohnya dalam satu kali ngedate berapa anggaran yang harus disiapkan, mulai dari uang bensin, jajan, dan biaya klenik lainnya saat ngedate bareng sama doi itu harus sudah dihitung sehingga jelas anggaran yang harus di keluarkan adalah sekian."


"Ok kita tutup pertemuan kita kali ini, jangan lupa dengan tugas yang saya berikan, terimakasih sudah mengikuti kelas saya."


Ucap Ice menutup materi pembelajaran di kelasnya.


Willy yang melihat bagaimana cara Ice mengajar yang diselingi dengan humor, juga cara Ice menghalau godaan mahasiswa nya, membuat Willy tersenyum senyum sendiri.


"Eheeemmmm.... emmmm.... apa Boss kita kali ini mulai terkena gangguan jiwa?"


Ucap Kaizar meledek Willy yang tersenyum senyum sendiri saat Kaizar hendak meminta tanda tangan dari Willy.


"Apaan sih lo, dasar pegawai kurang akhlak, bisa bisanya bilang gue gila."

__ADS_1


"Maaf Boss, gue butuh tanda tangan loh"


Jawab Kaizar yang tak ingin memperpanjang masalah.


Kaizar tahu jika Willy sebenarnya dalam keadaan tertekan karena sibuk mengurus si kembar, karenanya Kaizar pun tak ingin berlama-lama di dalam ruang kerja Willy.


Sementara si kembar kembali membuat ulah di sekolahnya.


"Huwaaaa... Miko nakal ! Bu guru takut."


Teriak beberapa murid ketakutan dan naik keatas mejanya.


"Ada apa lagi ini mi... ko....?"


Tanya Bu Santi sebelum akhirnya ikuatan naik keatas meja, membuat para murid memandang heran tak menyangka jika guru mereka juga takut pada kecoa.


Satu ruang kelas pun terdengar sangat ramai dengan teriakan para murid yang ketakutan.


"Berhenti !!!..... "


Teriak Miko yang mulai pusing dengan teriakan teman temannya yang ketakutan saat melihat kecoa miliknya yang terlepas dari kotaknya


Miko lalu dengan beraninya menangkap Sepasang kecoanya dan menyimpannya kembali dalam kotak kecil bekas korek api.


Semua murid kembali turun setelah Miko menangkap kembali kecoanya.


"Bu Guyu ngapayin macih diatas meja?"


Tanya Mika pada Bu Santi yang akhirnya turun dengan perasaan malu.


Saat mengingat kembali semua ini karena ulah Miko, Bu Santi lagi lagi hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Akhirnya surat peringatan kembali turun ditujukan kepada wali dari murid bernama Miko.


Entah sudah surat pemanggilan yang keberapa didapatkan Willy membuat Kaizar merasa malu.


"Kenapa aku harus malu? toh sudah biasa juga mendapatkan surat panggilan karena kenakalan mereka."


"Sudah jadi nasibku, Willy yang dipanggil tapi selalu saja aku yang harus menyelesaikan semuanya.


Sementara Willy masih setia mengikuti Ice melalui rekaman CCTV juga rekaman yang dikirimkan oleh anak buahnya yang dia tugaskan untuk memata matai Ice.


Setelah kelasnya sunyi dan tak ada satupun mahasiswa yang tertinggal, barulah Ice keluar dari kelasnya.

__ADS_1


Saat perjalanan menuju parkiran, mahasiswa yang sempat menggodanya dengan pertanyaan yang membuat heboh ruang kelasnya tadi tiba-tiba menghampirinya.


"Siang Bu dosen, maaf untuk gurauan saya tadi waktu di kelas Ibu."


Ucap mahasiswa yang dari usianya jelas diatas Ice.


"Tidak perlu di bahas lagi, tapi saya harap anda tidak mengulanginya lagi."


Sahut Ice yang mulai membuka pintu mobilnya dan akan pulang.


Tapi mahasiswa yang memiliki wajah tak kalah tampan dari Willy itu segera mendorong pintu mobil Ice hingga tertutup kembali.


"Saya harap Ibu mau menerima niat baik saya untuk mentraktir Ibu makan sebagai ungkapan permintaan maaf saya."


Ucap pemuda itu sambil tersenyum dan menaik turunkan alisnya menggoda Ice.


"Maaf Tuan, tapi saya tidak punya waktu untuk itu, dan tentang permintaan maaf anda, saya sudah katakan saya tidak menganggapnya serius dan saya sudah memaafkan anda."


"Terimakasih Bu dosen yang cantik, tapi saya tidak suka di tolak."


Ucap pemuda itu lalu berjongkok dan...


"Besssss...."


Suara udara yang dipaksa keluar dari ban mobil milik Ice yang sedang di kempesin oleh pemuda itu.


Ice yang melihat tindakan gila mahasiswanya itu hanya terbengong tidak menyangka jika pemuda itu akan melakukan hal konyol seperti itu.


"Apa apaan ini? apa begini cara anda menunjukkan permintaan maaf anda?"


Tanya Ice yang mulai emosi dengan tindakan mahasiswanya.


"Saya sudah bilang, saya tidak menerima penolakan jadi mari ikuti saya, saya hanya ingin mentraktir dosen cantikku ini untuk makan bersama dan kita bisa lebih saling mengenal."


Ucap pemuda itu lalu berdiri mnghadap Ice sambil menepuk-nepuk membersihkan tangannya setelah mengempesi ban mobilnya Ice.


Tak menunggu jawaban dari Ice, pemuda itu langsung menggandeng tangan Ice dan menariknya untuk mengikuti langkahnya menuju kendaraannya.


Ice yang masih syok dengan tindakan mahasiswanya yang satu ini hanya bisa mengikuti langkah sipemuda dengan terpaksa saat tangannya ditarik oleh pemuda itu.


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau semalam ketiduran dan kondisi othor yang belum sehat benar, semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes


Dan semoga outhor bisa up minimal 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.

__ADS_1


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2