Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Kisah Tragis Ice"


__ADS_3

Setelah semua tertata diatas meja makan, barulah si gadis memangil keduanya lagi untuk makan sore bersama.


"Ommm.... sudah siap... yuk makan"


Teriak si Gadis memanggil keduanya untuk makan.


"Anak Gadis gak boleh teriak teriak begitu, kalem yang manis gitu."


Hardik Kai saat mendekat ke meja makan.


"Kalo Ice kalem justru jadi aneh Om, Ice mah gak bisa yang gaya kalem sok dibuat anggun bgitu."


Sahut Ice sewot sebab sejak awal Kai selalu intrupsi terus dengan sikapnya Ice.


"Ya udah gak ada yang maksa kamu berubah, tapi ada baiknya mulai sekarang belajarlah untuk lebih ber-etika, ayo sekarang kita makan."


Kata Willy yang menengahi perdebatan antara Kai dan Ice.


"Gue heran kok bisa ya lo lembut banget sama nih cewek udik?"


Kata Kai yang masih aja julid sama si gadis yang gak tau dimana Willy mungutnya.


"Mau makan apa ngajak perang nih Om? gue sudah mode kalem nih malah paling kalem loh."


Sahut Ice yang kembali sewot setelah di anggap udik.


"Udah ayo makan... gak usah dengerin nih Om kepo, oh iya sini-in itu masakan kamu tadi."


Willy lagi-lagi menengahi cekcok keduanya, dan meminta masakan yang dimasak oleh Ice untuk memperbaiki mode gadis itu.


"Ini masakan kampung Om nanti gak cocok dilidah Om, lagian ini kan sudah ada masakan yang jelas enak nih ada capcay sama ini kembarannya Squidward lombok ijo."


Kata Ice yang enggan memberikan lauk hasil masakannya tadi siang ke Willy.


"Kamu aja yang makan itu, biar gue makan yang kamu sebut masakan kampung itu, sekali sekali ingin juga masakan nusantara."


Kata Willy sambil menunggu Ice memberikan lauk hasil masakannya itu.


"Tapi kalo keracunan jangan salahkan Ice loh Om."


Kata Ice sambil menggeser lauk hasil masakannya itu kedekat Willy.


"Emang lo masak pake bumbu sianida apa ya? masa bisa sampe keracunan cuma karena makan masakan lo."


Kata Kai sambil ikutan menyendok sayur lodeh masakannya Ice.


"Ya bukan begitu Om, siapa tau perut ningrat sama perut orang desa beda, begitu makan masakan Ice terus pada mules mules gimana hayo? pokoknya Ice gak tanggung jawab."


Kata Ice lirih merasa gak pede dan khawatir masakannya bakal bikin mules perut tuh dua Om Om.


"Sudah gak usah banyak cincong, kamu juga makan yang banyak biar gemoy, masa anak gadis bodynya rata begitu."


Kata Kai sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.

__ADS_1


"Iya ini juga mau makan, kenapa gak ada yang makan capcay-nya padahal enak loh."


Kata Ice dengan mulut penuh makanan.


"Kembaran Squidward juga enak, Om Willy gak makan yang ini?"


Tanya Ice sambil menggeser mangkuk yang berisi sotong lombok ijo ke dekat Willy.


"Kamu aja yang makan, gue sedang makan pake sayur lodeh, gak cocok kalo sama sotong."


Sahut Willy yang sedang asyik menikmati makanannya.


"Om kepo ini dimakan juga ya, sayang mubajir kan kalo gak dimakan, pasti mahalkan harganya tadi."


Kata Ice menawarkan capcay dan sotong lombok ijo ke kai.


"Masakan lo lumayan enak juga, sebelas dua belas sama masakan Mbok Na tapi tetap Mbok Na juaranya."


Kata Kai yang lebih memilih makan masakannya Ice daripada lauk yang sudah dia order tadi.


"Kamu aja yang makan, kalo gak habis bisa simpan di kulkas dulu, besok tinggal di panasin lagi."


Kata Willy yang sudah menyelesaikan makannya.


"Bro apa dia tinggal di apartemen ini?"


Tanya Kai yang sudah menyelesaikan makannya dan mulai kumat keponya.


Sahut Willy sambil menyalakan televisi menonton perkembangan terkini sebuah kasus yang sedang heboh.


"Tumben lo baik sama orang yang gak lo kenal."


"Gue cuma kasihan aja sama dia, gue nemuin dia waktu dikejar oleh sekelompok berandalan."


"Kok bisa? lanjut cerita gue mau denger dari awal."


Nah loh kenapa jadi Kai seolah menginterogasi kriminal ya he...


"Iya gue liat dia mulai dari dikejar sekelompok berandalan dan liat bagaimana dia fight melawan mereka."


Cerita singkat Willy saat pertama bertemu Ice.


"Maksud lo itu si gadis udik itu bisa beladiri?"


Tanya Kai tak percaya saat mendengar cerita Willy.


"Hmmm.... makanya jangan nyepelehin orang, jangan pernah nilai orang dari chasing-nya doang."


"Terus apa yang buat dia dikejar kejar oleh berandalan segitu banyaknya?"


Tanya Kai yang semakin menjadi jiwa kepo-nya.


"Om-nya dia punya hutang judi, nah tuh gadis dijadiin jaminan oleh Om-nya yang gila itu."

__ADS_1


"Masih ada aja ya cerita kayak gini, gue kira cuma ada di novel atau sinetron doang."


"Banyak bro, hanya gak semuanya kisah tragis orang kita tahu, makanya gue suruh dia tinggal disini sementara waktu."


"Ternyata nasib tuh cewek tragis amat."


Gumam Kai lirih yang mendadak merasa prihatin dengan nasib Ice.


"Om Willy sama Om kepo mau nginep disini ya?"


Tiba-tiba Ice muncul dengan membawakan dua gelas kopi hitam.


"Nggak ce, ini juga bentar lagi kita pergi."


Jawab Willy sambil mematikan televisi.


"Oh.... kalo mau nginep biar Ice beresin dulu kamar Om, begitu maksud Ice tadi."


"Nggak kok ce, oh iya... gimana kuliah kamu aman kan?"


Tanya Willy penuh perhatian, entah mengapa kalo sama Ice dia merasa seperti memiliki seorang adik.


"Aman kok Om, uang semester juga kan sudah Om lunasi kemarin."


Jawab Ice polos yang merasa sangat bersyukur sudah dipertemukan dengan Willy.


"Maksudnya bukan itu ce... selama kamu pulang pergi kekampus apa gak ada yang ganggu kamu? itu orang orang yang ngejar kamu waktu itu."


"Gak tau juga Om, tapi Ice rasa aman kok, gak akan ada yang ngenalin Ice Om."


"Maksudnya?"


Tanya Kai kepo


"Ya Ice make over lah, kalo berangkat Ice selalu berpenampilan jadi cowok, pulangnya juga begitu."


Jawab Ice sambil membaca lembaran skrip tugas kampusnya.


"Berhati-hatilah, kalo terjadi sesuatu segera hubungi gue ok...."


Pesan Willy sambil menghabiskan kopinya.


"Gue pergi dulu ya ce, yuk bro kita jalan sekarang."


Willy berpamitan ke Ice lalu mengajak Kai pergi seperti rencana awal mereka sebelumnya yang akan ke Club tinju xxx.


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau selalu kemalaman dan semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes


Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya syukur syukur bisa up 2 bab ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2