Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Akankah Ice Mau Kembali"


__ADS_3

Setelah melerai perkelahian Willy dan Fathir, Ice memilih memasak mie instan karena perutnya yang terasa lapar setelah lebih dari enam jam perjalanan dan ditambah waktu yang berlalu untuk keributan tadi Ice belum makan apapun.


"Hah... dari pada mikirin mereka berdua, lebih baik mikirin perut, ukh.... laper banget."


Ucap Ice sambil memasak mie instan rasa kari ayam special dengan taburan cabe setan lengkap dengan telor setengah matang.


"huh... hah... pedes.... mana air ( menuang air mineral kedalam gelas lalu meneguknya) mantap banget rasanya kalo sedang lapar begini."


Ice menyantap mie instannya denga lahap, dia sama sekali tak ingin memikirkan keributan tadi.


Baginya saat ini lebih baik makan, perut kenyang agar pikiranpun tenang.


"Ukh... emmmm..... kenyangnya, jadi ngantuk kalo kekenyangan begini, mandi dulu ah baru tidur."


Ucap Ice yang seolah-olah sama sekali tak pernah terjadi apapun sebelumnya.


Ice membasahi rambutnya sambil menikmati dinginnya air yang menyiram tubuhnya berharap dapat mendinginkan suasana hatinya juga pikirannya.


Sebenarnya Ice sebisa mungkin untuk menghibur dirinya sendiri dan tak ingin tenggelam dalam kesedihan juga rasa kecewanya terhadap perilaku Willy selama ini.


Setelah cukup lama mandi, akhirnya Ice memilih untuk tidur dan berharap dapat memulai hari esok dengan suasana hati yang lebih baik.


Berbeda dengan Ice, saat ini Willy sedang duduk berhadapan dengan Fathir, suasana tegang pun tampak sekali dirasakan oleh keduanya.


Sehingga tak ada satupun diantara mereka yang memulai percakapan lebih dulu.


Pada akhirnya keduanya berpikir untuk membuka percakan.


"Will...."


"Ta......"


Ucap keduanya bersamaan."


"Lo ngomong aja duluan"


Ucap Fathir sambil menghisap rokok nya.


"Udah lo aja yang duluan, gue bahkan gak tahu harus mulai bicara dari mana.

__ADS_1


"Will terus terang gue jatuh cinta pada Ice, jadi kalo seumpamanya lo nyia nyiain Ice, serahkan Ice ke gue, biar gue yang bahagiain dia."


Ucap Fathir yang sebenarnya memang mulai memiliki rasa pada Ice.


"Jangan mimpi lo Ta, seandainya ini mimpi pun, gue gak akan serahin Ice ke elo atau siapapun."


Ucap Willy menimpali kata kata Fathir.


"Gue serius Will akan bawa Ice pergi menjauh dari lo, jika gue tahu lo nyakitin Ice lagi."


Ancam Fathir kepada Willy.


"Gue janji gak mungkin nyakitin Ice lagi, gila lo Ta gue laper masa lo adem adem wae gak berusaha ngajak kita makan sih.


"Edan, bisa bisanya lo inget makan disaat begini?"


Ucap Fathir yang merasa gemas karena Willy yang mendadak bilang lapar di saat mereka membahas masalah Ice.


"Serius ini gue laper onta... emang lo yang kenyang setelah babak belur, gue mandi dulu."


Ucap Willy mulai berusaha mencairkan suasana sebelum akhirnya memilih mandi lebih dulu.


Ucap Fathir lirih sambil melihat isi lemari dapurnya untuk mengecek apa saja yang masih bisa dimasak.


"Hah.... cuma ada mie instan, tapi lumayanlah untuk mengisi perut yang lapar Dari pada gak bisa tidur karena harus menahan lapar."


Akhirnya Fathir memasak dua porsi mie instan gak jauh beda seperti Ice di kamar sebelah yang juga sedang makan mie instan.


Sambil memasak mie instan, Fathir mulai teringat saat bagaimana cara Ice melerai perkelahian dirinya dengan Fathir.


"Uhhh.... itu si Ice laki apa cewek sih aslinya ya?, pukulan keras banget gak main main, masih sakit nih pundak sama dada gue."


Ucap Fathir sambil menyentuh dada nya yang masih terasa sakit bekas pukulan Ice tadi.


Sementara Willy dikamar mandi sibuk berkaca menatap wajahnya yang babak belur juga sudut bibirnya yang biru dan sobek karena tinjuan Fathir.


Cukup lama Willy memandangi kaca tapi sudah tak lagi terpaku pada wajahnya yang babak belur, saat ini dirinya sedang hanyut dalam lamunannya.


Semua kata-kata Ice saat meluapkan semua keluhannya atas sikapnya selama ini,membuatnya merasakan sesak yang teramat sangat.

__ADS_1


"Sejahat itu gue ke kamu saat itu Ce, entahlah apa yang ada dipikiran ini saat itu sehingga bisa berbuat seperti itu ke kamu."


Ucap Willy dalam hati saat memikirkan semua yang pernah dia lakukan kepada Ice.


Willy bahkan berusaha meletakkan rasa cintanya ke Ice jauh di belakang, hanya karena alasan ingin fokus ke pada sikembar. Yang saat itu Willy mengira jika dia akan dapat mengurus si kembar seorang diri, sampai akhirnya Kaizar menyadarkannya bahwa sikembar tidak hanya butuh figur ayah tapi juga membutuhkan sosok seorang ibu yang akan merawat dan menyayangi mereka.


Dan sekarang disinilah dirinya berada, untuk meminta Ice agar bersedia pulang bersamanya dan menikah dengannya, tapi apakah akan semudah itu Ice memaafkan Willy dan menerimanya kembali? dan inilah yang sedang dipikirkan Willy sampai akhirnya panggilan Fathir di depan pintu kamar mandi telah membawanya kembali kealam sadarnya.


"Will... lo gak sedang ngorok sambil nongkrong di WC kan?, buruan ini mie instan lo keburu dingin."


Teriak Fathir dari depan pintu kamar mandi.


Willy buru buru mengeringkan tubuhnya dan keluar hanya dengan mengenakan handuk yang dililitkan di atas pinggangnya.


"Iya... gue cuma sedang memikirkan sesuatu."


Jawab Willy sambil mengambil boxer juga kaos oblong putih dari dalam tas koper pakaiannya, lalu kembali ke kamar mandi untuk memakainya.


Setelahnya Willy kembali ke depan untuk memakan mie instan yang sudah dimasakkan oleh Fathir.


"Gue tinggal mandi dulu, lo makan aja, kalo kurang lo masak aja lagi sendiri."


Ucap Fathir sambil berlalu menuju kamar mandi dengan membawa salin piyama tidurnya.


"Hemmm...."


Hanya satu deheman sebagai Jawaban dari Willy yang sedang menyantap mie instannya.


"Ice sedang apa ya? kira kira sudah tidur belum ya? pukulannya lumayan keras juga, gue kira dia lupa gimana caranya bertarung setelah lama di Swiss."


Monolog Willy sambil terus menyantap mie instannya semangkuk gede, mungkin Fathir memasak dua bungkus mie instan tiap mangkoknya.


"Ini muka gue babak belur begini apa kata orang kalo gue pulang dalam keadaan seperti ini, apalagi si kembar sudah dipastikan bakal kepo dan banyak tanya, eh apa kabarnya si kembarannya?"


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau kembali kemalaman dan kondisi othor yang baru mulai sehat juga kondisi anak yang Alhamdulillah juga mulai sehat dan semoga saja terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes


Dan semoga outhor bisa up minimal 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*

__ADS_1


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2