Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Melukis Dan Bernyanyi"


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang ke rumah, Willy tak banyak bicara, dia terus memejamkan matanya karena memang dia masih dalam keadaan jetlag.


"Jadi gimana bro... besok sudah bisa ngantor belum?"


Tanya Kai memecah keheningan sambil tetap fokus mengemudi.


"Gue usahain untuk ngantor, tapi gue belum bisa ketemu klien dulu, gue belum fit beneran bro."


Ucap Willy masih dengan memejamkan matanya dan kepala yang disandarkan di sandaran bangku.


"Ok gak masalah, asal lo bisa ngantor aja itu sudah bagus."


Sahut Kai yang sedikit merasa lega karena akhirnya Willy mau ngantor lagi.


"Ini lo mau ikutan nginep, atau pulang kerumah lo sendiri bro."


Tanya Willy yang tau jika sahabatnya ini jarang mau pulang kerumahnya sendiri.


"Gue pulang kerumah, kangen sama jagoan kecil gue bro."


"Bagusla kalo gitu, cobalah untuk menyayangi anak istri lo walaupun lo gak pernah mencintai mereka awalnya."


Ucap Willy yang tiba-tiba menjadi bijak.


"Iya gue tau, gue juga sedang berusaha untuk bisa menjadi suami dan ayah yang baik buat anak istri gue."


Sahut Kai yang memang akhir-akhir ini lebih bisa menerima keberadaan anak istrinya.


"Hmmm.. sudah sampe aja nih, ya udah gue turun ya."


Ucap Willy sambil membuka pintu mobil hendak keluar.


"Ok Boss, gue langsung balik ya good night."


"Hmmm... hati hati di jalan bro, tetap fokus jangan ngantuk."


Pesan Willy saat Kai mulai memutar mobilya kembali ke jalan raya.


Selepas Kai pergi, Willy segera masuk ke rumah yang penghuninya sudah mulai sepi, apalagi yang tinggal cuma empat atau lima orang dirumah itu.


Willy langsung naik kekamarnya untuk mandi membersihkan tubuhnya sebelum berangkat tidur.


Setelah mandi, Willy tak jadi langsung tidur saat dia ingat ingin melihat apa yang dilukis oleh Ice.


Karena kepo penasaran ingin melihat hasil lukisan Ice, Willy lalu membuka rekaman CCTV yang memperlihatkan aktivitas Ice yang sedang melukis di teras menghadap ke arah danau.


Diperhatikannya saat Ice mulai menggores membentuk sketsa, gerakan tangan yang luwes menggoreskan guratan guratan yang tegas dan pasti mulai membentuk object lukisannya.


Dengan tatapan serius dan penuh kekaguman Willy memperhatikan setiap gerakan tangan Ice yang mengoreskan guratan demi guratan di atas kanvas.


Hingga satu bidang kanvas itu telah terisi oleh sketsa lukisan hitam putih yang cantik dan tinggal menunggu proses mewarnainya.


Willy yang mulai mengantuk akhirnya tertidur setelah menutup laptopnya.


Sementara Ice yang sendirian di apartemen berulang kali menerima teror dan ancaman lewat pesan maupun telpon tak dikenal, tapi Ice tak begitu memperdulikannya.


Ice mengabaikan semuanya, karena baginya penyandang sabuk hitam bukan hal sulit untuk membela diri seandainya benar ada yang memang berniat untuk mencelakainya.


Untuk mengusir rasa sepinya Ice memutar lagu lewat aplikasi you tube, dipilihnya genre lagu dangdut kesukaannya yang sedang populer di Indonesia.


Sesekali Ice juga ikut bernyanyi dan berjoget ala biduan kampung yang nyasar ke Swiss.


Author maunya pake emot nggakak tapi gak boleh sepertinya jadi kita lanjut nyanyi bareng Ice dengan berjoget ria ya gaes.


