Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Transient Global Amnesia"


__ADS_3

Setelah selesai menyelesaikan beberapa meeting dengan beberapa klien, akhirnya Willy dan Kai baru bisa bernafas lega.


"Will lo yakin ingin langsung ke RS XX, gak mau gue antar pulang aja dulu?, gue lihat lo masih butuh banyak istirahat bro".


"Langsung ke RS XX Kai, Om Jay sudah sadar sejak tadi malam"


Sahut Willy memberitahu keadaan Jay kepada Kai.


"Alhamdulillah akhirnya ada berita baik, senang denger Om Jay sudah sadar Will, kalo gitu gue juga ikut ke RS XX lah".


"Jangan cerita apapun dulu saat ini tentang keadaan yang sebenarnya pada Om Jay, saat ini sebagian ingatannya belum pulih, jadi jangan sampai dia syok saat mengetahui keadaan Rani"


"Apa dia tidak mengingat perihal kecelakaan itu?"


Tanya Kai yang sempat bingung dengan peringatan yang diberikan Willy untuk tidak menceritakan perihal kejadian yang sebenarnya.


"Entahlah mungkin dia terkena syndrome atau trauma berat yang membuat otaknya tidak mau mengingat kejadian yang dialaminya atau...".


"Atau apa?..., kalo bicara yang jelas bro jangan sepotong-sepotong yang ada bikin gue tambah bingung kalo gak tambah penasan"


Sewot Kai dengan tangan yang masih sibuk dengan kemudi dan mata tetap fokus ke jalan raya.


"Kemungkinan Om Jay mengalami Transient Global Amnesia ".


Jawab Willy sambil menutup matanya dan kepala yang bersandar di sandaran jok kursi samping Kai.


"Apalagi itu Trans trans apa? sudah mirip Tran Jakarta wae tuh nama penyakit".


"Transient Global Amnesia, istilah medis itu untuk penyakit hilang ingatan yang sedang di idap oleh Om Jay".


"Iya apalah istilahnya tapi coba terangkan lebih jelas lagi bro , gue lola nih".


"Transient Global Amnesia, Pengidap amnesia jenis ini biasanya akan mengalami hilang ingatan pada kejadian tertentu secara total, walaupun kejadian tersebut baru saja dialaminya. Amnesia jenis ini disebabkan karena adanya cedera yang berhubungan dengan kepala".


"Jadi menurut lo Om Jay sedang mengalami amnesia yang lo sebutin tadi".


Tanya Kai masih dengan aktivitas mengemudinya.

__ADS_1


"Sesuai keadaannya sekarang, bisa dipastikan iya".


Jawab Willy masih dengan mata terpejam.


"Kita do'a-kan saja itu tidak berakibat lebih buruk kedepannya, seperti alzheimer itukan lebih ekstrim lagi".


footer


Alzheimer adalah penyakit yang mengakibatkan koneksi sel otak dan memori sel-sel sendiri merosot dan mati, akhirnya menghancurkan memori dan fungsi mental penting lainnya.


"Karenanya sebisa mungkin jangan sampai membuatnya syok, atau cedera otaknya akan membuatnya semakin parah"


Kata Willy kembali mengingatkan Kai untuk berhati-hati dalam bicara saat bertemu Om Jay nantinya.


"Tenang saja, gue tahu apa yang pantas dikatakan dan apa yang harus dihindari bro"


Setelah hampir satu jam perjalanan diantara macetnya jalan raya, akhirnya sampai juga di pelataran RS XX.


Kai lebih dulu menurunkan Willy di pelataran khusus keruangan para petinggi RS XX, karena RS XX itu salah satu aset bergerak dibawah naungan Perusahaannya yang dalam artian milik Willy.


Setelah menurunkan Willy, Kai segera memarkirkan kendaraannya lebih dulu di area parkir para eksekutif RS XX, setelahnya Kai buru buru menyusul Willy ke ruangan eksekutif khusus para petinggi yang mengelola RS XX.


