Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Hari Pertama Ice Di Zurich"


__ADS_3

Hari ini Willy dan Ice berangkat ke Eropa dengan tujuan penerbangan ke Swiss, semua administrasi surat menyurat untuk mengurus Pasport dan Visa juga Surat perwalian untuk Ice agar bisa melanjutkan kuliah di Swiss semuanya sudah di atur oleh Kaizar hanya dalam satu malam selesai.


Penerbangan dari bandara internasional Soekarno-Hatta tujuan Zurich Swiss yang ditempuh selama kurang lebih 21jam sungguh membuat tubuh merasa letih.


Setelah melakukan penerbangan selama kurang lebih 21jam akhirnya Willy dan Ice sampai juga di bandara udara internasional Zurich.


Dari bandara udara internasional Zurich Willy dan Ice masih harus melanjutkan perjalanan dengan berkendaraan selama kurang lebih tiga puluh menit menuju Apartment Lake Zurich Penthouse Swiss, Apartemen pribadi Willy tinggal jika sedang di Swiss.


Apartemen Lake Zurich Penthouse Swiss, Apartemen pribadinya yang menghadap langsung ke lake Zurich.


Sesampainya di Apartemen pribadinya Willy, Ice tak henti-hentinya memuji keindahan Lake Zurich yang dipenuhi angsa putih.


"Om pemandangannya luar biasa, serasa seperti di negeri dongeng indahnya, danaunya rasanya Ice ingin mandi di danau Om."


Ice tak henti hentinya berlarian kesana kemari di halaman/ teras Apartemen pribadinya Willy seperti setrikaan.


"Ce gak usah lari lari terus kenapa? kamu sudah kayak sodaraan aja sama setrikaan."


Tegur Willy yang mulai merasa pusing melihat tingkah norak ndeso-nya Ice sejak awal masuk ke apartemennya Willy.


"Biarin Om mau ngatain aku norak atau ndeso atau udik Ice gak akan marah, Ice bakalan betah disini kalo begini."


Seru Ice yang sangat senang melihat angsa putih berenang di danau yang tampak hijau kebiruan airnya.


" Kamu gak pingin mandi Ce? seharian full loh kita di pesawat tadi, apa gak lengket badan kamu Ce?"


Kata Willy mengingatkan Ice untuk mandi setelah seharian penuh melakukan penerbengan.


"Tapi Ice masih bahagia melihat angsa angsa putih itu Om."


Jawab Ice yang sedang memperhatikan angsa angsa putih itu berenang.


"Tapi sudah ada yang bau acem Ce, mandi dulu sana Ce baru nanti dilanjutkan memandangi swan-nya"


"Kalo kamu belum mau mandi ya sudah saya mandi duluan."


Kata Willy sambil bergegas ke kamarnya untuk mandi.


Ke-esokan paginya Willy langsung menuju university of zurich, mengantarkan Ice ke kampus barunya untuk menyerahkan berkas dan persyaratan untuk menjadi mahasiswi di sana.


"Kamu harus belajar yang benar ya, ingat kamu harus lulus dengan nilai terbaik."


"Iya Om doain aja Ice bisa menjadi seperti apa yang Om mau."


Jawab Ice sambil membenarkan pakaian yang dikenakannya.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih Ce? kok dari tadi narik bawahan baju yang kamu pakai sih"


Tanya Willy yang heran melihat tingkah Ice.


"Ice gak pede Om pake rok mini kaya begini, biasanya juga pake jeans panjang."


"Lah... kalo gitu kenapa kamu milih pake rok tadi di rumah Ce?"


"Ya Ice kan mau tampil cantik Om, mau feminim sekali sekali."


"Ce... jadilah diri sendiri, belum tentu yang kamu lihat di pakai orang tuh pasti nyaman di pakai oleh kamu."


Pesan Kai memberikan petuah ke Ice sudah kayak Kakek Kakek.


