
"Apa anda masih ingat telah mengalami kecelakaan?"
tanya sang Dokter sambil tersenyum.
"Iya saya masih ingat beberapa mobil mengejar mobil yang dikendarai oleh suami dan saya, sehingga kecelakaan itu terjadi."
kata Willy sambil memegangi kepalanya yang masih terasa sakit saat berusaha mengingat kejadian yang telah di alaminya.
"Dan sebaiknya nyonya istirahat dulu lagi, dan tentang kecelakaan yang anda alami tunggulah sampai anda benar benar pulih dan sehat, baru anda ceritakan pada keluarga anda Nyonya Rani"
Dokter segera memberikan suntikan pereda nyeri sambil menjawab beberapa pertanyaan Rani.
"Baiklah, karena keluarga saya sudah ada di sini, maka tidak perlu memberitahu tentang keadaan saya saat ini yang telah sadar?"
Kata Rani yang lebih tepatnya mengingatkan agar pihak Rumah Sakit tidak perlu repot-repot menyampaikan kabar tentang dirinya yang telah sadar.
"Iya nyonya, saya mewakili pihak Rumah Sakit juga minta maaf."
Jawab Dokter yang lain sambil menulis laporan medis terkait perkembangan kesehatan Rani yang mulai sadar.
"Kenapa suami saya tidak ada disini? dan kenapa justru ka Willy yang ada saat ini???"
Tanya Rani yang tampak curiga dengan jawaban Dokter tadi.
Rani yang merasa janggal dengan jawaban Dokter itupun hanya diam memendam tanda tanya dipikirannya.
Rani yang merasa janggal dengan jawaban Dokter itupun hanya diam memendam tanda tanya dipikirannya.
"Ya sudahlah, nanti aku bisa tanyakan kepada ka Willy"
Batin Rani sambil berusaha menyamankan posisi tubuhnya yang mulai terasa linu semua.
"Dokter tolong tubuh saya terasa sakit sekali persendian terasa linu"
Keluh Rani mengatakan semua yang dirasakannya.
"Tidak apa apa Nyonya, itu wajar karena anda sebelumnya mengalami koma sehingga anda kekurangan cairan, walaupun sudah dibantu oleh cairan elektrolit melalui infus tapi itu tidak menjamin kebutuhan cairan tubuh anda benar benar terpenuhi"
Kata Dokter lain menerangkan salah satu penyebab rasa linu yang dirasakan pasien yang sadar pasca koma.
"Cobalah untuk mengkonsumsi makanan lunak juga minuman yang mengandung gula (manis) untuk mencukupi kebutuhan asupan kalori bagi tubuh anda tuan, itu cukup manjur untuk menghilangkan sara linu nyeri yang anda rasakan"
__ADS_1
Kata Dokter lain lagi mencoba menerangkan.
"Dokter bagaimana dengan bayi saya? sebelumnya saya sedang hamil Dok."
Tanya Rani yang tiba-tiba ingat jika dirinya sebelum kecelakaan sedang dalam keadaan hamil.
Para Dokter juga Willy kembali menarik nafas berat saling memberikan kode dan mengelengkan kepala mereka pertanda tak boleh untuk menjawabnya.
Semuanya merasakan berat yang tak dapat diungkapkan dengan kata-kata, entah bagaimana harus mengatakannya pada Rani.
"Hmm...kalo tentang itu kita bicarakan besok saja Ran, sekarang tidurlah lagi karena gue juga mau pulang"
Willy buru buru memutar tubuhnya bermaksud pulang untuk istirahat walau alasan sebenarnya untuk menghindari topik yang membahas kehamilan Rani.
Willy tak ingin Rani yang baru saja sadar harus syok saat mendengar cerita perihal kegugurannya saat kecelakaan itu.
"Jangan banyak berfikir yang nggak-nggak, nanti Om Jay akan segera kemari."
Kata Willy yang berusaha menghindari pembahasan perihal kehamilan Rani yang telah keguguran.
