
Sementara dikamarnya Mbok Na terbangun karena mendengar suara glotekan dan suara orang bicara dari arah dapur.
"Sopo toh wengi wengi kok berisik wae."
Gumam Mbok Na sambil bangun dari tidurnya hendak melihat ada apa di dapur benernya.
"Wo.... lah.... ternyata den Ajay sama den Kai, si Mbok kira siapa,? kok ada suara glotekan di dapur, ternyata aden berdua."
Kata Mbok Na yang tiba-tiba muncul dan sempat hampir membuat Kai tersedak karena kaget.
"Uhukkk..... uhukkkk.... uhuk.... aduh Mbok kenapa ngagetin sih? untung nih yang dimulut gak nyembur saking kagetnya."
Kata Kai yang sambil minum untuk meredakan batuknya karena hampir tersedak akibat terkejut oleh suara Mbok Na tadi.
"Makanya kalo makan jangan sambil ngomong toh den, jadi ra keselak koyo mau kae."
Kata Mbok Na yang ikutan duduk diseberang meja makan menemani Jay dan Kai yang sedang makan.
"Tumben kok jam segini baru pulang toh den?"
Tanya Mbok Na sambil memperhatikan Kai yang sejak tadi hanya diam sambil menikmati makanannya.
"Om Jay sedang banyak kerjaan Mbok, makanya lupa waktu, untuk Kai belum molor waktu Om Jay telpon tadi."
Kata Kai menjawab pertanyaan Mbok Na.
"Si Mbok tidur aja lagi Mbok ini masih malem loh, Jay juga sudah selesai makan kok."
Kata Jay sambil berdiri membawa piringnya ke wastafel dan langsung dicucinya.
Lalu Jay segera naik ke atas ke kamarnya yang berada di samping kamar Willy.
Dan Kai juga menyusul keatas setelah selesai makan dan mencuci piringnya, menuju kamarnya Willy tempat dia tidur bila sedang menginap di rumah Mommy.
Pagi harinya saat Willy keadaan tertidur tiba-tiba merasa geli karena ada yang mengusap usap betisnya, karena risih Willy mengibaskan kakinya dan alhasil Kai dibuat kembali terjatuh kebawah.
Willy yang kaget mendengar ada bunyi bergeduk jatuh kebawah setelah dia mengibaskan kakinya, dia membuka matanya dan melihat apa yang terjatuhπππ
"Heh.... ternyata kembarannya si otan ada disiniπππ."
"Sudah jatuh juga gak kebangun, kok tumben bener sih ni orang? emangnya jam berapa semalem dia datang?"
Gumam Willy bicara sendiri sambil beranjak bangun dari tempat tidurnya.
Willy bangkit hendak mandi tapi lebih dulu membangunkan Kai yang masih tetap tertidur walaupun sempat terjatuh dari tempat tidur.
"Woiiii..... bangun bro.... udah siang."
__ADS_1
Kata Willy yang membangunkan Kai sambil menyepak kakinya.
Tapi Kai tetep gak kebangun, mungkin karena faktor tidur kemaleman juga kekenyangan jadi pules tidurnya π€£π€£π€£
"Serah lo lah bro, sudah dibangunin juga gak mau bangun, gue mau mandi dulu."
Kata Willy sambil berlalu menuju kamar mandi.
Sampai Willy selesai mandi juga ternyata si Kai belum bangun dari tidurnya π€£π€£π€£
Willy mengambi satu gayung air untuk membangunkan Kai.
"Bangun.... bangu..... kebakaran..... kebakaran...."
Teriak Willy sambil memercikkan air ke muka Kai.
"Hah.... apa.... dimana..... kebakaran.... kebakarannya.....?"
Tanya Kai yang belum seratus persen loading dan terbangun karena percikan air dan teriakan Willy π€£π€£π€£
"Ahaha..... ha..... ha..... itu muka loh yang kebakaran, sono buruan mandi, sudah siang ini."
