
Kaki yang terkilir sudah kembali pulih seperti awal, lanjut dengan sedikit urutan maka bengkak dipergelangan kaki perlahan mulai mengempis dan kaki kembali seperti semula.
Rasanya lega banget itu yang dirasakan oleh Ice saat kakinya mulai pulih, dan tak lagi terasa sakit nyut nyutan seperti saat bengkak tadi, dan bisa berjalan dengan baik tanpa terpincang-pincang lagi.
Ice memberikan dua lembar Rupiah berwarna merah sebagai ucapan terimakasih, seandainya saat ini Ice sudah menukar uangnya dengan Rupiah, mungkin dia akan memberikan lebih, tapi sayang saat ini dia hanya memiliki beberapa lembar saja itupun pemberian dari Kaizar.
Tak lama Pak sopir datang untuk menjemput Ice, tapi saat ditanya Ice mau diantar pulang kemana? Ice sendiri bingung dan tak tahu harus kemana.
"Saya baru sampai di Jakarta Pak, dan saya tidak tahu harus kemana, apa Bapak bisa membantu saya mencarikan rumah yang bisa saya sewa?"
Ucap Ice dengan ekspresi wajah yang memelas.
"Untuk malam ini Neng Ice bisa menginap di rumah saya dulu, besok pagi biar dibantu istri saya mencari rumah kontrakan."
Ucap si Pak sopir yang beneran baik hati ini.
"Sekali lagi makasih banyak ya Pak, jarang loh di zaman sekarang ini bisa nemu orang baik seperti Bapak."
"Ah Neng Ice bisa aja, sudah jalannya orang baik ketemu orang yang baik Neng, semua itu kembali pada cerminan diri kita sendiri, mungkin saat ini Bapak bisa menolong Neng Ice, tapi bisa aja besoknya Neng yang nolongin bapak."
"Aamiin... insya'Allah ya Pak kalo Allah mengizinkan kita masih bisa saling menolong."
"Aamiin ya Allah Allahumma Aamiin."
"Eh iya Ice belum kenal loh nama Bapak siapa? dari awal Bapak aja yang sudah kenal Ice."
"Oh iya Neng maaf, kenalin dah nama Bapak Achmad biasa dipanggil Pak Amat."
"Nah kan enak kalo sudah saling kenal kayak begini Pak, masa iya Ice manggilnya Pak sopir terus dari tadi he... he..."
Ucap Ice sambil tertawa kecil, yang mulai menjadi akrab dengan Pak sopir yang sudah menolongnya.
"Iya Neng nah sudah sampe Neng, ini rumah Bapak silahkan mari masuk Neng."
Ajak Pak Amat begitu mereka sampai di depan rumah sederhana berwarna kuning hijau terlihat nyaman dengan beberapa pohon buah seperti mangga, rambutan dan kelengkeng di halaman rumahnya.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh."
__ADS_1
Bersamaan Ice dan Pak Amat mengucapkan salam sebelum masuk kerumah.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh."
Terdengar jawaban dari dalam rumah, tak lama tampak seorang wanita dewasa yang berumur tapi belum tampak tua datang menyambut kedatangan Pak Amat dan Ice.
"Mari silahkan masuk Neng, Pak... ini si eneng yang Bapak ceritain tadi ya?"
"Iya Bu ini Neng Ice, mari Neng silahkan duduk dulu, Bu tolong buatin minum untuk Neng Ice ya."
Ucap Pak Amat kepada istrinya dengan tersenyum hangat.
"Iya Pak, sebentar ya Neng... saya buatkan teh hangat dulu."
Ucap istrinya Pak Amat dengan ramah, lalu beranjak ke dapur untuk membuatkan teh hangat buat Ice dan Pak Amat juga tentunya.
"Terimakasih banyak Pak, tapi apa tidak merepotkan kalau saya bermalam disini Pak?"
Ucap Ice yang akhirnya keluar juga tuh pertanyaan yang membuatnya merasa tidak enak dan khawatir akan merepotkan Pak Amat dan istrinya.
"Gak papa Neng, Bapak ikhlas menolong Neng Ice, dan lagi Neng mau kemana coba? tanpa tujuan dan juga hari sebentar lagi gelap."
"Tehnya Neng, silahkan diminum."
Ucap istrinya Pak Amat mempersilahkan Ice untuk minum.
"Bu mari duduk sini deket Bapak, Neng kenalin dulu ini istri Bapak namanya Lastri."
Ucap Pak Amat memperkenalkan istrinya pada Ice.
"Salam kenal Bu, nama saya Ice dan gak sengaja menjadi penumpang Pak Amat tadi, Saya baru di Jakarta Bu, karena kaki saya bengkak karena terkilir tadi lalu Pak Amat nyaranin saya untuk beurut tadi di tentangga sini."
Ice memperkenalkan dirinya lanjut menerangkan keadaannya hingga dirinya sekarang ada dirumah Pak Amat.
"Begini Bu.. ini Neng Ice baru aja datang ke Jakarta dan tanpa tujuan, berhubung hari sudah malam, jadi Bapak nawarin Neng Ice buat nginap dulu di rumah kita malam ini, gimana Bu boleh kan?"
"Iya Ibu kalo dibolehkan dan tidak merepotkan, saya ijin untuk menginap disini untuk malam ini."
__ADS_1
"Gimana Bu boleh gak? dan besok pagi Bapak minta tolong ibu untuk bantu Neng Ice cari kontrakan, gimana Bu bisa gak?"
"Iya tentu boleh Neng, dan besok Ibu juga akan bantu Neng Ice cari kontrakan di sekitar sini."
Ucap Bu Lastri istrinya Pak Amat.
"Betulnya Neng Ice gak perlu cari kontrakan, toh rumah ini juga masih ada satu kamar kosong, ya kan Pak?"
Kata Bu Lastri menawarkan satu kamar untuk Ice dan tak perlu mencari kontrakan.
"Nah bener tuh Neng kata Ibu, hitung hitung biar si Nurul punya temen."
Ucap Pak Amat yang setuju dengan pendapat istrinya, walau sebenarnya Pak Amat juga kepikiran kesana awalnya, tapi takut istrinya tidak setuju.
Tapi kini Pak Amat lega, karena istrinya sendiri sudah menawarkan satu kamar untuk Ice agar tak perlu mencari kontrakan.
"Aduh... gimana ya Bapak juga Ibu sunguh baik hati, Ice gak tahu harus bilang apa selain Terimakasih banyak untuk kebaikan Bapak dan Ibu."
"Sudah gak perlu berat hati, pamali kalo menolak niat baik orang, sekarang Neng Ice mandi aja dulu, ayo Ibu tunjukin kamar untuk Neng Ice."
Bu Lastri lalu menggandeng tangan Ice mengajaknya ke kamar yang di berikan untuknya.
"Nah ini kamar Neng Ice, yang sebelahnya ini kamar Nurul anak Ibu satu satunya, mangga' silahkan Neng kalo mau mandi."
Bu Lastri membukakan pintu kamar untuk Ice, lalu pamit ke dapur untuk memasak menu makan malam mereka.
Setelah meletakkan koper pakaiannya, Ice lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, seharian sejak turun dari pesawat dirinya bahkan belum mandi.
Memikirkan hal itu membuat Ice menggelengkan kepalanya berusaha mengusir semua pikirannya tentang Willy.
Sejak turun dari mobil Willy di depan Toserba, Ice sudah memantapkan diri untuk move on, dia akan melangkah maju, ada atau tiadanya Willy untuk dirinya.
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up walau kemalaman dan hari ini hanya bisa up 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.
Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
__ADS_1
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