Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Akhirnya Si Kembar Ditemukan"


__ADS_3

Rasanya Willy ingin berteriak memanggil nama kedua bocah kembar itu, tapi pasti dibilang dia orang stress gila gak waras.


Ingin marah juga, dari tadi tak berhenti marah, apalagi tiap kali melihat wajah sendu Ice, bawaannya cuma bikin Willy mau mukul orang.


Willy sadar dia sudah sangat keterlaluan pada Ice, tapi saat ini orang yang bisa dia jadiin tempat lampiasan marahnya hanya Kaizar dan Ice.


Dengan tubuh bergetar takut, Ice memberanikan diri untuk berbicara pada Willy.


Karena bagaimanapun Ice sudah berusaha keras menjaga sikembar sampai kakinya yang bengkak karena terkilir tak lagi dia hiraukan bagaimana rasa sakitnya.


Walau akhirnya insiden yang tak diinginkan terjadi pada kedua bocah kembar itu.


"Tuan apa Tuan akan menyalahkan semua kesalahan ini pada saya?"


Tanyanya sambil terisak dan kali ini Ice memberanikan diri menatap Willy.


Berusaha mengeluarkan uneg-uneg yang dari tadi hanya ditahannya di hati.


"Seharusnya yang pantas disalahkan bukan saya tapi anda sebagai ayahnya, setidaknya anda yang memiliki tanggung jawab penuh pada anak anda sendiri."


"Lalu Ibu nya, dimana ibunya si kembar sampai kedua bocah itu terlantar?"


"Apa kalian para orang kaya hanya tau sibuk bekerja? sampai lupa tanggung jawab kalian sebagai orang tua."


Ice membuang jauh-jauh perasaan takutnya pada Willy, dia bertekad harus berani menyuarakan yang dia rasakan atau hidupnya akan semakin ditindas kedepannya.


"Ok saya akui saya salah tidak dapat menjaga kedua bocah kembar itu dengan baik, tapi siapa suruh Tuan Kiazar menitipkan kedua anak kecil itu pada saya?"


Ice menumpahkan semua uneg-unegnya dan tangisnya semakin jadi.


Ice sudah tak perduli lagi jika hari ini harus mati ditangan Willy, setidaknya dia sudah mengeluarkan semua yang ingin dia katakan yang tadinya serasa seperti batu besar menghimpit dadanya kini sudah terangkat.


"Saya benar-benar tidak mengerti cara berpikir orang kaya, mentang mentang bisa membayar baby sister, lalu melimpahkan tanggung jawab anak kalian pada orang lain."


Ice masih terus ngomel belum mau berhenti, tanpa dia tahu kebenaran yang sesungguhnya sangat jauh dari semua yang dia pikirkan dan ucapkan barusan.


Rasanya ingin sekali Kaizar membekap mulut Ice yang terus bicara tanpa terkendali.


Tidakkah dia tahu jika Willy sudah semakin naik pitam mendengarkan semua ocehannya.


Semua yang dipikirkan Ice dikepalanya dan tuduhan Ice semuanya salah besar, andai Ice tahu betapa besar sayangnya Willy pada kedua bocah kembar itu, dijamin Ice akan terkesima.


"Kalian benar benar orang tua yang egois dan arogan"

__ADS_1


Ice masih terus melanjutkan ocehannya.


Sementara nafas Willy sudah naik turun tak teratur, hatinya bergemuruh seperti gunung yang siap meletus memuntahkan amarahnya.


Di luar dugaan Ice, karena Ice yang salah men-judge dirinya, kini Willy semakin marah dan kasar pada Ice padahal baru saja Willy merasa salah dan menyesal atas sikapnya pada Ice.


Willy mendekatkan wajahnya pada Ice, mengikis jarak mereka berdua.


"Apa lagi yang ingin kau ucapkan? apa lagi hah? kau ternyata sangat mengenalku ya !..."


Tantang Willy dengan wajah yang sangat menyeramkan.


Tidak ada rasa bersalah lagi dalam diri Willy, tangannya sudah mencengkram kerah baju Ice. Hilang sudah rasa penyesalannya atas sikap kasarnya pada Ice yang terkalahkan oleh emosinya.