"Iya Om, Ice jadi salah tingkah nih gak nyaman pakai baju kayak gini.'


"Ya udah tahan dulu, bentar lagi ya ini kita sudah sampai di ruang rektorat."


Sesampainya di ruang rektorat dan bertatap langsung dengan rektornya, Willy mendaftarkan Ice sebagai mahasiswi dan menyerahkan berkas persyaratan yang harus dilengkapi sebelumnya.


Setelah semuanya selesai, Ice sudah bisa langsung mengikuti mata kuliah di fakultas yang dia pilih.


Setelahnya Willy langsung berangkat menuju kantor Daddy-nya untuk melakukan sidak, beberapa karyawan yang mengenalinya segera menghentikan aktivitas mereka dan menyembunyikan bagian yang tidak ingin diketahui oleh Boss mereka.


Willy benar-benar frustasi karena sejak tau perusahaan induk yang dipegang langsung oleh Dady-nya berada diambang kebangkrutan, semua pekerjaannya terpaksa dihandle oleh Willy saat ini.


Setelah memeriksa semuanya, baru Willy menyadari kalo selama ini ada yang memanipulasi data perusahaan.


Segera Willy mengumpulkan semua eksekutif dari tiap departemen, meeting dadakan pun langsung diadakan, hari itu juga para eksekutif perusahaan di buat mati langkah.


Tanpa alasan penolakan apapun, semua harus menyerahkan laporan dari departemen masing-masing terhitung sejak enam bulan yang lalu hingga bulan ini.


Karena dipaksa harus menyerahkan semua laporan hari ini juga maka mau tak mau dangan rasa was-was dan takut tertangkap tangan para eksekutif tiap kepala departemen


itu akhirnya menyerahkan semua laporan yang diminta tanpa sempat merevisi beberapa bagian yang dianggap berbahaya.


Setela menerima laporan dari semua kepala departemen, Willy langsung menutup meeting hari itu dan berusaha menemukan setitik kesalahan.


Akhirnya Willy melakukan video call ke Kaizar.


Halo Kai tolong bantu periksa semua laporan yang gue kirim tadi, temukan dimana penyakitnya.


"Boss... disini gue juga sedang banyak kerjaan, jadi besok aja ya."


Jawab Kai sambil menunjukkan banyaknya berkas yang sedang menunggu.

__ADS_1


Sementara di kampus


Ice yang tampak imut dengan pakaian yang dia kenakan kemeja female dan rok mini itu mulai mendapatkan banyak teman dan saling bertukar no handphone.


Tampak seorang mahasiswa yang memiliki wajah oriental datang menyapa Ice.


"Hi....can I get to know you?"


(Hi....bolehkah aku mengenalmu?)


"Hi...of course introduce me Ice"


(Hi... tentu perkenalkan nama saya Ice)


"Hi... Ice nice to know you, call me Lim"


(Hi... Ice senang mengenalmu, panggil saya Lim)


"I'm from korea, where do you come from"


(Saya dari korea, dari mana kamu berasalnya)


"I'm Indonesian, nice to meet you Lim"


(Saya dari Indonesia, senang mengenalmu Lim)


"Indonesian... sudah kuduga dari face Asia kamu"


Kata Lim dalam bahasa Indonesia walau dengan aksen Korea nya.


"Waahhh... kamu bisa bicara menggunakan bahasa Indonesia, senang rasanya."


Seru Ice senang sambil bertepuk tangan kecil.


"You happy ya... bisa bertemu teman yang berbahasa Indonesia."


"Of course lah... setidaknya bisa berbicara tanpa takut salah pengucapannya."


Jawab Ice yang merasa lega, karena akhirnya bisa bertemu teman yg bisa berbahasa Indonesia.


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau sudah begadang semalaman dan baru bisa selesai pagi ini, semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes.


Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya syukur syukur bisa up 2 bab ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*

__ADS_1


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2