Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Rencana Ke Eropa"


__ADS_3

Setelah sampai di dalam ruang kantor Willy yang pertama dicarinya adalah Ice, dilihatnya gadis kecil itu tertidur di sofa.


"Hah... gadis ini sampai tertidur, kasihan dia belum makan seharian, Kai pesan ke pantry ada makanan apa suruh antarkan kemari."


Perintah Willy kepada Kai yang sedang geleng-geleng kepala melihat Ice yang tertidur.


Kai buru buru menelponke pantry agar menyiapkan makanan untuk mereka bertiga, karena memang Willy dan Kai juga belum makan siang karena meeting yang berlangsung lama.


Willy yang melihat Ice tertidur masih dengan mengenakan earphone, lalu mendekatinya dan melepaskan earphone dari telinga Ice dan menonaktifkan handphone-nya Ice yang mulai kehabisan daya.


"Bro coba periksa dalam tas punggungnya apa dia membawa charger."


Perintah Willy kepada Kai lagi.


"Ini bocah tidur pules amat sih, sampe kita sudah disini juga dia masih gak kebangun."


Gumam Kai sambil membokar isi tas punggung milik Ice.


Dilihatnya isi tas Ice cuma beberapa buku dan skrip tugas kampusnya, gak ada tuh klenak klenik seperti kosmetik yang biasa ada di dalam tas kebanyakan gadis, untungnya Kai akhirnya menemukan charger di salah satu kantung tas punggungnya.


"Nah ketemu juga akhirnya."


Segera Kai memasang kabel charger dan mencharge handphone milik Ice.


Willy membiarkan Ice tertidur sampai waktunya makanan yang dipesankan Kai di pantry tadi datang.


Setelah menunggu hampir tiga puluh menit akhirnya petugas pantry datang dengan meja trolly mengantarkan makanan yang dipesan oleh Kai.


Karena sudah waktunya untuk karyawan pulang sehingga petugas pantry cuma bisa menyajikan nasi goreng dengan isian jagung dan sosis, juga telor ceplok.


Willy segera membangunkan Ice untuk makan, karena dia tahu kalo Ice belum makan sejak pagi apalagi pulang dari kampus tadi langsung di bawa Willy ke kantornya.


"Ce... bangun makan dulu Ce, kalo sudah kita pulang."


Kata Willy saat membangunkan Ice dengan menepuk nepuk tangan Ice.


Ice yang merasa ada yang mengganggu tidurnya pun lalu terbangun.


Dilihatnya langit langit ruangan dan sekitarnya.


"Kenapa tempatnya berbeda, aku dimana ini? ini bukan apartemen Om Willy."


Ice yang baru bangun lambat loading masih belum sepenuhnya sadar, segera bangun dari posisi tidurnya dan duduk dengan memperhatikan sekelilingnya dan tersadar saat mendengar suara Willy memanggil namanya.


"Ice cream kenapa masih bengong aja, sini makan dulu."

__ADS_1


"Eh... Om Willy ini Ice dimana kok gak seperti sedang di apartemen ya?"


Kata Ice bingung sambil merapikan rambutnya.


"Kamu cuci muka dulu gih Ce biar jernih tuh isi kepala."


Seru Kai gemes dengan tingkah Ice yang lemot loading-nya.


Ice kira karena wajahnya kucel habis bangun tidur makanya disuruh cuci muka, makanya Ice nurut aja langsung ke kamar mandi mencuci mukanya.


Dan tingkah Ice itu refleks membuat Willy dan Kai tertawa geli sambil menggeleng gelengkan kepala mereka, merasa amazing banget dengan tingkah Ice.


Setelah mencuci mukanya baru Ice seratus persen selesai loading-nya dan baru ingat kalo dia sedang di ruang kantor Willy.


"Gimana sudah lebih jernih penglihatan dan pikiran kamu sekarang Ce?"


Tanya Kai sambil tertawa meledek Ice.


"Iya Om, Ice sudah tahu ini ruang kantor Om Willy."


