
Setelah bergantian mandi membersihkan diri, Willy juga mendapatkan pinjaman pakaian ganti milik Fathir.
Willy lalu berjalan menuju toko bunga milik Ice tanpa ditemani oleh Fathir, selain tak ingin Fathir selalu mengganggu Ice, Willy juga tak ingin kedekatannya dengan Ice terganggu oleh Fathir.
"Ehemmm......"
Ice yang sedang fokus melayani pembeli refleks mengangkat wajahnya saat Willy berdehem untuk sekedar melihat siapa pengunjungnya kali ini.
Begitu mengenali wajah yang tak asing, Ice kembali menundukkan wajahnya fokus kembali pada pekerjaannya merangkai dan membungkus bunga dengan kertas kaca juga pita untuk mengikat tangkainya.
Willy tau saat ini dirinya berada pada antrian paling bawah dan bukan lagi orang yang pertama yang harus di prioritaskan.
Setelah Ice selesai melayani pesanan bunga pelanggannya, barulah Ice menyapa Willy, itupun dengan nada dan mimik wajah yg datar."
"Ada apa? maaf tadi telah merepotkan, katakan ada apa."
Tanya Ice tanpa mengalihkan perhatiannya dari bunga bunga yang sedang di rapikannya.
"Ce ikut pulang ya !"
"Maaf tapi Ice sudah memiliki kehidupan Ice sendiri disini, bernyanyi dan menari di antara bunga bunga adalah impian Ice sejak dulu, dan disinilah mimpi ini menjadi nyata."
Ucap Ice perlahan masih tak ingin melihat kearah Willy.
Willy yang melihat sikap Ice merasa lucu dan gemas, tanpa di duga oleh ice, Willy mencubit dagu ice dan memaksanya agar memandang matanya.
"Tatap mata orang yang mengajakmu bicara Ce, kamu bukan anak kecil lagi."
Ucap Willy masih sambil menyubit dagu ice membuat mata mereka saling bertatapan.
"Apa apaan si kamu Om, lepasin dagu Ice sakit tau."
Ucap Ice yang mulai meninnggikan suaranya karena merasa kesal akan sikap Willy yang terlalu mendominasi dan selalu menekannya.
"Bilang dulu kalo kamu mau pulang ke Jakarta baru gue lepasin."
Ucap Willy dengan mengedipkan sebelah matanya menggoda Ice.
"Ice gak mau pulang ke Jakarta Om, Ice akan tetap disini, toko bunga Ice ini adalah mimpi Ice."
__ADS_1
Ucap Ice sambil berusaha menjauhi Willy.
"Gue gak akan pernah lepasin kamu Ce, cobalah mengerti keadaan gue, kenapa gue sampe berbuat tega sama kamu kemarin."
Ucap Willy berusaha membuat Ice untuk mengerti posisinya saat itu.
"Karena Ice sangat mengerti Om dan sangat memaklumi makanya Ice memilih pergi menjauh dari kalian, Ice cukup tau diri akan posisi Ice."
"Ap apa maksud kamu Ce? gue gak ngerti maksud kata kata kamu."
Willy mengusap wajahnya kasar merasa semakin frustasi saat mendengar kata kata yang keluar dari mulut Ice.
"Kamu sudah punya keluarga Om ! sudah punya istri bahkan sudah memiliki dua anak kembar ! jadi untuk apalagi Om bersusah payah nyari Ice sampe kesini, Om... lebih baik pergi dan jauhi Ice, pulanglah anak anak kamu membutuhkan kamu."
Willy tak tahu harus menangis atau tertawa begitu mendengar kata-kata Ice yang ternyata selama ini mengira jika dirinya telah beristri dan kedua bocah kembar itu di kira Ice anaknya.
Karena terlalu gemas dengan semua sikap dan kata kata Ice barusan, membuat Willy ingin segera memhalalkan hubungannya dengan Ice.
