
Ice masih memperhatikan bicara Willy yang cukup keras, sambil berpikiran siapa itu si manis.
"Bawa anak-anak sekalian ke kantor ku sekarang Bi, biar aku yang menenangkan mereka berdua."
"Anak?"
Bola mata Ice melotot sempurna.
Mendadak rasanya Ice ingin menggigit dan menghisap darah Willy.
"Apa anak yang dimaksud adalah anak kandung Om Willy? tapi sejak kapan? ya Tuhan, bahkan tadi dia bilang ada dua, apa dia sudah menikah? inikah hasil empat tahun yang akhirnya aku tuai? hiks... hiks... hiks... teganya kau Om memberikan harapan palsu padaku selama ini!"
Tidak menunggu waktu lama, Willy sudah menutup ponselnya kembali, lalu memfokuskan diri pada Ice yang masih berdiri menunggu instruksi selanjutnya.
"Oke Ice, tadi kamu bilang ingin bekerja sekarang kan?"
Willy lalu mengeluarkan beberapa lembar uang pecahan berwarna merah seratus ribuan, lalu memberikannya kepada Ice.
"Apa ini Tuan?"
Mata Ice tertuju pada uang senilai satu juta yang Willy berikan.
"Saya beri kamu waktu satu jam untuk mencari anak kucing yang berbulu putih dan memiliki mata type odd eyes."
"What?"
Ice sampai teriak saking terkejutnya, sungguh instruksi Willy benar benar di luar ekspektasinya.
"Apa dia lupa kalau aku ini lulusan university xx Swiss jurusan Business School lulusan terbaik dengan predikat Cumlaude?, hahhh..."
"Untuk apa aku harus bersusah payah belajar selama empat tahun, kalau tugasku hanya untuk mencari kucing di pasar hewan peliharaan."
"Sudah sana cepat kerjakan saja."
Perintah Willy dengan nada penekanan tak ingin ada penolakan.
"Maaf Tuan, tapi saya tidak mau menerima pekerjaan aneh semacam ini, dan jika di kantor ini tidak ada lowongan pekerjaan yang sesuai pendidikan saya, saya yakin di tempat lain banyak yang mau menerima saya dengan predikat yang saya punya meskipun saya hanya lulusan university xx Swiss "
Ucap Ice merendah tapi sekaligus menyebutkan university xx Swiss sebagai bentuk kesombongannya.
"Jangan pilih pilih, cepat lakukan tugas kamu Ce, atau kamu gak akan bisa keluar dari tempat ini hidup hidup."
Ancam Willy dengan suaranya yang nyaring menggema ke seluruh ruangan kantor Willy.
__ADS_1
Membuat Ice bergidik ngeri, selama bersama Willy dulu Willy adalah orang yang selalu hangat dan perduli padanya.
Sehingga Ice merasa heran, apa yang sebenarnya telah terjadi sehingga membuat Willy berubah jadi mengerikan seperti saat sekarang ini.
Pada akhirnya Ice hanya bisa menghentak hentakkan kakinya kesal, karena mau tak mau Ice harus menuruti keinginan Willy, yaitu mencari anakan kucing berwarna putih dengan mata odd eyes.
"Apakah benar ini adalah sebuah kantor? kenapa aku merasa ini adalah sarang mafia yang ditata apik seperti kantor."
Gerutu Ice yang ngomel karena merasa kesal harus melakukan pekerjaan yang tidak masuk akal menurutnya.
"Baru juga menginjakkan kaki ke tanah air, sudah dapat ancaman mati, ku rasa ada yang konslet tuh sama otaknya."
Ice masih lanjut ngomel sambil berjalan keluar dari ruangan Willy.
Dengan diantar oleh supir kantor Ice akhirnya sudah berada di pasar hewan peliharaan.
Menyusuri pasar hewan peliharaan dengan pakaian kerja, Ice terus mengedarkan pandangannya kesana kemari mencari kucing putih dengan mata type odd eyes.