Jawab Ice sambil mendekat kearah Willy dan Kai yang sedang makan nasi goreng jagung.


"Duduk sini makan dulu Ce ini tadi orang pantry sudah buatin nasi goreng sedap loh, kalo sudah baru kita pulang."


Kata Willy mengajak Ice untuk ikut makan bareng.


"Ce nanti dirumah kamu beres beres dulu ya, besok ikut saya."


Kata Willy yang membuat Kai memandangnya penuh tanda tanya seolah matanya menanyakan 'bro lo gak sedang becanda kan?' kira kira begitu yang ada di otak Kai.


"Gak usah melihat gue dengan pandangan seperti itu gue serius, apalagi Ice gak aman kalo disini sendirian sementara orang-orang yang kemarin masih mencarinya."


Jawab Willy mencoba menjelaskan alasan kenapa dia harus menggandeng Ice bersamanya ke Eropa untuk memperbaiki kondisi perusahaan induk disana.


Ice yang sedang makan pun hanya mendengar perbincangan keduanya. berusaha untuk mengerti.


"Ce kamu dengarkan apa yang gue katakan tadi, jadi persiapkan semuanya besok kita berangkat.


Kata Willy lagi mengingatkan ice untuk bersiap nanti.


"Iya Om, tapi bagaimana dengan kuliah Ice?"


Tanya ice sambil mungunyah suapan terakhirnya.


"Tenang aja ada Om kepo yang mengurusnya, Kai atur surat menyuratnya untuk mengurus kuliahnya disana dan juga untuk mendapatkan Visa."

__ADS_1


"Tenang aja Boss, anggap semua sudah diselesaikan."


Kata Kai sambil mengacungkang jari jempolnya.


"Yok sekarang kita pulang Ce, keburu kamu kemaleman."


Kata Willy sambil berjalan menuju pintu.


"Oh iya tuh handphone kamu sedang di charge jangan ketinggalan."


Seru Willy mengingatkan Ice, untungnya Willy ingat tentang handphone-nya Ice yang Kai charge sewaktu Ice tertidur tadi.


Setelah mencabut charger handphone-nya itu Ice , Willy dan Kai keluar dari perusahaan itu dan pulang.


Lebih dulu Kai mengantarkan Ice pulang ke apartemen, barulah mengantarkan Willy.


"Boss kenapa lo harus ngajak Ice ke sana? gue curiga lo punya rasa sama Ice."


Kata Kai yang menebak jika Willy mungkin memiliki rasa pada Ice.


"Gue sudah anggap dia seperti adik gue, dan gue akan buat dia layak menjadi adik gue, lagi pula kalo Ice ikut kan ada yang ngurus gue disana."


Jawab Willy jujur karena saat ini yang dia rasakan untuk Ice hanya sebatas sayang dan peduli pada seorang adek dan kedepannya gimana itu adalah rahasia takdir.


"Hmm... begitu ya, semoga dia gak akan mengecewakan lo bro."


Sahut Kai dengan pandangan lurus kearah jalan raya.


"Gue yakin bisa membuatnya layak, gue tau dia punya kemampuan untuk itu hanya perlu ada yang memotivasi dirinya."


"Ok gue percaya sama lo, besok semuanya sudah selesai dan lo bisa bawa dia pergi sama lo besok siang."


"Jangan lupa recomendasikan dia ke kampus terbaik disana."


"Beres Boss pasti gue kerjain semuanya, begitu kalian sampai, dia sudah mulai langsung kuliah lagi."


Kata Kai dengan yakin, karena hal hal semacam itu sangatlah mudah untuknya.


"Gimana kabar Daddy dengan keadaan perusahaan yang diambang kebangkrutan ini Wil."


"Itu juga yang gue khawatirkan, gue takut Daddy tertekan dan berdampak pada kesehatannya terutama prikologisnya."


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau selalu kemalaman dan semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes


Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya syukur syukur bisa up 2 bab ya readers.

__ADS_1


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2