Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Miss Understanding"


__ADS_3

Fathir yang merasa cemburu melihat keduanya pun refleks melemparkan kembali belut yang ditangkapnya tadi ke arah Willy yang kembali membuat Ice histeris karena kaget dan langsung berdiri hendak berlari menjauh.


"Sialan lo Will, gue disuruh turun basah basahan nangkep nih belut, dia justru ambil kesempatan main peluk peluk Ice."


Umpat Fathir yang merasa cemburu lalu melemparkan belut yang ditangkapnya tadi ke pada Willy yang sedang memeluk Ice.


"Aaaaaaaaaaaa......"


Teriak Ice sambil berusaha berdiri dengan buru buru karena kaget saat belut itu jatuh di dada Willy tepat di depan mukanya.


Tapi lagi lagi Ice terpeleset dan kali ini Ice merasa beneran akan terjatuh ke dalam kali, saat Ice menejamkan matanya mengira akan basah tercebur ke kali, setelah sekian detik Ice hanya merasakan kaki nya yang basah dan saat membuka matanya kali ini yang dilihatnya adalah wajah ganteng Fahtir yang sedang tersenyum.


"Yo berdiri yang bener, kamu tuh berat tau."


Kata Fathir meledek Ice sambil jari tengahnya diacungkan ke arah Willy dengan perasaan penuh kemenangan.


"Gimana rasanya saat lo juga liat Ice dalam pelukan gue."


Batin Fathir penuh kemenangan saat melihat wajah kesal Willy ketika dirinya juga berhasil menangkap dan memeluk Ice saat terjatuh tadi.


Ice dengan wajah bersemu merah seperti tomat buru buru berdiri dan melepaskan diri dari gendongan Fathir.


Willy yang melihat bagaimana Fathir mengambil kesempatan memeluk Ice dalam gendongannya saat terjatuh tadi menjadi kesal dan mengeraskan rahangnya.


Rasanya Willy ingin menghajar Fathir habis habisan seandainya gak ingat jika mereka sahabat.


Ice yang merasa malu dengan keadaannya segera berlari naik keatas untuk kembali ke tokonya. Setelah sampai diatas, Ice lebih dulu mencuci kaki dan tangannya dari lumpur.


Sesampainya di toko bunganya Ice langsung mandi membersihkan tubuhnya dan berganti dengan baju yang bersih, karena sering terjun langsung ke taman dan sawah, jadi Ice telah menyiapkan beberapa potong pakaian ganti di toko bunganya.


Sementara Willy dan Fathir masih berdebat saling adu kata kata dan makian karena keduanya merasakan rasa yang sama, cemburu marah saat Ice dalam pelukan masing masing dari mereka tadi.


"Beraninya lo ambil kesempatan pake peluk peluk calon bini gue."


Teriak Willy geram karena mengingat bagaimana Fathir memeluk Ice saat terjatuh ke parit tadi.


"Hey darimana calon bini, lo gak ingat kalo lo sudah nyakitin Ice, nyia nyain Ice sampe Ice harus bersembunyi di sini."

__ADS_1


Ucap Fathir mematahkan semua kata kata Willy.


"Apapun yang terjadi, Ice itu milik gue calon bini gue, dan jangan harap untuk nikung di tanjakan karena gue bakal buat lo nyesel."


Balas Willy yang semakin terpancing emosinya.


"Apa hak lo ngelarang gue buat dapetin Ice, gue cuma ngingetin elo kalo lo masih nyia nyiain Ice, siap siap aja buat kehilangan dia karena ada gue yang akan dengan senang hati ngambil posisi lo."


Ancam Fathir tak kalah garang dari Willy.


Keduanya sudah saling mencengram kerah kemeja lawannya dan saling bersitatap, dengan pandangan saling mengancam. Seandainya salah satu dari mereka tidak dapat menahan diri, sudah dapat dipastikan keduanya bakalan mulai saling adu jotos lagi melanjutkan pertarungan mereka malam tadi.


