
Satu pertanyaan dari Om Jay-nya membuat Willy bisa bernafas sedikit lega, setidaknya Om Jay-nya beneran masih ingat jika dia seorang pembisnis.
"Tenang saja Om, yang harus Om lakukan saat ini adalah berusaha untuk sembuh dan harus mengikuti setiap terapi yang dianjurkan oleh Dokter"
Saran Willy membujuk Om Jay-nya.
"Tapi gue bisa mati bosan kalo harus lama di RS ini Will, gue mau balik kerumah Will."
"Iya nanti kita tanyakan apakah Om bisa pulang dan melakukan rawat jalan saja kepada Dokter-nya."
"Hmmm... jadi siapa yang ngehandle perusahaan gue selama gue sakit Will?"
"Tentu saja Peter asisten Om Jay lah, tapi tetap dalam pantauan gue dan Kai, jadi semua aman Om."
"Syukurlah kalo begitu, oh iya kenapa mbakyu Retno tidak ikut menjengukku?"
"Mommy juga sedang tidak sehat Om, Insya'Allah besok akan Willy ajak kemari."
"Oh iya Om kenal gak dengan gadis yang bernama Rani?"
Pancing Willy ingin tahu apakah Om Jay-nya masih mengingat Rani atau juga melupakannya.
"Rani... Rani... entahlah gue gak bisa mengingat nama itu, apakah sebelumnya gue mengenal gadis yang bernama Rani itu Will? namanya serasa tidak asing tapi beneran gak ada kenangan apapun di internal otak gue tentang gadis bernama Rani itu."
Jawaban Jay barusan otomatis membuat Willy mengerutkan keningnya.
"Gimana kalo Rani itu nama istri Om Jay?"
"Hais jangan bercanda Will, gue selalu sibuk dengan pekerjaan, gimana bisa tau tau punya istri."
Willy benar benar dibuat cengo oleh jawaban Om Jay-nya kali ini, dia gak nyangka Om Jay-nya bahkan melupakan istrinya.
"Sepertinya ini bukan Transient Global Amnesia ataupun Alzheimer, setidaknya gue sedikit lega"
Batin Willy yang menganalisa penyakit amnesia yang sedang di alami Om Jay-nya.
"Ya udah Om Jay sembuh dulu, nanti kalo sudah sembuh bakal gue kenalin ke istri Om eh... calon istri maksudnya Om π€£π€£π€£"
Bingung bilang istri tapi Om Jay sedang lupa sama istrinyaπππ
"Iya gue akan berusaha untuk sembuh, oh iya Will tolong beritahu peter (asistennya Sanjaya) untuk membawa semua laporan perusahaan terakhir ke mari."
Pesan Jay yang sudah mulai Rindu dengan aktivitas kerja-nya.
"Om untuk saat ini jangan memikirkan perusahaan dulu, biar masalah pekerjaan gue sama Kai yang urus, cukup Om patuhi saran Dokter agar lekas pulih ok..."
__ADS_1
"hmmm... baiklah, tapi jika terjadi sesuatu cepat kabari Om"
"Siappp... Boss, ya udah gue balik ke kantor dulu, nanti siang mau makan apa? biar Kai yang beliin"
" Gue pingin makan udang goreng mentega saus asam manis pedas ya, sama salad buah juga Zaura water"
"Banyak bener pesenan lo Om, sama itu Zaura water dimana belinya?"
"Itu air kesehatan ada agen-nya gak sembarangan di jual, tanya aja di peter di kantor gue masih stok berapa dus itu"
"Wuih air minum juga khusus, lo memang suka yang beda dari dulu Om π€£π€£π€£"
"Iyalah harus, semoga aja ingatan gue bisa cepet pulih ya Will"
"Aamiin... Insya'Allah Om diijabah oleh Allah"
"Ya udah gue pergi dulu, ingat gak usah kebanyakan mikir, jangan dipaksain mengingat apapun saat ini"
"Iya... iya... sudah sono berisik lo cerewet sama kayak mommy lo"
"He... he... gitu gitu mbakyu mu loh Om, ya udah Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam Warahmatullahi wabarakaatuh"
Sesampainya di kantor Willy memberi perintah ke Kai untuk memesan membelikan semua pesanan Om Jay tadi, dan mengambil Haura water di kantor-nya Om Jay.
