
Ice hanya diam dengan pandangan kosong, saat ini dia benar-benar tidak dapat melakukan perlawanan dengan kodisinya yang terikat.
Saat ini seandainya melawan pun juga percuma walau setangguh apapun Ice hanyalah seorang gadis yang tidak akan mungkin bisa mengalahkan mereka yang jumlahnya banyak.
"Om Willy"
Ice mengingat sosok Willy yang berjanji akan menjaga dan melindunginya.
"Kau bohong Om, kau benar-benar laki laki yang menyebalkan, dimana kau saat ini."
Ice tersenyum pahit saat mengingat Willy yang tak ada disaat dirinya dalam bahaya.
Ketua kelompok Wolf Flores itu menatap tajam kearah Ice.
"Do you know? Because of you I was dumped by my parents."
"Apa kau tau? karena dirimulah aku dibuang oleh kedua orang tuaku."
Ucap ketua kelompok Wolf Flores itu.
"You are the daughter of a Hendra Wijaya and Anggita Putri, they have abandoned me because of your presence, they have the heart to throw me away."
"Kau putri dari seorang Hendra Wijaya dan Anggita Putri, mereka telah membuangku karena kehadiran mu, mereka dengan tega membuangku."
Ucap ketua kelompok Wolf Flores itu yang tidak dimengerti oleh Ice sama sekali, Ice hanya tau kedua nama yang disebutkan oleh laki-laki itu benar adanya.
Ice yang mendengar semua yang diucapkan oleh ketua dari kelompok Wolf Flores hanya memperlihatkan raut wajah dengan ekspresi bingung.
Dalam hatinya Ice lalu menerka nerka siapa sebenarnya ketua dari kelompok Wolf Flores ini, jika benar yang dikatakan oleh ketua kelompok Wolf Flores itu bearti dirinya dan ketua kelompok Wolf Flores itu bersaudara sebagai kakak adik.
Tapi bagaimana mungkin? pertanyaan itu yang muncul di kepala Ice karena selama ini sejak kecil Ice bahkan sudah diasuh oleh keluarga yang mengaku sebagai Om-nya yang akhirnya dengan tega menjual Ice untuk melunasi hutang judi Om-nya itu.
Ice bahkan tidak ingat apakah dia pernah hidup bersama Mami Papi-nya karena selama ini yang dia tahu ke-dua orang tuanya sudah meninggal dunia, itu yang diceritakan oleh Om yang mengasuhnya.
Jadi siapa sebenarnya ketua dari kelompok Wolf Flores ini, Ice mendadak merasakan pusing karena misteri hidupnya yang penuh teka teki.
Disaat Ice pusing dengan semua macam dugaan, anak buah dari kelompok Wolf Flores tiba tiba datang mendekat.
"Boss we better head to headquarters."
"Boss sebaiknya kita segera pergi menuju markas."
Ucap salah satu anak buahnya.
__ADS_1
Pria yang menjadi ketua kelompok Wolf Flores itu membalikkan badannya menatap anak buahnya dengan tajam.
"Bughhh.... aahhh...."
Satu tinjuan keras kewajah anak buahnya yang di iringi keguhan tertahan dari anak buahnya yang mendapatkan tinjuannya itu.
"Since when do you dare to control me ha!?"
"Sejak kapan kau berani mengaturku ha!?"
Bentak ketua kelompok Wolf Flores itu dengan tatapan mengerikan kepada anak buahnya.
"I'm sorry Boss, I'm guilty."
"Maafkan saya Boss, saya bersalah."
Ucap anak buah ketua kelompok Wolf Flores itu dengan menahan rasa sakit di pelipisnya yang membiru dan senut senut pastinya.
"I still want to enjoy every bit of fear and pain from this girl."
"Aku masih ingin menikmati setiap rasa takut dan sakit dari gadis ini."
Ucap ketua kelompok Wolf Flores itu dengan seringai menjijikan sambil menatap Ice.
"If you want to enjoy his body first, you can enjoy it now in this place."
Ucap ketua kelompok Wolf Flores itu yang merupakan sebuah perintah bagi anak buahnya.
Kelima anak buah dari kelompok Wolf Flores itu tertawa dengan tatapan buas kearah Ice.
Perlahan mereka mulai mendekati Ice yang mulai gemetar ketakutan.
Seandainya dirinya tidak dalam keadaan terikat maka tidak akan sulit bagi Ice untuk merobohkan mereka semua.
Tapi dengan keadaannya saat ini, Ice cuma bisa menggelengkan kepalanya.
Saat ini dia merasa hidupnya benar benar akan hancur.
"Don't... please don't do that... better just kill me, kill come on kill me all you damn bastards."
"Jangan... aku mohon jangan lakukan itu... lebih baik bunuh saja aku, bunuh ayo bunuh aku kalian semua baj**gan keparat sialan."
Teriak Ice dengan putus asa dia melampiaskan rasa putus asanya dengan mengumpat mereka yang saat ini berniat menodainya.
__ADS_1
Kelima laki laki itu tak lagi mendengarkan permohonan ataupun makian umpatan-umpatan yang di ucapkan oleh Ice.
Salah satu dari mereka berjongkok dihadapan Ice yang tergolek diatas balai dengan keadaan terikat tangan dan kakinya.
Lalu laki-laki itu menyentuh rambut Ice dan menjilat bibir bawahnya dengan pandangan penuh nafsu pada Ice.
"Don't be afraid dear, I will make you feel the pleasures of heaven, let's make me satisfied."
"Jangan takut sayang, aku akan membuatmu merasakan nikmatnya surga, mari buat aku puas."
Ucap laki laki itu dengan seringai iblisnya yang buas dan sudah sangat bernafsu.
"Tidakkkk..... Om Willy.... tolong aku....!!!"
Teriak Ice sambil membenturkan kepalanya ke kepala laki-laki itu saat laki-laki itu berniat menyium bibirnya.
Ice menggigit bibirnya sendiri dengan keras, terlihat air mata yang mulai mengalir di bibirnya saat laki-laki tadi menjambak rambutnya dengan marah, karena ulah Ice yang membenturkan kepalanya dengan kepala laki-laki itu tadi.
Dengan tubuh bergetar Ice mencoba memberontak sekuat tenaga hingga beberapa helai rambutnya lepas karena jambakan yang cukup kuat dari laki-laki itu.
"No... please stay away from me... don't touch me...!!!"
"Tidak... aku mohon menjauh dari ku... jangan menyentuhku...!!!"
Teriak Ice dengan suara serak seakan tercekik.
"I really want to enjoy the smell of your body."
"Aku sangat ingin menikmati bau harum tubuhmu."
Ucap laki-laki yang kini sedang memainkan rambut Ice setelah menjambaknya tadi.
Secara perlahan laki-laki itu kembali mendekatkan bibirnya ke bibir Ice, Ice menggelengkan kepalanya dan kembali berusaha menghindar dengan menggeser kepalanya.
Laki-laki yang menjadi ketua dari kelompok Wolf Flores itu tertawa dengan keras, dia benar-benar menikmati setiap adegan yang terjadi dihadapannya.
Dia lalu berjalan mendekat kearah Ice dan anak buahnya yang akan mencium Ice.
Melihat ketua dari kelompok Wolf Flores itu mendekat, membuat Ice semakin ketakutan.
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up walau kemalaman dan hari ini hanya bisa up 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.
Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.
__ADS_1
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