Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Toko Bunga Ice"


__ADS_3

Beberapa hari terakhir ini Ice bersama Fathir selalu berboncengan berdua berangkat ke Java** Park.


Karena proyek kerjasama toko bunga yang akan Ice dirikan dengan pihak Java** Park, membuat mereka selalu bersama.


Fathir juga membatu Ice mendirikan toko bunga di area yang sudah dipilihkan oleh Fathir sebelumnya.


Dan selama pembangunan toko bunga milik Ice, selama itu juga Fathir selalu mendampingi Ice dalam mengawasi pembangunan toko bunganya.


Setelah hampir satu bulan pembangunannya akhirnya toko bunga milik Ice selesai juga dibangun.


Sebuah toko dengan satu kamar untuk istirahat dan juga satu toilet di bagian dalam toko bunga yang sudah menyerupai rumah hunian dimana ada ruang kosong yang bisa digunakan sebagai dapur juga.


"Selamat ! Congrat ya Ce, akhirnya berdiri juga toko bunga milik kamu, rencananya kapan akan di adakan grand opening nya Ce."


Ucap Fathir memberikan selamat kepada Ice atas berdirinya toko bunga nya.


"Makasih ya Mas, semuanya gak akan terealisasikan dan gak akan selancar ini jika bukan karena dirimu Mas."


Ucap Ice mengucapkan kata Terimakasihnya kepada si ganteng Fathir.


"Sama sama Ce, gue cuma bantu yang memang seharusnya gue bantu selaku pihak Java** Park, semoga kedepannya semuanya berjalan lancar sesuai rencana."


"Aamiin... ya Allah... semoga aja ya Mas, dan apakah besok sudah bisa langsung dibuka Mas? apakah sudah ada bunga bunga yang siap panen?"


"pastinya selalu ada Ce, kan awal menanamnya juga dengan berkala jadi akan selalu ada bunga yang siap panen."


"Syukurlah kalo begitu Mas, dan memetiknya juga harus menggunakan sistem petik pilih, jadi tidak semua bunga dalam satu batang dipetik habis Mas, dalam satu batang seandainya ada lima tangkai bunga maka cukup petik dua bunga dan tinggalkan yang tiganya, sehingga taman tetap dipenuhi bunga walau sebagian dipetik untuk dijual di toko bunga Mas."


Ice mengajarkan tehnik memanen tanpa merusak pohon bunga dan tanpa harus membuat taman bunga kehilangan keindahannya.


Fathir semakin di buat kagum oleh kepintaran Ice bukan hanya karena kepandaian Ice di bidang ilmu ekonominya saja, tapi juga karena cara Ice menanggulangi titik kurang dari bisnis mereka sehingga tidak saling merugikan.


"Mas jangan memandangku seperti itu, kamu bisa membuatku salah persepsi nantinya."


Ucap Ice mengingatkan Fathir yang sedang memandangnya dengan pandangan mata yang penuh kekaguman.


"Apa tidak boleh gue mengagumi kamu Ce? tapi sungguh kamu sudah membuat gue sangat kagum pada kamu Ce, semuanya yang ada di diri kamu mampu membuatku terpesona Ce."


Ucap Fathir mengungkapkan semua yang dia dapat dari diri seorang Ice.

__ADS_1


"Ehemmm.... kamu lebay jangan menyanjungku terlalu tinggi Mas, akan terasa sangat sakit jika suatu saat terhempas jatuh kebawah."


"Terserah apa persepsi kamu Ce, gue gak lebay, memang itu yang gue lihat dari diri kamu, dari diri seorang Ice."


"Terimakasih untuk semua pujian kamu Mas, tapi kamu terlalu berlebihan dalam menilai diriku."


Ucap Ice yang selalu merendah tak ingin meninggikan atau membanggakan dirinya sendiri.


"Kita makan dulu yuk Ce, ini sudah lewat jam makan siang loh, kamu harus jaga kesehatan jangan sampai lupa makan."


"Iya Mas, kita makan di kantin taman aja Mas, Ice pingin makan gado gado."


"Okelah kalo gitu, tapi terus terang gue belum pernah makan di kantin dan gak tahu ada menu apa saja disana."


"Lah piye toh Mas, masa pemilik Java** Park malah gak pernah makan di kantin sini, padahal menu ndeso itu enak loh Mas."


"Mana gue tahu Ce, selama ini gue selalu makan di luar."


Keduanya tak terasa sudah ada di depan pintu kantin dan melihat ada banyak pengunjung java** Park yang makan disana.


"Lihatlah ini salah satu alasan yang bikin gue males makan disini, rame terlalu penuh orang yang makan disini."


Ice tanpa sadar langsung menggandeng menarik tangan kiri Fathir yang tampak enggan untuk masuk ke dalam kantin.


"Dug dag dug dag dug."


Fathir segera menyentuh dada sebelah kirinya dengan tangan kanannya.


"Duh kenapa mendadak jantung gue kembali seperti genderang mau perang, semoga Ice gak mendengarnya."


Batin Fathir saat merasakan jantungnya berdegup kencang tak terkendali saat tangannya di tarik oleh Ice tadi.


Setelah duduk dibangku yang kebetulan hanya tersisa dua bangku kosong itu, Ice langsung mengambil buku menu di meja dan memberika satu buku menu untuk Fathi juga.


Ice lebih dulu melambaikan tangannya memanggil pelayan kantin, sambil menunggu pelayan datang, Ice mulai memilih menu seperti yang dia inginkan tadi.


Sementara Fathir bingung harus memilih menu apa, pada akhirnya Fathir hanya mengikuti menu yang dipilih Ice.


"Mbak tolong gado gado komplit satu porsi, gimbal udang satu, juga sate jeroannya lima tusuk."

__ADS_1


Ucap Ice yang mulai memesan makanannya.


"Mas kamu pesan menu apa?"


Tanya Ice ke pada Fathir.


"Gue gak tahu harus pesan apa Ce, sudah disamakan aja dengan yang kamu pesan."


Kata Fathir sambil cengar-cengir karena memang dia gak tahu menu yang tertulis di huku menu itu karena belum pernah kenalan sebelumnya.


"Ya udah mbak disamain aja seperti punya saya tadi, dan minumnya es teh manis aja mbak."


Tak lama menunggu menu yang dipesan oleh Ice untuk dirinya sendiri juga untuk si ganteng Fathir sudah datang dan disajikan diatas meja mereka.


Ice menyantap gado gado lengkap dengan lauknya gimbal udang dan sate jeroan yang dipesannya tadi.


Sementara Fathir tidak langsung memakan makanan miliknya, setelah melihat bagaimana Ice memakan makanannya dengan lahap barulah Fathir mulai memakan makanan miliknya.


Suapan pertama Fathir mengunyahnya dengan ragu, dan diperhatikan oleh Ice.


"Gimana enakkan?"


Tanya Ice sambil mengunyah makanannya dan memperhatikan Fathir yang sedang mulai memakan makanannya dengan lahap.


"Emmmm.... gue gak tau kalo rasanya yang aneh ini ternyata enak."


Katanya sambil menggigit gimbal udangnya dan menyuapkan sesendok gado gado kedalam mulutnya.


"Namanya gado gado jadi seperti itu juga isi dan rasanya yang artinya campur macem macem."


Ucap Ice asal ngomong menerangkan tentang gado gado.


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau kembali kemalaman dan kondisi othor yang belum fit juga kondisi anak yang Alhamdulillah baru mulai sehat ditambah juga sibuk, semoga saja terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes


Dan semoga outhor bisa up minimal 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘,😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2