"Saya ingin laporan terperinci tentang perkembangan kesehatan Om Jay dan juga istrinya yang bernama Rani, sesegera mungkin".


Beberapa Dokter segera menyodorkan beberapa map dokumen yang berisi riwayat pengobatan Om Jay dan juga Rani.


Willy juga meminta tiap-tiap Dokter menjelaskan semua hasil diagnosis masing masing.


Hasil sementara dipastikan kalau Om Jay positif mengidap Transient Global Amnesia dan masih akan tetap dalam observasi selanjutnya.


Dan untuk Rani sampai saat ini masih dalam keadaan tidak sadar, walau pasca operasi tubuh tampak mulai membaik dan rahimnya juga mulai kembali sehat dan tidak menunjukkan munculnya peradangan atau infeksi.


Jadi untuk Rani para Dokter memberi diagnosis bahwa Rani dalam kondisi koma.


Dan ini membuat Willy sangat bersedih, dia merasa tidak berguna karena tidak pernah ada saat nyawa wanita yang dicintainya sedang dalam bahaya.


Apa yang dirasakan Willy hanya dia seorang dan Tuhan yang tahu, karena Kai sendiri tidak pernah tahu tentang siapa wanita yang selama ini di cintai oleh sahabat sekaligus Boss-nya itu.

__ADS_1


Setelah mendapatkan semua laporan medis serta penjelasan dari para Dokter, akhirnya para Dokter itu diperbolehkan kembali pada rutinitas mereka masing masing.


Willy dan Kai pun keluar dari ruangan yang sebenarnya khusus untuk Willy sebagai pemilik RS XX.


Willy yang diikuti Kai segera menuju ke ruangan Om Jay-nya untuk mengetahui kondisi Jay saat ini dan menyapanya.


Jay yang baru selesai minum obatnya, dapat mendengar ada suara kaki yang berhenti di depan pintu ruang rawatnya.


Dia sangat berharap yang berkunjung saat ini adalah istrinya Rani.


Saat pintu di buka, saat itu juga wajahnya menjadi masam saat melihat wajah yang nampak setelah pintu terbuka adalah pasangan Boss dan Asistennya yang tak lain Willy dan Kai.


"Assalamu'alaikum, Om gimana kabar keadaan Om saat ini"


Salam dan sapa Kai saat pintu terbuka.


"Alhamdulillah sudah lebih baik, tapi kenapa cuma kalian berdua yang kemari?"


Jawab Jay dan disambungnya dengan pertanyaan yang cukup membuat pasangan Boss dan Asistennya itu saling lirik.


"Om gak suka kita tengok nih..., oh iya ini tadi kita sempet mampir di kantin untuk beliin Om nasi sama capcay seafood kesukaan Om, pasti bosen kan makan menu RS yang serba hambar anyep"


Kata Kai sambil meletakkan makanannya yang dibawanya di atas nakas samping brankar Jay.


"Ok makasih untuk makanannya, dan lo Will cepat jelasin sekarang kenapa selalu cuma lo yang nengokin gue?, kemana bini gue Rani?, kenapa dia gak pernah tengokin atau sekedar telepon gue?"


Tiba-tiba Jay menunjuk Willy meminta penjelasan, Jay yang sudah memendam Rindu pada istrinya dan rasa curiga karena tak pernah Rani datang menengoknya atau sekedar telepon bertanya kabar tentangnya akhirnya menanyakan semua yang dia pendam selama ini pada Willy.


Willy lebih dulu membetulkan posisi duduknya sebelum menjawab pertanyaan dari Om Jay-nya.


"Ehemmm...."


Lebih dulu Willy berdehem sebelum menjawab pertanyaan Jay yang membuat Jay semakin tidak sabar mendengar jawaban dari Willy.


*Selamat membaca para readers akhirnya othor selesai juga up 1 bab hari ini disela sela kesibukan outhor.


Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya.

__ADS_1


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2