Karena keduanya masih waras, akhirnya keduanya hanya saling mendorong lawannya dan melanjutkan naik ke atas untuk menbersihkan diri dari lumpur.


Keduanya menuju kantor Fathir, karena tak mungkin Willy membersihkan dirinya di toko bunga Ice, selain Willy tidak tahu jika di toko Ice juga ada kamar mandi, tapi disana juga tak ada pakaian ganti untuk dirinya.


Setelah berganti mandi membersihkan diri, Willy juga mendapatkan pinjaman pakaian ganti milik Fathir.


Willy lalu berjalan menuju toko bunga milik Ice tanpa ditemani oleh Fathir, selain tak ingin Fathir selalu mengganggu Ice, Willy juga tak ingin kedekatannya dengan Ice terganggu oleh Fathir.


Ice yang sedang fokus melayani pembeli refleks mengangkat wajahnya saat Willy berdehem untuk sekedar melihat siapa pengunjungnya kali ini.


Begitu mengenali wajah yang tak asing, Ice kembali menundukkan wajahnya fokus kembali pada pekerjaannya merangkai dan membungkus bunga dengan kertas kaca juga pita untuk mengikat tangkainya.


Willy tau saat ini dirinya berada pada antrian paling bawah dan bukan lagi orang yang pertama yang harus di prioritaskan.


Setelah Ice selesai melayani pesanan bunga pelanggannya, barulah Ice menyapa Willy, itupun dengan nada dan mimik wajah yg datar."


"Ada apa? maaf tadi telah merepotkan, katakan ada apa."


Tanya Ice tanpa mengalihkan perhatiannya dari bunga bunga yang sedang di rapikannya.


"Ce ikut pulang ya !"


"Maaf tapi Ice sudah memiliki kehidupan Ice sendiri disini, bernyanyi dan menari di antara bunga bunga adalah impian Ice sejak dulu, dan disinilah mimpi ini menjadi nyata."


Ucap Ice perlahan masih tak ingin melihat kearah Willy.

__ADS_1


Willy yang melihat sikap Ice merasa lucu dan gemas, tanpa di duga oleh ice, Willy mencubit dagu ice dan memaksanya agar memandang matanya.


"Tatap mata orang yang mengajakmu bicara Ce, kamu bukan anak kecil lagi."


Ucap Willy masih sambil menyubit dagu ice.


"Apa apaan si kamu Om, lepasin dagu Ice sakit tau."


Ucap Ice yang mulai meninnggikan suaranya.


"Bilang dulu kalo kamu mau pulang ke Jakarta baru gue lepasin."


Ucap Willy dengan mengedipkan sebelah matanya menggoda Ice.


"Ice gak mau pulang ke Jakarta Om, Ice akan tetap disini, toko bunga Ice ini adalah mimpi Ice."


Ucap Ice sambil berusaha menjauhi Willy.


"Gue gak akan pernah lepasin kamu Ce, cobalah mengerti keadaan gue, kenapa gue sampe berbuat tega sama kamu kemarin."


Ucap Willy berusaha membuat Ice untuk mengerti posisinya saat itu.


"Karena Ice sangat mengerti Om dan sangat memaklumi makanya Ice memilih pergi menjauh dari kalian, Ice cukup tau diri akan posisi Ice."


"Ap apa maksud kamu Ce? gue gak ngerti maksud kata kata kamu."


Willy mengusap wajahnya kasar merasa semakin frustasi saat mendengar kata kata yang keluar dari mulut Ice.


"Kamu sudah punya keluarga Om ! sudah punya istri bahkan sudah memiliki dua anak kembar ! jadi untuk apalagi Om bersusah payah nyari Ice sampe kesini, Om... lebih baik pergi dan jauhi Ice, pulanglah anak anak kamu membutuhkan kamu."


*Selamat membaca para readers akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab disela sela kesibukan outhor setelah sekian hari absen gak update bab.


Dan semoga outhor bisa kembali up 1ribu kata setiap harinya syukur syukur bisa up 2 bab ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2