Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Kesehatan Jay Terkini"


__ADS_3

Sementara di ruang rawat Jay sedang membaringkan tubuhnya sambil berpikir apa maksud dari kata kata Willy tadi, jika dia sudah lebih sehat baru boleh bertemu Rani.


"Apa aku belum sehat? atau aku sedang mengidap penyakit yang berbahaya? sampai tidak diperbolehkan bertemu Rani."


"Mungkin memang sebaiknya aku berusaha untuk segera sehat, agar bisa cepat bertemu istriku."


"Tapi kenapa aku harus menuruti kata kata bocah songong itu? Rani itu istriku, aku punya hak atas istriku lalu kenapa aku harus menuruti kata katanya?"


"Kenapa seolah justru dia yang berkuasa atas Rani dan mengatur kapan aku boleh bertemu Rani, Rani itu istriku."


"Ahhh... kepalaku pusing jadi sakit gara gara mikirin kata katanya."


Jay sibuk sendiri dengan semua pikirannya membuatnya kembali merasakan sakit dikepalanya.


Akhirnya Jay menekan tombol emergency untuk memanggil Dokter atau perawat, karena rasa sakit yang sangat hingga membuatnya tak sadarkan diri setelahnya.


Setelah sekitar lima sepuluh menit pasca tombol emergency ditekan, akhirnya Dokter dan beberapa perawat datang memberikan tindakan agar Jay kembali siuman.


Para perawat dengan sigap membantu Dokter memberikan tindakan pada Jay.


Setelah sekian menit, akhirnya Jay kembali sadar dan hal pertama yang dilakukannya adalah memegang kepalanya yang terasa berdenyut sakit sekali.


"issshhhhh.... sakit sekali auw....... sakitnya......"


Karena sakit yang teramat sangat membuat Jay mendesis kesakitan dengan meremas kepalanya.


Dokter yang melihat betapa Jay sangat kesakitan segera memberikan suntikan yang bersifat analgesik untuk meredakan sakit dan menenangkan pasien.


Setelah beberapa waktu usai mendapatkan suntikan, akhirnya Jay mulai tenang dan tertidur.


Willy yang sedang di ruang rawat Rani tidak tahu jika Jay baru saja mengalami serangan rasa sakit pada kepalanya karena terlalu keras berpikir.


Ke-esokan paginya Willy terbangun saat petugas kebersihan masuk ke ruang rawat Rani untuk membersihkan ruangan, dan bersamaan itu pula Perawat datang untuk membersihkan tubuh Rani dan menggantikan pakaian pasien Rani.


"Tuan... Tuan.... permisi, maaf Tuan ruangan akan dibersihkan dan saya juga harus merawat dan mengganti pakaian nyonya."


"Oh iya maaf, silahkan karena saya juga akan pulang."


Jawab Willy sambil bangkit dari duduknya lalu malangkah keluar ruangan dengan tujuan pulang ke rumahnya.


Karena tidak membawa kendaraan sendiri, Willy memilih pulang dengan naik ojol, dia berpikir akan lebih mudah dan cepat sampai bila menumpang ojol di jam saat lalu lintas sudah padat.


Setelah sampai di rumah seperti kemarin, Willy langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur empuknya dan tak butuh lama baginya untuk sampai ke alam mimpi.

__ADS_1


Saat Willy sedang terbuai dialam mimpinya, maka saat itu Kai sedang sibuk menyelesaikan semua pekerjaan kantor.


Di rumah sakit Jay sedang menjalani beberapa tes setelah mendapatkan serangan rasa sakit dikepalanya.


Dokter menanyakan tentang hal hal yang terkait dengan kehidupan Jay mulai masa lalu sampai masa sebelum kecelakaan, juga menanyakan beberapa nama orang yang dikenalnya.


"Selamat pagi Tuan Jay"


Sapa Dokter yang mempelajari penyakit Jay terkait amnesia yang dideritanya pasca sadar dari koma.


"Pagi Dokter"


Jawab Jay ramah.


"Bagaimana kepalanya apakah pagi ini terasa sakit lagi?"


"Sudah tidak sakit dokter, tapi saya sulit mengingat beberapa hal"


Jawab Jay yang ditanggapi dengan senyuman oleh Dokter.