Rasanya ingin sekali Willy merobek mulut Ice yang sok tahu.


"Ayo katakan semua omong kosong yang ada di otakmu itu, kau sangat mengenal diriku kan !..."


Ucap Willy pelan tapi penuh tekanan dan mengancaman.


Saat Willy ingin melanjutkan pembalasannya pada Ice tiba-tiba...


"Kringggg........"


Buru buru Willy mengangkat ponselnya dengan penuh harap.


"Miko menelphone"


Seru Willy namun panggilan kembali mati, Willy segera menelphone balik dan beruntungnya seseorang diseberang sana langsung mengangkatnya.


"Miko Mika dimana kalian nak? Ayah sangat khawatir."


Willy langsung menanyakan keberadaan keduanya begitu telponnya terhubung.


Ice dan Kaizar langsung menajamkan pendengarannya dan berdo'a ada kabar baik tentang si kembar.


Tapi bukan suara si kembar yang menjawab dari seberang sana.


"Ehem... hemmm..."


Terdengar suara pria berdehem dari seberang sana.


"Maaf ini siapa? dan dimana anak-anak saya."

__ADS_1


Tanya Willy yang awalnya senang kini berubah menjadi suram dan waspada.


"Saya Sam, dan sepertinya anak anda salah masuk dan bersembunyi di mobil saya tadi, mereka mengira mobil saya adalah mobil mereka, dan sekarang anak-anak ini ada di rumah saya."


Ucap pria diseberang yang terdengar ketus dan sepertinya sedang menahan kesal yang teramat sangat.


"Alhamdulillah ya Tuhan syukurlah, apakah mereka baik baik saja? tolong jaga mereka, saya akan segera menjemput mereka kesana."


Ucap Willy dengan perasaan lega, walau sisa sisa ke khawatirannya tadi masih jelas terlihat di wajahnya.


"Keadaan mereka sangat baik baik saja, saya yang dalam keadaan tidak baik-baik saja, jalan xxxxxx silahkan jemput anak anda sekarang."


Hubungan telepon langsung terputus, Willy dapat menebak jika kedua bocah kembar itu pasti membuat ulah disana, apalagi dari nada bicara pria diseberang sana yang terdengar ketus.


"Hah... syukurlah...."


Willy menarik nafas lega merasa bersyukur si kembar tidak hilang di culik seperti dugaannya.


"Jadi bagaiman keadaan anak-anak Boss?"


Kaizar menanyakan keadaan si kembar dan Ice juga antusias ingin mendengar kabar baik setelah panggilan di tutup.


"Syukur Alhamdulillah keadaan mereka baik, mereka salah masuk mobil orang yang serupa dengan mobil mereka."


Jawab Willy masih sambil melirik ke Ice yang dilihatnya tangan Ice mengusap pergelangan kakinya yang tampak bengkak dengan mulutnya yang mendesis menahan sakit.


Akhirnya Ice dapat bernafas lega, setelah dipastikan si kembar benar benar aman.


Hilang sudah rasa khawatirnya tentang kemungkinan si kembar di culik yang sejak awal insiden menghilangnya sikembar.


"Besok bawa mobil si kembar ke bengkel dan rubah mobil mereka menjadi satu-satunya sehingga mudah mereka kenali, gue tidak mau si kembar sampai salah masuk mobil orang lagi."


"Dan ponselnya minta tim IT memperbaiki penyadap juga pasang pelacak, gue heran kenapa itu gak terpikir oleh mereka, jangan sampai kita kehilangan jejak jika hal seperti ini terjadi lagi."


"Dan bawa Ice ke Rumah Sakit, gadis ini entah bodoh atau dia merasa cukup perkasa sehingga tidak memperdulikan bengkak di kakinya."


Tatapan Willy mengarah pada Ice yang saat itu hanya bisa menundukkan pandangannya dengan perasaan yang nano nano.


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up walau kemalaman dan hari ini hanya bisa up 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.


Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*

__ADS_1


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2