
Disetiap terminal tempat Willy berhenti, dia akan selalu menanyakan keberadaan Ice ke setiap orang yang ditemuinya.
"Bang apa pernah melihat atau bertemu dengan gadis ini?"
Willy berulangkali menunjukkan foto Ice ke beberapa preman terminal, dan kesetiap orang yang di temuinya.
Willy juga meminta team IT perusahaan untuk meretas CCTV mulai dari hari terlihat Ice turun dari bus, tapi seperti tertelan bumi Willy sama sekali tak dapat menemukan Ice yang sengaja melakukan beberapa estafet untuk mengecoh keberadaannya.
"Sudah hampir sore, sebaiknya gue minta jemput di onta."
Ucap Willy yang kemudian menghubungi orang yang di panggilnya onta.
"Halo bro, jemput gue sekarang, posisi sudah gue shareloc ya."
"Ok lo tunggu aja disitu jangan kemana-mana, kurang dari satu jam lagi gue nyampe."
Setelah menerima lokasi yang dikirimkan Willy, orang di gelari onta oleh Willy segera melajukan motornya menuju kota Magelang.
Tak sampai satu jam akhirnya dia menjumpai Willy sedang duduk di sebuah bakery shop dan segera menghampirinya.
"Assalamu'alaikum, gimana langsung jalan ke kostan gue atau masih ada acara lain lagi nih?"
"Tunggu bentar nanggung, gue sedang merekam semua hasil retasan CCTV di kota ini."
Jawab Willy masih sibuk dengan jari jarinya di atas mini komputernya.
"Ok sebentar lagi selesai memindai semuanya."
Ucap Willy sambil menghirup kopinya.
"Gue jadi kepo apa benernya yang sedang lo kerjakan disini sampe meretas semua rekaman CCTV seluruh kota ini."
Ucap temannya Willy yang mulai ikut memesan secangkir kopi.
"Gue sedang ngejar masa depan gue yang kabur karena kebodohan gue."
Ucap Willy ambigu yang membuat lawan bicaranya mulai memajukan wajahnya seolah ingin memperhatikan dan membaca ekspresi wajah Willy.
"Are you sure? serius loh? gue penasaran siapa cewek yang sudah buat loh segila ini?"
Ledek pria di depannya seolah tak percaya seorang Willy bisa segila ini.
__ADS_1
"Terserah apa kata lo, tapi gue sadar gak bisa hidup tanpa dia."
Ucap Willy yang mulai menutup laptopnya dan menghabiskan kopinya.
"Buruan habisin kopi lo, gue sudah gerah mau mandi dan istirahat."
"Sikap lo gak berubah Will, suka merintah seenaknya, pantesan tuh cewek kabur pasti gak tahan dengan sikap arogan lo yang kayak gini."
Ucap pria itu sambil menghabiskan kopinya lalu berjalan kearah kasir untuk membayar bill dua cangkir kopi miliknya juga Willy.
Setalah selesai membayar billnya di kasir, mereka mulai melajukan kendaraan masing-masing menuju Muntilan tempat tinggal Pria yang merupakan salah seorang personel Gangs The Bloody.
Tapi nasib seolah belum memperbolehkan keduanya bertemu, saat Willy ke Muntilan justru Ice sedang perjalanan ke Jakarta.
Diperjalan menuju Jakarta
Saat di dalam bus, Ice sempat melihat penumpang yang ternyata adalah pencopet, diperhatikannya tiap kali bus mengerem mendadak sicopet beraksi dengan pura pura terhempas kebelakan tangannya mulai beraksi merogoh kantong orang didepannya yang terhimpit saat bus ngerem mendadak.
Ice yang melihat aksi si pencopet merasa geram, sehingga saat bus mengerem, Ice sengaja membuat tubuhnya oleng kearah si pencopet sehingga tiap kali sicopet bersiap akan mencopet aksinya selalu gagal.
Sicopet yang selalu gagal menjalankan aksinya tampaknya mulai merasa curiga dan menyadari jika dirinya sedang di kerjai Ice.
Kata si copet setelah berteriak sehingga penumpang lain yang ada didekat mereka menoleh kearah sicopet.
"Apaan lo teriak teriak? kalo lo gagal nyopet gak perlu nyalahin orang lain, bapak bapak dia ini copet, silahkan periksa tasnya, dan anda pak coba lihat masih ada di kantung gak dompetnya."
Ucap Ice dengan suara agak keras dan tanpa rasa takut sedikitpun walau itu copet melihatnya dengan garang.
Segera beberapa penumpang laki laki merebut tas milik si pencopet untuk memeriksa isinya, begitu juga orang yang menjadi korban copet buru buru memeriksa kantung celananya yang memang sudah kehilangan dompetnya.
"Wah lihatlah ! beneran ini banyak banget dompet juga ponsel di dalamnya."
Ucap beberapa laki laki yang memeriksa isi tas si pencopet.
"Dompetku hilang beneran dompetku gak ada di kantung, coba lihat ada dompetku gak di dalam tas itu."
Teriak si bapak yang jadi korban copet.
"Bawa saja nih copet ke pos koramil di depan sana, biar ini semua jadi barang buktinya."
Ucap para penumpang lainnya yang mulai di buat gemas oleh si pencopet
__ADS_1
"Iya setuju, coba tanyain dulu masih ada kawanan yang lain gak di dalam bus ini."
Ucap penumpang bus lainnya lagi yang membuat para penumpang mulai waspada.
Saat para penumpang sibuk dengan si pencopet, Ice melihat ada dua orang laki-laki yang mulai panik dan meminta di turunkan di depan.
"Stop... stop.... di depan pir !"
Teriak kedua orang laki-laki yang mencurigakan itu sambil mengetuk langit langit bus.
"Tahan jangan biarkan mereka turun, sepertinya mereka kawanan pencopetnya."
Teriak Ice memberikan peringatan pada supir dan kernet/ konduktor bus.
Tapi karena kernet bus kurang cepat, akhirnya kedua orang itu langsung loncat dari bus disaat bus juga sedikit melambat lajunya setelah kedua orang itu sempat teriak mau turun tadi.
"Hah... sial, mereka sudah lebih dulu kabur."
Ucap pak kernet dan beberapa orang penumpang yang kecewa.
"Sekarang kita ikat dulu yang satu ini agar tidak ksbur."
Ucap bapak yang menjadi korban pencopetan tadi.
Pada Akhirnya bus mulai melewati pos Koramil dan beberapa penumpang juga kernet bus turun dengan mendorong si pencopet dan menggiringnya ke kantor Koramil lengkap dengan membawa barang bukti hasil copetannya.
Setelah melengkapi semua bab pengaduan, akhirnya semuanya mulai naik kembali ke atas bus kecuali si copet yang langsung ditahan sebagai pelaku tindak kriminal.
Bus kembali berjalan melanjutkan perjalanan menuju Jakarta, setelah kurang lebih 6 jam perjalanan akhirnya bus mulai memasuki Jakarta.
Ice sengaja turun di pinggiran kota Jakarta yang tak jauh dari kampung Pak Amat. Ice juga sengaja tak memberi kabar perihal kunjungannya ke rumah Pak Amat sebagai kejutan.
Dengan menumpang taksi online akhirnya Ice sampai di depan halaman rumah Pak Amat yang mulai sepi karena sudah lewat jam 7malam.
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau kembali kemalaman dan kondisi othor yang belum fit juga kondisi anak yang Alhamdulillah baru mulai sehat dan semoga saja terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes
Dan semoga outhor bisa up minimal 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
__ADS_1