"Bisa ceritakan hal apa saja yang sulit untuk Tuan ingat"


"Saya tidak dapat mengingat apa penyebab saya dirawat di RS ini, juga kenapa keluarga saya tidak ada yang menengok saya"


"Saya punya seorang mbakyu namanya Ratih Purwa, dan punya satu keponakan yang umurnya tidak jauh beda dari saya namanya Willy"


"Apa hanya mereka keluarga tuan?, dan apa Tuan ingat siapa nama Tuan?"


"Saya ingat nama saya Sanjaya Purwa, dan yang saya punya cuma mereka keluarga saya."


"Lalu apa lagi yang bisa anda ingat Tuan?, apakah anda punya istri?"


"Hanya itu yang saya ingat, dan saya juga tidak tahu apakah saya punya istri atau tidak?"


"Baiklah untuk saat ini jangan memaksakan diri untuk mengingat apapun, dan usahakan untuk relaks dan tidak berpikir berat."


"Apakah saya menderita amnesia atau mungkin penyakit yang lainnya Dokter?"


"Saat ini yang harus Tuan lakukan hanya istirahat dan jangan berpikir terlalu keras, kita belum tau apa yang sedang terjadi pada Tuan saat ini."


"Baiklah Dokter, tapi bisakah saya minta tolong untuk memberitahukan keadaan saya kepada keluarga saya, saya takut mereka menghawatirkan saya."


"Tentu Tuan, saya akan meminta pihak RS untuk mengabarkan tentang keadaaan Tuan saat ini."

__ADS_1


"Terimakasih Dokter"


"Terimakasih kembali, saya permisi dulu, ingat anda harus istirahat dan minum obat yang diberikan perawat secara teratur."


"Iya Dokter Terimakasih"


Setelah mencatat semua hasil analisa dari setiap keluhan juga jawaban Jay tadi, Dokter segera kembali keruangannya dan meminta pihak RS untuk menghubungi Willy.


Willy yang baru setengah jam tertidur terpaksa harus terbangun lagi karena suara dering ponselnya yang berulang kali berbunyi.


Saat menerima panggilan yang ternyata dari pihak RS XX yang memberikan informasi agar pihak pasien segera datang karena adanya laporan terkini terkait kesehatan pasien.


Setelah menerima panggilan dari RS XX, Willy segera mandi dan bersiap untuk kembali berangkat ke RS XX.


Sebelum berangkat, Willy lebih dulu menjumpai mommy-nya untuk melihat keadaan mommy-nya yang akhir-akhir ini kurang baik karena terus bersedih.


"Mom... selamat pagi mmmuach.... gimana keadaan mommy pagi ini?, oh iya Willy cuma mau kasih kabar kalo Om Jay sudah bangun dari komanya, tapi keadaanya masih belum pulih dan saat ini Willy akan ke RS XX karena harus melihat kondisinya."


"Alhamdulillah.... ya Allah akhirnya do'a ku Kau kabulkan, gimana keadaannya sekarang? tidak ada hal serius lainnya kan mengenai kesehatan Om Jay kamu sayang?"


"Insya'Allah... do'a kan saja yang terbaik untuk Om Jay ya mom, ya udah Willy pamit mau ke RS dulu."


"Will... boleh gak mommy ikut ke RS? mommy rindu kangen ingin ketemu adik mommy."


"Besok saja ya mom, kalo keadaan Om Jay sudah lebih baik, Willy gak mau mommy kembali sedih sebelum Om Jay benar benar sehat"


"Baiklah.... tapi janji besok mommy ikut jenguk Om Jay kamu ya."


"Iya.... tapi mommy juga harus sehat, makanya makan yang banyak yang semangat ok... mom...."


"Iya, ih kok kamu yang jadi lebih cerewet dari mommy sih😔"


"He... he... kan cerewet ini warisan mommy 😂🤣🤣🤣"


"Ya udah Willy pergi dulu, ingat mommy harus makan biar sehat, semangat mom...💪💪💪😘😘😘"


*Selamat membaca para readers akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab disela sela kesibukan outhor.


Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya syukur syukur bisa up 2 bab ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2