Kai langsung go on the way tanpa banyak bicara lagi, entah dia tersinggung karena merasa di jadiin kurir yang jelas gak sesuai dengan jabatannya.
Tapi namanya Willy, dia cuek aja dengan sikap asisten sekaligus sahabatnya itu, bahkan saat Kai menutup pintu dengan membantingnya pun dia diam saja.
Sementara Kai langsung melajukan mobilnya ke kantor Om Jay gedung Sanjaya Group.
Kai langsung naik ke lantai paling atas dan menemui peter meminta Zaura water satu dus, setelahnya baru ke restoran seafood untuk membeli semua pesanan Om Jay.
Setelah semua pesanan siap, Kai segera membawanya ke RS XX langsung menuju ke ruang rawat Om Jay.
Sesampainya di kamar rawat Jay
"Assalamu'alaikum, apa betul ini ruang rawat Tuan Sanjaya"
Salam disusul gurauan Kai setelah membuka pintu kamar rawat Jay.
"Ha... ha...., wa'alaikumsalam Warahmatullahi wabarakaatuh"
"Silahkan masuk bro, seneng gue lo tengokin kemari, gue kira tuh ponakan songong cuma omong doang, tadi dia bilang akan nyuruh lo kemari bawain pesenan gue"
__ADS_1
"Oh... iyakah?, nih pesenan lo Om komplit semuanya, kita makan sekarang aja ya, sudah waktunya jam makan siang ini"
"Ayokla, gue juga sudah laper nih padahal tadi orang pantry sudah kirim makanan kemari tapi gue tolak, gue nunggu pesenan yang lo bawa itu."
Kai tadi sengaja beli nasi dua porsi dan udang goreng mentega porsi jumbo, dia juga menambahkan beberapa lauk lainnya seperti cah capcoy, sup asparagus dan sambal bangkok.
"Gimana keadaan Om saat ini apa lebih baik?"
Tanya Kai sambil menguyah makanan di mulutnya.
"Hmmm.... kalo fisik mungkin gue tampak baik baik aja bro, tapi gue merasa ada beberapa ingatan yang hilang, salah satunya mengapa gue bisa dirawat disini dan sejak kapan"
Sahut Jay yang juga sedang makan dengan mulut yang penuh.
"Oh... kalo begitu jangan dipaksain Om, takutnya semakin banyak ingatan yang hilang"
"Iya bro..., gue juga khawatirnya begitu, makanya gue bawa rileks sekarang gak ingin terlalu keras berpikir."
"emmm... makan yang banyak Om biar cepet sembuh, gimana enak gak lauknya?"
"Mmmm.. mantap bro, beli dimana? sup asparagusnya juga gue suka"
"Besok kalo sudah sembuh baru gue kasih tahu"
"Kenapa bukan tempe, kenapa harus nunggu gue sembuh dulu?"
"Iya kalo gue kasih tau sekarang, eh besok pagi om sudah lupa lagi, kan sia sia Om he... he... he...π€£π€£π€£"
'Ponakan durhakim semua lo sm Willy sepaket Kai, tapi bener juga ya gimana kalo setiap hari ingatan gue semakin banyak yang hilangπ€π€π€"
"Jangan dianggap serius kata kata gue tadi Om, berdo'a aja agar om bisa sembuh."
"Iya, itu juga yang sedang gue lakuin sekarang, gue gak banyak mikir seandainya seandainya yang ada entar penyakit gue malah jadi tambah parah, iya gakπ€π€π€"
"Ho oh, nah sekarang waktunya makan salad buahnya"
*,Selamat membaca para readers akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walaupun harus begadang dan disambung lagi subuh ****tadi**** dan semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes
Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya syukur syukur bisa up 2 bab ya readers.
__ADS_1
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment π2π*
ππππππππππππππππππππππππππππππππ