Pecah Seribu


Lagu Elvy Sukaesih


Ha-ah-ah-ah-ah


Hu-uh-uh-uh-uh


Bimbang, ragu


Sementara malam mulai datang


Hasratku ingin bercermin, tapi

__ADS_1


Cerminku pecah seribu, pecah seribu


Ibarat bunga


Aku takut banyak kumbang yang hinggap


Aku tak mau


Patah, patah, tangkaiku patah


Aku tak mau


Bimbang, ragu


Sementara malam mulai datang


Hasratku ingin bercermin, tapi


Cerminku pecah seribu, pecah seribu


ho-oh-oh


(La-la-la-la-la-la-la-la)


(La-la-la-la-la-la-la-la) ho-oh


Hanya dia


(Dia, dia, dia, dia, dia)


(Dia, dia, dia, hanya dia)


Hanya dia


Yang ada di antara jantung hati


Tempat bermanja, tempatnya rindu


Tempat curahan hati yang damai


Entah apa


Bagaikan kayu basah dimakan api


Api curiga, api cemburu


Oh, angin, kabarkan


Melati di depan rumahku menantimu


(Ha-ah-ah-ah)


Bimbang, ragu


Sementara malam mulai datang


Hasratku ingin bercermin, tapi


Cerminku pecah seribu, pecah seribu


Ibarat bunga


Aku takut banyak kumbang yang hinggap


Aku tak mau


Patah, patah, tangkaiku patah


Aku tak mau


Bimbang, ragu


Sementara malam mulai datang


Hasratku ingin bercermin, tapi


Cerminku pecah seribu, pecah seribu

__ADS_1


ho-oh-oh


(La-la-la-la-la-la-la-la)


(La-la-la-la-la-la-la-la) ho-oh


Hanya dia


(Dia, dia, dia, dia, dia)


(Dia, dia, dia, hanya dia)


Hanya dia


Yang ada di antara jantung hati


Tempat bermanja, tempatnya rindu


Tempat curahan hati yang damai


Entah apa


Bagaikan kayu basah dimakan api


Api curiga, api cemburu


Oh, angin, kabarkan


Melati di depan rumahku menantimu


(Ha-ah-ah-ah)


Bimbang, ragu


Sementara malam mulai datang


Hasratku ingin bercermin, tapi


Cerminku pecah seribu, pecah seribu


Ha-ah-ah


Ha-ah-ah


Duhai angin, kabarkanlah, melati menanti


Duhai angin, kabarkanlah, melati menanti


Duhai angin, kabarkanlah, melati menanti


Duhai angin, kabarkanlah, melati menanti


Setalah puas bernyanyi dan berjoget, Ice yang mulai lapar dan belum makan malam setelah makan terakhir tadi jadi jam 3 sore, Ice memilih untuk memasak omelet yang praktis seperti yang pernah di buatkan oleh Willy.


Awalnya Ice berpikir untuk delivery, tapi mengingat hari mulai malam dan pesan ancaman yang sering diterimanya membuatnya membatalkan niat untuk delivery.


Bukan karena Ice merasa takut, tapi lebih kepada waspada, bagaimanapun saat ini dia sedang sendiri tanpa Willy bersamanya.


Jadi bagaimanapun dia harus memilih yang save aman untuk dirinya, dan sebisa mungkin menghindari segala hal yang dapat membahayakan keselamatan-nya.


Dibukanya kulkas masih ada telor, wortel, bombay dan sosis sapi.


Telor 3 butir yang sudah dibuang cangkangnya diaduk atau dikocok bersama potongan wortel, bombay, dan sosis sapi dengan tambahan bumbu penyedap dan garam.


Setelah tercampur rata lalu di masak dalam wajan teflon dengan api sedang sehingga omelet mulai matang dan dapat dibalik.


Setelah sepuluh menit dimasak akhirnya mulai tercium harumnya omelet yang sudah matang.


Omelet porsi besar pun mulai matang, dan suara cacing di perutpun mulai berdemo.


"Makan dulu yuk gaes"


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up walau kemalaman dan hari ini hanya bisa up 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.


Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*

__ADS_1


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2