Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Tubuh yang Lelah"


__ADS_3

Hari berikutnya Jay mulai rutin berangkat ke kantor dan mulai menjaga Rani di waktu senggangnya. Kalau malampun Jay memilih menginap di ruang rawat Rani.


Dia ingin membayar semua kealpaannya selama ini, yang telah melupakan istrinya sejak pasca kecelakaan dan mulai kehilangan sebagian memorinya yang anehnya hanya lupa kepada Rani dan peristiwa kecelakaan itu.


Malam ini sepulang kerja, Jay yang sangat letih meminta Kai untuk menjemputnya di kantornya.


"Tutttt..... tutttttt.... tuttttttt......"


Suara nada panggil di ponsel Jay saat menelphone Kai.


"Ya halo siapa ini? oh Om Jay, halo iya om kenapa?"


Tanya Kai saat akan merebahkan badanya di tempat tidur di samping jagoan kecilnya.


"Bro tolong jemput gue di kantor ya."


Kata Jay meminta pertolongan setelah telponnya tersambung.


"Oh ok ok, Om tunggu disana ya.... bentar lagi gue kesana."


Jawab Kai yang buru buru berganti pakaian dan segera keluar menjemput Om Jay di kantornya.


Setelah menunggu cukup lama, sampai-sampai Om Jay sempat tertidur karena mungkin terlalu lelah dengan aktivitas kerja-nya dan juga harus menjaga Rani saat pulang membuatnya mudah tertidur.


"Om bagun Om, ayo kita pulang."


Kai yang ketika sampai, melihat Om Jay dalam keadaan tertidurpun langsung membangunkannya.


"Oh... Kai kamu sudah disini, maaf ya merepotkan kamu, ayo kita pulang."


Ajak Om Jay yang sudah terbangun.


"Om gue anter ke rumah aja ya, Om juga butuh istirahat yang baik, jangan sampai kedepannya justru Om juga ikutan sakit lagi."


Kai mengusulkan agar Om Jay pulang kerumah dulu, karena sejak tahu Rani ini istrinya, Om Jay selalu menjaga Rani setiap pulang kerja.


Dan selama menjaga Rani, Om Jay selalu tertidur dengan posisi duduk disamping brankar Rani, bayangin aja gimana rasanya tubuh yang tak pernah istirahat dengan benar.


Ya saat ini yang dirasakannya seluruh tubuhnya terasa nyeri dan ngilu semua akibat tidak cukup istirahat dengan benar.


"Tapi bagaimana dengan Rani? aku telah berjanji untuk menjaganya."


Kata Om Jay sambil bersandar di bangku dan matanya yang mulai tertutup.

__ADS_1


"Rani gak akan marah, dia justru akan marah kalo Om malah sakit gara-gara menjaganya, ingatlah... Om juga harus menjaga kesehatan Om agar bisa memulihkan semua ingatan Om yang hilang."


Kata Kai mengingatkan Om Jay agar menjaga kesehatan dirinya sendiri juga.


"Kau benar Kai, kita pulang ke rumah dulu sudah beberapa hari ini gue gak rebahan rasanya badan sakit semua."


Keluh Om Jay yang baru mau berterus-terang kalau tubuhnya sebenarnya sangat lelah.


Selama beberapa hari ini dia selalu berusaha untuk menjadi kuat dan mengesampingkan semua rasa lelah yang dirasakan oleh tubuhnya.


"Kita pulang ke rumah Mommy aja ya Om, disana Om ada yang ngurusi, setidaknya gak kesepian juga gak perlu mikirin yang lain lain karena ada mbok Na dan art lainnya."


Ajak Kai ke Om Jay.


"Iya Kai, gue mikirnya juga begitu."


Jawab Om Jay yang mulai memejamkan matanya karena terlalu lelah.


Setelah lebih dari tiga puluh menit perjalanan, akhirnya sampai juga di rumah Mommy-nya Willy.