Willy langsung merengkuh tubuh Ice kedalam pelukannya dan menciumi wajah Ice mulai dari kening, kedua mata, pipi kanan kiri, dan terakhir tentunya bibir merah cherry yang tak terlewatkan.
Ice yang mendapatkan perlakuan Willy yang tiba-tiba seperti itu hanya mampu memberontak berusaha melepaskan diri dari pelukannya, walau sebenarnya apa yang dilakukan Willy sangatlah manis penuh cinta kasih tapi dengan suasana hati Ice yang buruk justru membuat Ice semakin marah dan merasa dilecehkan.
"Emmmm.... lep...pas..sinnn.... Ommmmm...."
"dug !"
" Ugh ! **** ! aahhh....."
Willy mengerang menjerit kesakitan sambil menutupi area sensitifnya si tongkat ajaibnya dengan kedua tangannya.
Karena rasa sakit yang teramat sangat Willy sampai terduduk merasakan kesakitan yang teramat sangat.
Ice yang baru saja dipenuhi amarah mendadak berubah menjadi iba merasa tidak tega melihat Willy yang kesakitan, Ice langsung kembali mendekat kepada Willy bingung harus bagaimana atau berbuat apa untuk menolong Willy yang sedang kesakitan.
"Om.... Om.... sakit banget ya? maaf ya Ice refleks tadi, Om juga sih asal main peluk cium begitu!"
Walaupun Ice merasa tidak tega tapi tetap saja dia masih ngomel mengeluarkan uneg-unegnya.
Willy yang kesakitan tak dapat menjawab semua pertanyaan dan perkataan Ice, Willy hanya bisa nyengir menahan sakit sambil terduduk memegangi aset masa depannya.
__ADS_1
"Om... apa apa yang bisa Ice bantu untuk mengobatinya?"
Tanya Ice yang polos, sebuah pertanyaan konyol yang membuat Willy semakin gemes ingin memakannya seandainya dia tidak dalam keadaan kesakitan yang teramat sangat.
"Ce... sakit banget... Ce! kamu harus tanggung jawab, gimana kalo nih aset pensiun sebelum waktunya dan gak bisa bangun lagi."
Ucap Willy masih dengan memegangi asetnya yang kesakitan.
"Duh gimana ini, Ice panggilkan Dokter aja dulu ya Om."
Kata Ice sambil hendak berdiri untuk menelpon Dokter tapi tangannya buru buru dipegang Willy dan ditariknya agar Ice kembali mendekat.
"Gak usah panggil Dokter Ce, cukup kamu aja yang ngobatin."
Ucap Willy sambil meletakkan tangan Ice ke bagian asetnya yang sedang sekarat.
"Aaaaaa..... is Om kamu apa apaan sih? mau Ice pecahin juga telornya biar jadi telor ceplok ya!"
Teriak Ice syok saat tangannya menyentuh aset Willy yang sedang sekarat, bahkan saat tangan Ice menyentuhnya pun tuh burung gak mau bangun walau sekedar batuk.
"Jangan Ce, ini masa depan kebahagiaan kamu loh, lihat ! dia bahkan gak mau bangun saat kamu sentuh, dia benar-benar sekarat Ce, pokoknya kamu harus tanggung jawab !"
Ucap Willy yang tetap bersikap konyol walau dalam keadaan kesakitan yang belum reda juga sakitnya.
"Dih tanggung jawab gimana? biar Ice panggilkan Dokter aja dulu."
"Gak akan bisa sembuh Ce, cuma kamu yang bisa nyembuhinnya, kalo gak percaya coba aja panggil Dokternya."
Kata Willy lagi sambil terduduk lemas, walau sudah tak terlalu sakit tapi bener bener membuatnya tak bertenaga.
Ice buru buru menelpon Dokter yang memang dipekerjakan di Java** Park.
*Selamat membaca para readers akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab disela sela kesibukan outhor setelah sekian hari absen gak update bab.
Dan semoga outhor bisa kembali up 1ribu kata setiap harinya syukur syukur bisa up 2 bab ya readers.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
__ADS_1