Ada apa sebenarnya ini? kenapa ka Willy juga terlihat aneh? dia terkesan menghindar saat aku bertanya perihal kehamilanku"
Batin Rani dengan tangannya menyentuh perutnya yang terasa tak sebesar sebelum kecelakaan, hanya bisa memperhatikan kepergian Willy yang terkesan sedang menghindar.
kata Rani berbicara sendiri kemudian berusaha menyamankan dirinya untuk kembali tidur.
Setelahnya Willy segera meninggalkan ruang rawat Rani yang diikuti oleh para Dokter dan juga beberapa perawat.
Willy segera menghubungi Om Jay-nya dan memberikan kabar perihal Rani yang telah sadar yang pasti menggembirakan Om Jay.
"Hallo Om, segeralah ke RS saat ini, istri kecil Om sudah bangun saat ini."
Kata Willy yang tak ingin terlalu berbasa basi dan langsung mematikan sambungan teleponnya setelah memberitahukan kabar perihal Rani yang telah sadar.
"Aku bahagia akhirnya kau bangun sayank, rasanya aku ingin memelukmu tadi seandainya tak ada para Dokter itu."
Batin Willy sambil melajukan mobilnya menuju kantornya.
Sementara Jay yang merasa sangat bahagia saat mendapat kabar dari Willy perihal Rani yang sudah sadar bersegera menuju ke RS.
Tanpa mengetuk pintu, Jay langsung membuka pintu kamar rawat Rani.
__ADS_1
"Sayank akhirnya kau terbangun, aku selalu merindukan kamu."
Seru Jay begitu masuk ke ruang rawat Rani, tapi dia kembali tertegun saat dilihatnya Rani masih tertidur seperti saat saat sebelumnya.
"Emmm.... apa Willy hanya menipuku, tapi tidak mungkin, untuk apa dia mempermainkan ku perihal Rani."
Gumam Jay yang mendadak kembali kehilangan semangatnya saat di lihatnya Rani masih tertidur, dia mengira Willy hanya mempermainkannya.
Tapi tiba-tiba dia kembali bahagia saat Rani mulai bersuara.
"Mas.... kamu bahkan lupa mengucap salam."
Suara Rani yang pertama kali di dengar Jay, membuatnya kembali mengangkat pandangannya yang tertunduk lesu tadi kembali berbinar bahagia.
"Kau.... kau.... benar benar sudah bangun, Terimakasih ya Allah, akhirnya kau bangun juga sayang."
Seru Jay saat itu sambil memeluk Rani, walau ingatan tentang istrinya belum kembali tetapi kebersamaannya selama menjaga Rani beberapa bulan terakhir setelah dia lebih dulu tersadar telah mampu menumbuhkan kembali rasa sayangnya pada istrinya ini.
"Emmm..... mas sesak aku tidak bisa bernafas, kamu terlalu erat memelukku."
Kata Rani sambil menepuk lengan Jay agar melepaskan pelukannya.
"Oh.... maaf.... apa masih ada yang terasa sakit? aku terlalu bersemangat dan merasa bahagia bisa melihatmu kembali hidup ya kembali hidup... emmm.... maksudku kembali sadar."
Kata Jay yang menjadi gugup saat menyadari istrinya kini benar-benar nyata sudah bangun dari tidur panjangnya.
"Kau ini Mas aneh sekali, memangnya sudah berapa lama aku tertidur? sampai reaksi kamu berlebihan seperti itu Mas."
Tanya Rani yang heran mendengar kata-kata suaminya.
"Entahlah aku sendiri tidak menghitungnya, tapi apa kau mengingat semuanya sayank yang menyebabkan kau dirawat disini?"
Tanya Jay yang ingin tahu, apakah Rani juga mengalami hilang ingatan seperti dirinya.
"Aku tidak yakin, tapi aku ingat terakhir kali mobil kita di ikuti oleh beberapa mobil yang tidak dikenal bahkan beberapa kali sengaja mereka menabrak mobil kita sampai disana aku sudah tidak ingat apa-apa lagi Mas."
Jawab Rani menceritakan semua kenangan terakhir yang diingatnya yang justru Jay sendiri lupa kronologis kejadiannya.
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab tepat waktu dan semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes
Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya syukur syukur bisa up 2 bab ya readers.
__ADS_1
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