
Pagi hari Willy dan Kai lebih dulu mengecek keamanan Om Jay dan Rani di RS XX sebelum ke kantor.
Setelah memastikan keadaan keduanya aman, barulah Willy dan Kai melanjutkan perjalanannya menuju kantor untuk melanjutkan semua penyelidikan atas kecelakaan yang dialami oleh Om Jay dan Rani.
Satu lembar kertas penuh oleh no kendaraan yang berkait dengan kecelakaan kemarin, mulai mereka telurusuri kepemilikannya satu persatu, hingga di perolehlah beberapa no kendaraan yang diketahui kepemilikannya atas nama satu orang yang sangat dikenal dan tak asing bagi Willy dan Kai.
Kedua saling pandang dan tersenyum misterius lalu,
"Binggo...."
seru keduanya sambil melakukan tos dengan kepalan tangan, lalu keduanya meraih jas kerja masingΒ² dan menggunakannya sambil berlalu.
Ditangan Kai penuh bukti untuk mejerat seseorang mendekam di hotel prodeo selama puluhan tahun karena terbukti merancang pembunuhan berencana.
Sambil mengendarai mobil Kai menghubungi team ahli IT mereka untuk meretas semua data perusahan si tersangka otak dari kecelakaan Om Jay dan Rani, untuk membongkar semua kecurangan dalam bisnis si pelaku, selain itu mereka juga membuat miskin sipelaku
dan para kru-nya dengan mencuri dan memindahkan seluruh aset kekayaan yang mereka punya ke beberapa akun Amal yayasan yatim piatu dan lansia.
Willy dan Kai tidak akan mengusik dan ikut campur urusan orang lain, tapi mereka juga tidak akan mengampuni siapapun yang mencoba mengusik mereka.
Setelah memberi intruksi pada team IT mereka, Kai juga menghubungi seorang pejabat kepolisian bagian kriminal dan menceritakan garis besar kejadiannya lalu membuat janji temu di kantor polisi.
Taklama mereka pun sampai di kantor polisi yang dituju dan melaporkan seluruh kejadian perkara, dan kepala polisi yang sebelumnya mereka hubungi juga sudah menemani mereka dan mereka juga menunjukkan bukti bukti kejadian dan sekenario dari semua peristiwa yang terkait.
__ADS_1
Setelahnya, Kai dan Willy kembali ke kantor dan menginstruksikan beberapa tim keamanan mereka yang terlatih untuk menjaga semua titik pelarian agar si tersangka dan kru-nya tidak dapat kabur saat polisi mulai bertindak.
Sementara itu di perusahan milik Rico rich seorang pengusaha muda yang belum lama ini menjadi topik hangat dipencarian gosip terpanas di internet.
Peruahaan itu lebih sibuk dibandingkan dengan hari hari sebelumnya.
" Pak semua keuangan kita devisit, akun perbankan semua di block dan aset kita juga sudah diambil alih oleh akun gelap dan kita tidak bisa menariknya kembali"
"Semua perusahaan kita colaps, saham tiba tiba terjun drastis, kita sudah berakhir"
"Semuanya habis, sudah tidak ada lagi yang bisa diselamatkan"
"Bagaimana kita membayar semua gaji karyawan"
Para penanam modal dan pejabat penting perusahaan itu saling mengeluh.
"STOP!!!!"
"Tidak ada lagi yang bisa kita lakukan, silahkan bubar dan selamatkan diri kalian masing-masing"
kata seorang pemuda tampan yang tetap bersikap tenang walau dalam posisi yang tertekan dan tidak baik-baik saja itu.
"Tapi Boss bagaimana dengan dirimu?, mereka tidak akan melepaskanmu Boss"
__ADS_1
kata Steve yang menjadi rekan juga sahabatnya itu.
"Aku akan menanggungnya sendiri, kau pergilah dengan yang lainnya"
jawab Rico Rich tetap dengan ekspresi tenangnya, seolah semua tidak ada arti baginya.
"Jangan gila kamu Rico!!..., kau baca sendiri mereka berhasil menggiring opini publiks kalo aplikasi trading yang kita pasarkan adalah judi ilegal dan tidak memiliki izin"
"Kita bisa pergi bersama meninggalkan negara ini"
kata Steve berusaha merayu Rico agar mau pergi bersamanya.
"Kau belum mengenal keluarga Sanjaya dan keluarga Atmadja bertindak, mereka tidak akan membiarkan aku lolos"
"Jadi kau pergilah selagi bisa, aku akan selalu mengingatmu sebagai sahabat terbaikku"
kata Rico sambil menepuk bahu Steve.
*Selamat membaca para readers maaf outhor gak tepat janji untuk up setiap hari karena kesibukan outhor.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment ππ*
ππππππππππππππππππππππππππππππππ
__ADS_1