Karena sudah terlalu larut malam akhirnya Kai juga menginap di rumah Mommy dan dia tidur di kamar Willy bersama Willy seperti biasanya kalo sedang menginap di sini.


"Om makan dulu yuk, gue tahu Om juga belum makan, pasti di dapur masih ada lauk Om."


Kai lebih dulu mengajak Om Jay untuk makan malam sebelum beristirahat.


Jawab Om Jay yang ingin buru buru masuk ke kamarnya.


"Om gak ingin sakit lagi kan? kalo Om sakit siapa yang akan menjaga Istri Om? lagian gue juga laper ini jadi kita makan sama sama ya."


Ajak Kai sambil jalan menuju ruang makan yang tak jauh dari dapur.


Kalo gak inget dia harus sehat agar bisa menjaga dan merawat Rani seperti yang dikatakan Kai mungkin dia tak ingin makan apapun saat ini.


Akhirnya dengan malas Jay mengikuti Kai menuju ruang makan.


Kai membuka tudung saji, dilihatnya ada ayam goreng penyet dan lengkap dengan lalapannya.


"Yok Om kita makan dulu, ini ada ayam penyet pasti mantap nih lihat aja penuh banget sambelnya merah pula."


Kata Kai sambil memberikan satu piring ke Om jay."


"Makan kayak gini enaknya pake tangan Om, kita cuci tangan dulu yuk."

__ADS_1


Kai kembali berdiri dari duduknya lalu mencuci tangannya di wastafel di ikuti oleh Om Jay.


Keduanya makan dengan lahapnya, bahkan Jay yang awalnya malas makan pun akhirnya ikut bersemangat menikmati ayam penyet masakan Mbok Na yang bagi Kai selalu mak nyus dimulutnya.


"Emmm..... masakan si Mbok memang tak ada duanya, dan aroma jeruk di sambal nya ini seger banget."


Puji Kai berulangkali dengan mulut penuh menguyah makananannya.


Benernya sengaja tuh Kai makan sambil mulutnya terus cuap cuap agar gak sepi, sebab Om Jay yang mode kalem cuma diem aja.


Sementara dikamarnya Mbok Na terbangun karena mendengar suara glotekan dan suara orang bicara dari arah dapur.


"Sopo toh wengi wengi kok berisik wae."


Gumam Mbok Na sambil bangun dari tidurnya hendak melihat ada apa di dapur benernya.


"Wo.... lah.... ternyata den Ajay sama den Kai, si Mbok kira siapa,? kok ada suara glotekan di dapur, ternyata aden berdua."


Kata Mbok Na yang tiba-tiba muncul dan sempat hampir membuat Kai tersedak karena kaget.


"Uhukkk..... uhukkkk.... uhuk.... aduh Mbok kenapa ngagetin sih? untung nih yang dimulut gak nyembur saking kagetnya."


Kata Kai yang sambil minum untuk meredakan batuknya karena hampir tersedak akibat terkejut oleh suara Mbok Na tadi.


"Makanya kalo makan jangan sambil ngomong toh den, jadi ra keselak koyo mau kae."


Kata Mbok Na yang ikutan duduk diseberang meja makan menemani Jay dan Kai yang sedang makan.


"Tumben kok jam segini baru pulang toh den?"


Tanya Mbok Na sambil memperhatikan Kai yang sejak tadi hanya diam sambil menikmati makanannya.


"Om Jay sedang banyak kerjaan Mbok, makanya lupa waktu, untuk Kai belum molor waktu Om Jay telpon tadi."


Kata Kai menjawab pertanyaan Mbok Na.


"Si Mbok tidur aja lagi Mbok ini masih malem loh, Jay juga sudah selesai makan kok."


Kata Jay sambil berdiri membawa piringnya ke wastafel dan langsung dicucinya.


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau semalam ketiduran dan semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes


Dan semoga outhor bisa up minimal 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.

__ADS_1


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2