Blouse dan rok span yang Ice kenakan kini mulai lusuh juga berkeringat, belum lagi terkena cipratan kubangan bekas hujan.
Setelah cukup lama berkeliling tapi tak menemukan kucing putih dengan mata odd eyes akhirnya Ice pasrah.
"Apa aku pulang saja ya? dan bilang kalau kucing dengan mata odd eyes itu gak ada, kalo yang mata biasanya banyak, tapi gimana kalo Om Willy beneran bunuh gue karena gak bisa dapetin tuh kucing ya?"
Geram Ice yang kesal sekaligus galau karena tak menemukan kucing yang dipesan Willy setelah kakinya lelah berkeliling pasar.
Jujur saja, pulang ke Indonesia dengan predikat Cumlaude membuat Ice merasa kesal dan marah saat harus mengerjakan tugas yang tak sesuai seperti saat ini.
Saat Ice memutuskan untuk mengakhiri pencariannya tiba-tiba nasib sial menghampirinya.
"Sraakkkk... gedebuk!.... aaadduuuuuhhh...."
Ice menjerit saat tak sengaja terpeleset diatas genangan air hujan.
"Sial... kejahatan apa yang telah aku lakukan di masa lalu? kenapa hidupku sesial ini? aargh..."
Gerutunya sambil menahan rasa sakit di bokong juga kakinya yang terkilir saat terpeleset barusan.
Bangkit dari posisi jatuhnya, Ice menghembuskan nafas kasar memperhatikan sekelilingnya yang juga memperhatikan penampilannya yang kacau dengan baju kotor dan basah.
"Sudahlah, lebih baik aku kembali ke kantor saja, persetan dengan kucingnya, aku siap di jadikan tumbal di makan oleh Boss gila seperti dirinya."
Geram Ice yang mulai frustasi berjalan berbalik arah dengan kaki yang sakit karena terkilir.
__ADS_1
Perjuangan Ice berakhir, Ice memilih kembali dan mati ditangan Willy.
Setelah berkendaraan hampir tiga puluh menit dengan diantar supir kantor akhirnya Ice sampai di depan lobi kantor.
Tidak peduli dengan pakaiannya yang kotor dan basah oleh genangan air di pasar tadi, Ice memasuki gedung kantor Atmadja Group dengan hati yang beraneka rasa.
Ice acuh tak acuh saat banyak mata memandangnya dengan sinis dan melirik jijik saat melihat bajunya yang basah dan kotor.
"Terserahlah apa yang kalian pikirkan, toh memang keadaanku saat ini sudah jadi begini jadi mau bilang apa lagi."
Gerutu Ice sambil melangkahkan kakinya hendak memasuki lift.
"Jangan macuk! jijik Mika gak mau."
Seru seorang gadis kecil berambut ikal yang tak mau saat Ice hendak ikutan masuk lift.
Ice menoleh, melihat anak kecil yang sedang di gandeng oleh bibi asuhnya.
"Adik kecil panggil saya?"
Ice menunjuk dirinya sendiri dengan jari telunjuk yang yang ditujukan ke hidungnya.
Gadis kecil itu mengangguk dengan memandang jijik pada Ice yang kotor pakaiannya.
"Jangan macuk ke lift, baju kotol gitu, Mika gak cuka liat olang kotol, jolok!"
Seru gadis kecil itu.
Saat Ice hendak bersuara merayunya tiba tiba-tiba gadis kecil itu bersin bersin.
"Hatchi.... hatchi.... "
Gadis kecil itu bersin bersin saat Ice hendak memaksa ikut masuk ke dalam lift.
"Cuma sebentar kok, aku sedang buru buru, boleh ya adik cantik!"
Karena Ice sudah satu jam lebih keluar, makanya Willy sudah mulai menghubunginya berkali-kali.
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up walau kemalaman dan hari ini hanya bisa up 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.
Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
__ADS_1
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