Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Rencana Ice Pergi Jauh"


__ADS_3

Ice melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk segera menjauh meninggalkan lokasi wisata pantai Carita.


Dirinya bahkan berencana untuk mengundurkan diri dari universitas tempatnya mengajar, saat ini yang ingin Ice lakukan hanya pergi menjauh sejauhnya.


Ice berpikir jika tetap tinggal di kota yang sama, maka masih ada kemungkinan mereka untuk bertemu dan Ice tak menginginkan itu.


Ice tipikal orang yang akan pergi menjauh apabila dikecewakan, dan berusaha untuk tidak melihat kebelakang, Ice akan meninggalkan dan membuang semua yang pernah menyakitinya.


Mungkin dia bisa menerima dan memahami seseorang tapi tidak untuk kembali saat dirinya merasa telah disakiti dan tak dianggap.


"Goodbye my love"


Ucap Ice lirih, dan tak disangka ada air mata yang menetes membasahi pipinya.


"Apa ini? aku menangis he... he... he... lucu, gak seharusnya aku menangis srottt... (suara hidung Ice membuang ingusnya) oh damn it.."


Ice langsung memutar kembali arah mobilnya kembali ke pantai, dia baru ingat telah melupakan Nurul dan meninggalkan begitu saja tadi.


Ice mencoba menelpon Nurul, setelah berulang kali barulah panggilan di angkat oleh Nurul.


"Halo.. iya ka Ice dimana sekarang? ok ok Nurul langsung ketempat parkiran."


Nurul buru buru berlari ketempat parkiran setelah berganti dengan pakaian kering yang sudah dia bawa dari rumah.


Tak berapa lama Nurul sampai di parkiran mulai terlihat mobil berwarna silver milik Ice memasuki area parkir dan langsung menghampiri Nurul.


"Dedek, ayo buruan masuk."


Ice membuka kaca jendela mobilnya, dan mengajak Nurul untuk segera naik.


"Ka Ice darimana? kok baru dateng."


Tanya Nurul heran setelah masuk dan duduk di bangku depan sebelah Ice.


"Tadi ka Ice ada kerjaan makanya buru buru pergi, eh sudah jauh baru inget kalo dedek ketinggalan he.. he... he..."


"Teganya ka Ice melupakan Nurul yang manis paling imut begini."


Ucap Nurul yang memang kata katanya alay dan kocak.


"Imut ya hem... itam mutlak he... he... he..."

__ADS_1


Ice berusaha untuk tetap tampak baik baik saja dan tetap tersenyum.


"Ih... ka Ice mah mulai deh nyebelin."


"He.. he... iya kan katanya imut tadi."


"Dedek, ka Ice minta maaf ya kalo selama tinggal di rumah dedek, ka Ice banyak salah."


Ucap Ice lirih dengan hati hati tak ingin membuat Nurul kecewa dengan keputusannya.


"Ka Ice apaan sih, kok ngomong begitu? kayak orang yang sedang pamitan aja."


Ucap Nurul yang mulai curiga.


"Maaf ya dedek, rencananya ka Ice mau pindah kota, tapi ka Ice janji kok akan sering kirim kabar ke dedek."


"Kenapa ka Ice tiba-tiba mau pindah? padahal Nurul sudah senang akhirnya punya kakak seperti yang lain."


Ucap Nurul lirih sambil mengusap air matanya.


"Ulu... ulu... pake nangis, dedek jangan sedih dong... kak Ice jadi ikutan sedih nih."


"Ka Ice jangan pergi !"


"Hu... hu.... hu... ka Ice janji ya, disana nanti ka Ice harus hati-hati harus bisa jaga diri."


Ucap Nurul sambil memeluk Ice.


"Iya... iya... dedek, tapi lepasin dulu pelukannya ini nanti bisa nabrak loh."


Dipantai Willy masih disibukkan dengan kegiatan mengasuh kedua bocah kembar, setelah memandikan dan mengganti pakaian kedua bocah kembar itu, Willy lalu mengajak kedua bocah kembar duduk di salah satu pondokan dan mulai menyuapi keduanya dengan makanan yang dibawakan oleh Mbok Na.


Sebetulnya di Carita juga banyak rumah makan/ kafe apung yang siap memasakkan berbagai masakan seafood, tapi Willy lebih memilih makanan yang dibawakan oleh Mbok Na karena lebih terjamin keamanan dan kesehatannya untuk anak anak.


Dilihatnya kotak makan kedua bocah kembar itu, berisi nasi gurih yang di cetak bulat dengan hiasan lauknya telur rolade, sosis, nori, jamur goreng krispi, dan pentung ayam, tak ketinggalan saus tomat asam manis buatan Mbok Na.


"Tranana... lihat apa yang dibawakan si Mbok untuk makan anak anak ayah."


Willy menunjukkan isi dari kotak makan kedua bocah kembar itu.


"Hoye.... Mika cuka Bento, hem... nyam... nyam..."

__ADS_1


"Bento Miko juga suka, Miko mau makan sendiri ayah.'


"Kalo cantiknya ayah mau makan sendiri atau suap nih?"


"Ehmmm... Mika juda matan cendiyi ajalah yah."


"Good anak-anak ayah memang pinter pinter."


Willy yang belum bernafsu untuk memakan nasi di kotak makannya, memilih berjalan dan berdiri tak terlalu jauh dari pondokan tempat si kembar sedang makan.


Dengan bersandar pada sebuah batang pohon perindang, Willy mengisap rokoknya pikirannya menerawang memikirkan Ice, entah apa yang dipikirkan Ice tentang dirinya kini, sebegitu besarkah rasa benci Ice padanya sehingga langsung memilih pergi saat melihatnya.


Entah sudah berapa banyak puntung rokok yang bertebaran dibawah kakinya selama dia berdiri di bawah pohon sambil menunggu sikembar selesai makan.


"Ayah !... cini... ayo matan punya ayah juda."


Teriak si cantik Mika saat dilihatnya kotak makan ayahnya masih utuh belum dimakan.


Willy yang mendengar sikembar memanggilnya, dia membuang rokoknya dan menginjaknya, lalu mendekat ke tempat dua bocah kembar itu.


"Anak ayah sudah selesai makannya belum?"


Tanya Willy sambil memperhatikan kotak makan si cantik yang masih tersisa separuhnya tapi sudah tak ada lagi lauknya.


"Wah ini lauknya kemana? kok tinggal nasinya ya."


Canda Willy sambil mencium pipi gembul si cantik Mika.


"Cudah habiz macuk cemua kecini (sambil mengusap perut kecilnya), emmm... nacinya uncuk ayah caja, Mika cudah tenyan."


Ucap sicantik Mika dengan mata yang mulai mengantuk efek lelah setelah bermain air di pantai.


Beda lagi dengan Miko, yang kotak makannya sudah kosong dan membuka kotak makan milik Willy lalu mengambil beberapa lauknya dan memindahkannya ke kotak makan Mika yang masih cukup banyak nasinya.


"Ayah sini biar Miko yang habisin nasinya Mika, Miko minta pentung ayam sama yang bulat mirip roda ini ya."


Willy yang melihat nafsu makan anaknya yang satu ini hanya geleng-geleng kepala, lalu mulai ikut makan bekal yang sudah dibawakan Mbok Na untuknya.


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab yang Alhamdulillah tepat waktu tidak kemaleman walau kondisi othor yang belum sehat benar juga harus menjaga anak yang sedang sakit, semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes


Dan semoga outhor bisa up minimal 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.

__ADS_1


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2