
Akhirnya siang harinya Willy dan Kai membolehkan Mommy-nya Willy untuk ikut menengok Om Jay.
Willy dan Kai sudah lebih dulu berpesan ke Mommy agar tidak membahas masalah Rani saat berjumpa dengan Om Jay untuk menghindari tekanan mental lebih parah ke Om Jay.
Mommy-nya Willy tampak sangat bersemangat saat menjenguk adiknya, membuat Willy dan Kai was-was takut si Mommy lupa apa yang sudah mereka pesankan ke Mommy sebelum sampai di RS.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh"
Salam sang Mommy bersamaan Willy dan Kai.
"Wa'alaikumsalam Warahmatullahi wabarakaatuh, wah... mbak-yu mari silahkan masuk."
Jay yang sama bersemangatnya saat melihat mbakyu-nya yang tak lain adalah Mommy-nya Willy datang menjenguknya merasa sangat bahagia.
"Oh..... Jay sayang, gimana kabarmu sekarang? apa sudah merasa lebih baik?"
Pertanyaan beruntun langsung keluar dari mulut Mommy-nya Willy sambil memeluk adik semata wayang-nya penuh rindu.
"Tubuhku sehat Mbakyu, tapi beberapa ingatanku belum kembali, entahlah kapan aku diperbolehkan pulang, aku juga rindu dengan semua pekerjaan-ku."
"Will tidak bisakah Om Jay pulang dan cukup rawat jalan saja?"
Tanya sang Mommy yang iba melihat adiknya terkurung di RS beberapa bulan ini pasti sangat bosan, pikir Mommy-nya Willy.
"Iya sepertinya sudah tidak bermasalah,karena penyakitnya tidak berkembang dan ingatan yang hilang juga tidak bertambah,ku rasa sebaiknya Om Jay di bolehkan pulang dan kita bisa bantu untuk mengingat beberapa memori yang buram agar Om Jay bisa mengingatnya kembali."
Saran Kai yang setuju dangan permintaan sang Mommy.
"Baiklah silahkan saling melepas rindu, gue dan Kai akan ke ruang Presdir membicarakan ini dengan Dokter yang mengobati Om Jay ok..."
Willy dan Kai segera menuju ke ruangan-nya dan membahas perkembangan kesehatan Om Jay secara mental dan fisik apakah sudah boleh pulang dan menjalani rawat jalan.
Setelah mendapat hasil analisa dari para Dokter selama masa observasi, akhirnya Om Jay dinyatakan positif hanya mengalami amnesia pasca traumatik dan seiring berjalannya waktu memori yang hilang bisa kembali suatu saat nanti.
Tapi Willy ingin mengajak Om Jay-nya menengok keadaan Rani lebih dulu sebelum membawa Om Jay pulang ke rumah.
"Om kita jalan-jalan sebentar yuk, sebelum pergi meninggalkan RS ini, siapa tau ketemu jodoh, banyak Dokter muda cantik-cantik loh Om."
__ADS_1
Sementara Kai sudah lebih dulu mengantarkan Mommy-nya Willy pulang ke rumah karena mendadak melow saat menjenguk Rani seorang diri tadi.
"Ayolah, tapi entah kenapa gue merasa melupakan seseorang yang sangat bearti, tapi gue gak bisa mengingatnya Will."
"Sabar aja Om, suatu saat pasti Om bisa mengingatnya."
Akhirnya tiba juga di depan ruang rawat Rani, Willy mengajak Om Jay-nya untuk masuk.
"Lah kenapa kita masuk keruang rawat orang Will?"
Tanya Om Jay bingung tidak mengerti dengan tujuan Willy.
"Di dalam ada gadis cantik yang sedang tidur, siapa tau berjodoh sama kamu Om dan dia langsung bangun saat mendengar suara Om Jay"
Beneran ya Willy kali ini berhati malaikat, dia meletakkan rasa cintanya jauh dibelakang hanya untuk kesembuhan sepasang suami istri ini.