Kata Willy mengingatkan Kai untuk segera mandi sambil ngakak saat melihat Kai bangun dengan paniknya.
Kai yang sudah mulai sadar, melihat dirinya masih posisi tiduran di lantai segera bangun.
"Will lo tega bener biarin gue tidur di lantai."
"Bukan gue ya...., lo sendiri yang tidur muter-muter sampe jatuh kebawah juga gak bangun, padahal sudah gue bangunin tadi."
Jawab Willy sambil merapikan kemejanya.
Kai buru buru mandi, lalu ikut menyusul turun kebawah untuk sarapan pagi.
Di meja makan sudah duduk mengelilingi meja makan, Willy, Om Jay, dan Mommy-nya Willy yang masing-masing sedang menikmati makanannya.
"Kai ayo sini sarapan bareng."
Ajak Mommy-nya Willy dan Om Jay bersamaan.
"Kok tumben lo yang paling telat bangunnya diantara kita semua."
Tanya Om Jay sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.
"Kagak tau Om, mungkin tidur kemalenan semalam sama kekenyangan jadi ngebo deh gue tidurnyaπ€£π€£π€£"
Jawab Kai sambil menyendok nasi goreng dan lauk telor kedalam piringnya.
__ADS_1
"Ya udah sarapan dulu, gak usah buru-buru toh ini belum jam kerja."
Kata Mommy-nya Willy yang sudah selesai lebih dulu makannya.
"Will...., Mommy ikut ke RS ya ingin jenguk Rani."
Kata Mommy-nya Willy yang merasa sangat rindu pada Rani.
"Hmmm.... biar nanti Willy Kai yang anter sekalian bareng nganter Om Jay ke kantor, Willy nanti biar berangkat sendiri."
Sahut Willy yang juga sudah menyelesaikan sarapan-nya.
"Lo gak usah buru-buru makannya bro, gue berangkat duluan, jangan lupa anter Mommy dan Om Jay."
Pesan Willy sambil meminum kopi hangatnya.
"Iya...., mmmm.... lo santai aja pasti gue anter Mommy dan Om Jay sampai tujuan."
Sahut Kai sambil mulutnya sibuk mengunyah makanannya.
"Ya udah gue berangkat duluan sekarang, mmmuach.... Mommy inget jangan capek-capek, kalo nanti mau pulang kabari."
Pamit Willy yang tak lupa memberikan kecupan di pipi sang Mommy.
"Iya.... sayang, sudah sana berangkat kerja, hati-hati di jalan ok..."
Pesan Mommy-nya saat Willy pamit untuk berangkat kerja.
Willy segera berangkat lebih dulu ke kantornya.
Sementara Kai masih menyelesaikan sarapan-nya, baru kemudian mengantar Mommy dan Om Jay ke RS XX.
Sepanjang jalan Willy berusaha untuk konsentrasi ke jalan raya, kondisi lalu lintas yang sangat padat saat jam kerja membuat jarak tempuh yang harusnya tak terlalu jauh menjadi membutuhkan waktu perjalanan tiga kali lebih lama .
Semakin maju standar ekonomi suatu negara atau daerah, semakin tinggi juga daya konsumtif manusia, dan yang awalnya kendaraan roda empat hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu dengan ekonomi tertentu saja, kini semua orang dengan mudah sudah bisa memilikinya, dan dampaknya lalu lintas semakin padat dan tingkat bahaya di jalan raya juga semakin tinggi.
Tak ada lagi rasa nyaman tinggal di kota besar, padat merayap, pemandangan yang tampak juga hanya bangunan-bangunan tinggi pencakar langit juga pabrik di area industri.
Rasanya panas menyengat tak ada lagi pohon rindang yang menjadi pori pori kota sebagai asupan oksigen di kota.
"Aku rindu desa, rindu menghirup udara pagi diantara pepohonan dan kebun."
Bisik hati Willy.
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau semalam ketiduran dan semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes
Dan semoga outhor bisa up minimal 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.
__ADS_1
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment ππ*
ππππππππππππππππππππππππππππππππ