Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Selamat Kembali Tuan Jay"


__ADS_3

Setelah sampai di rumah utama, Willy segera menuju ke kamar maminya.


Dilihatnya maminya sedang membuka album foto pernikahan Om Jay dan Rani, dan ada tetes air mata dipipinya.


"Mom kenapa belum tidur?? nanti sakit loh, mommy sudah makan belum??"


"Mami sedih Will, dia adik mami satu satunya entah bagaimana keadaannya?? apa dia akan bangun tapi kapan???"


Semua perkataan maminya membuat Willy ikut merasakan kesedihan yang sudah sebisa mungkin dia tahan selama ini sejak kecelakaan yang dialami Om Jay dan Rani.


Tanpa terasa setetes air matanya jatuh dan segera dia usap.


Willy mendekatkan dirinya ke maminya menggenggam tangan maminya merusaha memberikan sugesti ke maminya kalo semuanya akan baik baik saja.


Berharap kehangatan dari genggaman tangannya dapat mensugesti agar maminya optimis untuk kesembuhan Om Jay dan Rani.


"Mom...yakinlah semua akan baik baik saja, Om Jay pasti sembuh, mommy harus yakin kalau Om Jay bisa melewati masa ini, yakinlah mom!"


"Mami ingin sekali bisa mempercayainya kalo adik mami pasti bisa melalui semua ini, tapi berapa lama lagi dia akan terbangun sayang, hanya dia adik mami satu satunya"


Willy hanya mampu memeluk maminya yang sudah tak dapat lagi menahan tangisnya, berusaha untuk menguatkan dan memberikan keyakinan pada maminya.

__ADS_1


"Iya mom... Willy tau Willy mengerti, tapi Willy mohon mommy untuk tetap optimis, kita do'a-kan agar Om Jay dan Rani segera sadar, hanya ini yang bisa kita lakukan saat ini mom"


Sementara di RS XX


Diruang perawatan Jay menunjukkan reaksi setelah Willy membisikkan beberapa kata untuk merespon kesadaran Jay.


Beberapa kali dia berusaha menggerakkan tubuhnya setelah kesadarannya mulai pulih sedikit demi sedikit.


"Rani...Rani....bagaimana keadaanya sekarang???, apa sebenarnya yang terjadi???"


"Aku harus menemuinya, kenapa semua terasa berat???, aku tidak dapat merasakan apapun"


Jay berusaha untuk bangkit tapi jangankan bangun atau duduk, untuk menggerakkan bagian tubuhnyapun dia merasa sangat berat sekali.


"Oh Tuhan apa sebenarnya yang terjadi, aku tak dapat mengingat apapun, kenapa??.. bahkan mata ini pun tidak mau terbuka"


Jay terus berusaha mendapat kesadarannya sepenuhnya dan berusaha untuk bisa mengendalikan tubuhnya, hingga akhirnya dia mampu menggerakkan tangannya yang mengakibatkan tiang infusnya terjatuh dan menarik perhatian perawat yang ada.


Perawatpun segera memanggil Dokter dan melaporkan kalau pasien baru saja menunjukan respon.


Beberapa Dokter senior juga Dokter kepala semua datang berkumpul diruang rawat Jay, melakukan beberapa observasi untuk mendapatkan hasil yang meyakinkan kalau pasien dalam keadaan menuju sadar dan beberapa sensoriknya dapat menerima rangsangan.

__ADS_1


Setelah dilakukan beberapa observasi dan pasien positif menunjukkan beberapa tanda tanda menunjukkan kesadarannya mulai pulih dan beberapa sensorik memberikan respon.


Akhirnya dilakukan beberapa tindakan medis untuk membantu pasien mempermudah mendapatkan kembali kendali atas tubuhnya.


Dan akhirnya menampakkan hasilnya,


mata Jay mulai bergetar berkedip kedip sebelum akhirnya benar benar membuka matanya.


Yang tampak oleh Jay pertama kali saat membuka matanya adalah merasa silau seolah ada cahaya lampu langsung disorotkan ke bola matanya saat mulai bisa melihat.


Secara refleks Jay langsung menutup matanya kembali kemudian berkedip kedip sebelum akhirnya membuka matanya lagi barulah Jay berusaha membiasakan matanya dengan cahaya ruangan disekitarnya.


Jay sempat heran saat melihat beberapa orang berpakaian putih-putih yang dia tahu sebagai Dokter tersenyum lega melihatnya.


Dan seorang Dokter mulai menyapa dirinya.


"Selamat kembali uan Jay, apa yang anda lihat dan rasakan saat ini???"


tanya salah satu Dokter dengan tersenyum ramah.


*Selamat membaca para readers maaf outhor gak tepat janji untuk up setiap hari karena kesibukan outhor.

__ADS_1


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2