Padahal jika dia mau egois, bisa saja Willy memanfaatkan keadaan Om Jay yang lupa ingatan untuk merebut Rani dari Om Jay-nya.
Tapi semua tidak dia lakukan, karena sejatinya ketulusan cinta itu memberi bukan memaksakan sebuah rasa, juga tidak harus egois untuk rasa cinta itu sendiri.
Begitu masuk dan melihat Rani yang tertidur dengan ekspresi ketakutan di wajahnya, membuat Jay merasa kepalanya berdenyut sakit tapi tidak dia keluhkan ke Willy.
"Emmm..... kenapa wajah gadis itu seperti tidak asing ya Will, tapi gue gak ingat siapa."
"Mungkin kalian berjodoh Om, cobalah sapa mungkin dia mau bangun bila mendengar suara lo Om"
Akhirnya Jay mendekati brankar tempat Rani tertidur dan belum terbangun juga sampai saat ini, tiba-tiba entah mengapa jiwanya merasakan perih sedih yang teramat sangat bahkan matanya meneteskan air mata tanpa terkendali.
Tak terdengar satu kata keluar dari mulut Jay tapi suara isakan tangis tak dapat di tahannya begitu saja lolos dari mulutnya.
Jay menggenggam tangan Rani semua emosi jiwanya tak terkendali tapi tak ada satu kenanganpun melintas di kepalanya yang mengingatkan dia pada sosok Rani istrinya.
"Ada apa ini, kenapa rasanya sakit sekali saat melihat gadis ini kenapa air mata ini tak terkendali."
Jay bahkan sampai terduduk bersimpuh dengan tangannya masih menggenggam tangan Rani.
"Om ada apa, apa Om mengingat sesuatu tentang gadis ini?"
__ADS_1
Willy menanyakan keadaan Om Jay-nya sambil membantunya bangkit dan mendudukkannya di bangku sebelah brankar Rani.
"Entahla Will, gue merasakan emosi gue tak terkendali ada rasa yang sangat sakit perih disini saat melihat gadis ini."
Ucap Jay sambil menunjuk dadanya sendiri.
"Dan air mata ini bahkan menetes tak terkendali, katakan pada gue Will... siapa gadis ini?"
Tiba-tiba Jay memberikan reaksi yang berlebihan, dia mencengkram kerah baju Willy dan bertanya tentang siapa sebenarnya gadis ini.
"Tenanglah Om atau keadaan Om akan bertambah buruk, kita pulang sekarang.... baru setelahnya kita mencari tau siapa gadis ini, ok..."
Ajak Willy berusaha menenangkan Om Jay-nya.
"Aku merasa dia orang yang sangat dekat dengan ku, tapi aku tidak dapat mengingatnya Will, oh Tuhan ada apa ini"
"Setiap peristiwa ada alasannya, setiap kejadian ada sebabnya, cobalah untuk tenang, pasti akan ada Jawaban dari semua pertanyaan lo Om tapi semua butuh waktu dan lo harus tetap tenang."
"Kita pulang sekarang Ok..."
Tak ingin Om Jay-nya kembali larut dalam pencarian kepingan kepingan memori-nya yang hilang yang mungkin akan semakin menghapus memori lainnya, akhirnya Willy mengajak Om Jay-nya untuk pulang.
Willy juga merasa bersalah karena dengan mengajak Om Jay menengok Rani, seolah Willy memaksa Om Jay untuk mengingat semua tentang Rani.
"Om mau pulang ke rumah Om sendiri atau pulang ke rumah Mommy?"
Tanya Willy sambil tetap fokus ke jalan raya.
"Mungkin saat ini akan lebih baik pulang ke rumah Mbakyu ku Ratih, setidaknya aku tidak kesepian dan ada yang diajak ngobrol."
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab tepat waktu dan semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes
Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya syukur syukur bisa up 2 bab ya readers.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘2👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
__ADS_1