
Malam harinya
Di Apartemen Lake Zurich Penthouse Swiss,
ini kali pertama Ice sendirian di apartemen tanpa Willy, berulang kali Ice membalik bantalnya agar bisa tidur tapi tak bisa juga tidur.
Berulang kali juga Ice membalikkan badannya dari kanan menghadap ke kiri, dari kiri menghadap kanan lalu duduk melihat jam di dinding yang entah mengapa terasa berjalan sangat lamban dan suara dentang jarum jamnya seolah berubah menjadi lebih nyaring membuat Ice semakin sulit untuk tidur.
Banyak hal melintas di kepalanya, bayang bayang saat bibirnya di cium Willy pun ikut melintas membuatnya tiba tiba merasakan kehilangan.
Baru kini Ice menyadari kalo dirinya selama ini sangat bergantung pada Willy, dan saat ini Ice baru merasakan yang namanya kehilangan saat Willy tak ada di dekatnya.
"Om... apa kamu juga sedang mengingatku? Ice kangen Om, Ice sepi sendiri disini sendirian."
Ucap Ice bicara sendiri sambil menatap foto Willy yang tersimpan di galery handphone-nya.
Berulang kali Ice coba menelphone nomor Willy walau dia tahu jika handphone Willy pasti sedang di non aktifkan saat dalam penerbangan.
Sampai tak terasa akhirnya Ice tertidur juga setelah berulang kali melakukan panggilan ke nomor handphone Willy.
Kembali lagi ke Willy.
Willy yang selesai mandi dan hanya mengenakan handuk yang dililitkan di pinggangnya teringat jika ponselnya dalam keadaan mati itupun segera mengaktifkan ponselnya.
Begitu ponselnya menyala langsung berbunyi tak berhenti, begitu banyak notif panggilan dari Ice membuat Willy khawatir dan langsung menyalakan laptopnya membuka rekaman CCTV di apartemen miliknya di Zurich.
Dilihatnya kamar Ice yang kosong, lalu Willy berpindah memantau dapur, ternyata dapur juga sepi, Willy mulai gelisah lalu menelphone si kembar Alvin dan Elvan.
"Al what are you guys doing, where is Ice"
"Al apa yang kalian lakukan, di mana Ice"
Tanya Willy yang panik sehingga tak lagi berfikir dengan jernih.
"Calm down Boss, it's still early morning there's no way Ice is hanging around outside."
"Tenang Bos, ini baru masuk pagi tidak mungkin Ice berkeliaran di luar."
Jawab Alvin yang masih mengantuk karena tidak biasanya dia bangun pagi jika tidak karena telpon dari Boss-nya yang tak tau waktu ini pikirnya.
Willy yang baru sadar jika di Zurich saat ini sedang masuk waktu subuh segera menutup panggilan telpon-nya, membuat Alvin yang diseberang sana menggeleng gelengkan kepalanya.
"It's only been one day that you've gone crazy Boss."
"Baru sehari kamu sudah menjadi gila, Boss."
__ADS_1
Ucap Alvin mengomentari tingkah Willy, lalu kembali tidur.
Sementara Willy kembali melihat rekaman CCTV di apartemennya di Zurich, ditelitinya satu persatu ruangan sampai akhirnya dilihatnya Ice keluar dari kamar mandi di kamarnya barulah Willy merasa lega.
Karena penasaran dengan notif panggilan Ice yang berulang kali, akhirnya Willy memutar rekaman sekitar waktu yang ditunjukkan di notif saat Ice menelphone-nya.
Dilihatnya Ice yang gelisah dan tidak bisa tidur dan mulai terlihat berulang kali melakukan panggilan dengan handphone-nya membuat Willy ketawa dan geleng geleng kepala.
Setelah puas melihat Ice dari rekaman CCTV, Willy lalu berpakaian santai hanya mengenakan kaos putih polos dan celana pendek, lalu turun kebawah untuk sarapan bersama Mommy-nya.
"Morning Mom mmmuach....."
Sapa Willy pada Mommy-nya sambil mencium pipi Mommy-nya.
"Morning too sayang, kamu gak ngabari Mommy kalo pulang hari ini anak nakal."
Ucap Mommy-nya sambil menyendokkan nasi kuning lengkap dengan toping pelengkapnya untuk Willy.
"Thanks Mom, kalo kirim kabar dulu bukan surprise dong namanya."
Sahut Willy sambil menyuapkan nasi ke mulutnya.
"Lah ini ada bakwan udang juga Mbok, bukannya tadi gak ada?"
"Iya si Mbok gak tega kalo den Willy cuma makan begitu doang, jadi si Mbok gorengkan bakwan udang tadi sambil nunggu aden turun."
Jawab Mbok Na sambil ikutan makan bersama Willy dan Mommy-nya.
"Makasih ya Mbok selalu setia dan sabar selama disini."
Ucap Mommy-nya Willy sambil menepuk hangat tangan Mbok Na.
"Sama sama Nya, si Mbok yang terimakasih atas kebaikan Nyonya dan Den Willy yang masih terus memperbolehkan ikut disini sampe sekarang."
Ucap Mbok Na tulus apa adanya.
"Mbok Na kalo ada butuh sesuatu bilang aja sama Willy ya Mbok, gak usah pake gak enak hati."
Ucap Willy sambil mengunyah makanannya.
"Will.... kamu gak langsung ke kantor kah? kok pake baju kaosan begini?"
Tanya Mommy-nya.
"Iya Mom masih capek kelamaan duduk di pesawat, Willy mau tiduran aja hari ini."
__ADS_1
Sahut Willy sambil meminum air putihnya menyudahi sarapannya.
"Ya udah kalo mau tidur, padahal Mommy mau minta anterin ke ***** cafe, biasa arisan sama temen temen Mommy."
Ucap Mommy-nya Willy yang benernya mau memperkenalkan Willy dengan anak gadis temen temen sosialitanya.
"Willy gak tertarik kenalan sama anak anak temen sosialita Mommy, Willy masih capek Mom."
Kata Willy yang sudah tau rencana Mommy-nya.
"He.. he.. kok tau sih kalo Mommy mau ngenalin anak Mommy yang ganteng ini ke mereka"
Ucap Mommy-nya Willy sambil tertawa geli.
"Cerita lama itu Mom, masa Willy gak hapal sih."
"Mulai sekarang Mommy gak perlu promosi ke temen-temen Mommy lagi, Willy gak tertarik."
Ucap Willy sambil berlalu berniat masuk ke kamarnya lagi.
"Jadi anak kok susah banget di cariin jodoh gak mau, tapi sampe sekarang masih ngejomblo terus."
Gerutu Mommy-nya Willy yang masih menikmati teh hangatnya.
"Kalo jodoh pasti akan ketemu juga Nya, walaupun diujung dunia juga, cuma waktunya aja mungkin yang belum saatnya."
Ucap Mbok Na menghibur Mommy-nya Willy sambil merapikan kembali meja makan.
"Ya udah Mbok tolong beri tahu mang Ujang untuk siap siap bentar lagi antar saya ke *****cafe."
Pesan Mommy-nya Willy sebelum pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap.
"Siap Nyonya."
Jawab Mbok Na lalu berlari ke halaman depan mencari mang Ujang agar bersiap mengantar Nyonya-nya(Mommy-nya Willy) pergi.
Sementara Willy masih terus memperhatikan Ice lewat rekaman CCTV yang sudah terkoneksi dengan laptopnya.
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa kasih bonus tambahan 1 bab lagi ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.
Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
__ADS_1