
Setelah istirahat sejenak sepulang dari kampusnya, Ice akhirnya memutuskan keluar untuk memasak walaupun perasaannya masih kesal dan jengkel dengan sikap Willy tadi saat di kampusnya.
Bagaimanapu bagi Ice, Willy adalah dewa penolongnya sejak kejadian Willy menyelamatkannya dari orang orang yang mengejarnya, dan membiayai hidupnya sejak saat itu.
Ice menyibukkan dirinya dengan memasak, rambutnya dia cempol keatas agar tidak ringam dan mengganggunya saat proses memasak.
Willy yang merasa lapar pun menghentikan aktivitasnya dari pekerjaannya lalu keluar dari ruang kerjanya menuju dapur, bermaksud membuat masakan instan semacam pasta atau sejenisnya.
Sesampainya di dapur di lihatnya Ice dengan kaos putih dan celana pendek diatas lutut menggunakan celemek, dan rambut yang dicempol keatas sehingga memperlihatkan leher jenjangnya terlihat seksi dan fresh di mata Willy.
Gadis kecil yang masih murni dan polos itu yang ada dipikiran dan tampak di mata Willy, ada rasa aneh yang dirasakan oleh Willy tiap kali di dekat Ice, tapi selalu saja Willy berusaha menepis semua perasaan yang dia rasakan dengan mengatakan ke dirinya sendiri kalau itu hanya rasa sayang kaka kepada adiknya.
Karena bagi Willy Ice hanya adik baginya dan tak boleh lebih dari itu, dan rasa cintanya hanya ada untuk Rani walau kenyataannya kini Rani adalah istri Om Jay-nya yang bearti menjadi Tante baginya.
Willy memperhatikan semua yang dilakukan Ice sambil bersandar di pintu yang menghubungkan dapur dengan ruang makan.
Tanpa sepengetahuan Ice semua yang dilakukannya tak lepas dari penglihatan Willy sampai Ice baru mengetahuinya saat Willy bersin karena aroma lada hitam yang dibubuhkan Ice ke beef steak yang sedang di masak Ice.
"Haa... haaa... sciiim....."
Willy bersin saat tak tahan mencium aroma lada hitam yang ditaburkan Ice diatas beef steak yang sedang dipanggangnya di teflon.
"Om... sejak kapan berdiri disitu?, kenapa gak bantuin Ice masak biar cepet selesai, eh malah cuma nonton disitu."
Kata Ice yang sibuk membalik panggangan dagingnya dan membuat saus di tungku yang satu lagi.
"Emangnya mau di bantuin apaan sih Ce?, matang juga belum, kalo sudah matang iya nanti gue bantuin ngabisinnya."
Kata Willy yang mulai mendekat ke tempat Ice memasak.
"Om bisa bantuin boil itu wortel, buncis, kentang, sama kacang ercisnya."
Kata Ice memberitahu apa yang bisa dibantu oleh Willy.
Willy lalu ikut membantu Ice merebus bahan bahan yang disebutkan Ice yang sebelumnya sudah disiapkan Ice lebih dulu sehingga Willy hanya tinggal merebusnya.
Willy memperhatikan Ice yang sangat luwes saat memasak, dan tentunya juga memperhatikan penampilan Ice yang tampak seksi walau tampil apa adanya.
__ADS_1
"Ce yang kemarin peluk peluk kamu itu pacar kamu ya?"
Tanya Willy tapi pandangannya kearah rebusan wortel, sengaja biar gak kelihatan ekspresi keponya.
"Siapa sih om, Ice malah gak tau kalo ada yang peluk pelu Ice kemarin, kalo ada juga bukannya Om sendiri kemarin yang sok peluk peluk Ice."
Sahut Ice yang otomatis membuat Willy langsung terbatuk-batuk.
"Uhuk... uhuk... uhukkk.... kamu bikin kaget aja Ce uhukkk..."
"Hilih gak usah pura pura batuk sok kaget gitu Om, sekarang Om yang harus jelasin ke Ice kenapa Om bersikap seperti itu kemarin dan buat Ice malu."
Tanya Ice balik dengan garang dan kedua tangan bersedekap di depan dadanya dan ekspresi kesal tampak banget di wajahnya.
Mampus loh Willy, sekarang posisinya terbalik justru Willy yang bingung tak tahu gimana jawabnya.
Biasanya dia yang selalu garang, tapi kini justru dia yang seperti kucing kehilangan taringnya.
"Itu emmm... hah... kenapa justru kamu yang jadi tanya aneh aneh begitu? gue begitu karena khawatir sama kamu ice cream..."
Bukannya jawab tapi Willy balik pasang muka julid ke Ice.
Kata Ice lugas, dia gak perduli apa Willy akan marah atau gak, tapi beginilah Ice selalu terus terang dengan perasaannya.
"Ok gue gak akan begitu lagi, tapi kamu gak boleh pacaran, inget kamu disini untuk belajar agar pantas bekerja di samping gue."
Kata Willy yang mendadak terpancing emosinya karena Ice yang lebih keras dari dirinya.
Benernya Willy juga heran kenapa dirinya gak bisa keras pada Ice, dan cenderung untuk mengalah dan berusaha untuk memahami Ice.
"Itu rebusannya Om jangan sampe kematengan."
Sahut Ice mengingatkan Willy sambil mengalihkan percakapan.
"Oh iya kentangnya jangan direbus Om bawa sini biar Ice grill di bareng dagingnya."
Willy segera menyerahkan potongan kentang ke Ice, lalu mengangkat rebusan buncis, wortel dan kacang ercisnya.
__ADS_1
"Ce jawab dulu yang jujur itu si Oppa yang kemarin pacar kamu bukan sih?"
Tanya Willy lagi sambil menyusun hasil rebusan sebagai pendamping beef steak yang sedang di grill oleh Ice.
"Ice juga baru kenal Om, hitung aja kita disini baru berapa hari jadi bagaimana Ice sudah punya pacar secepat itu?"
Sahut Ice sambil mengangkat beef steak yang sudah mulai masak dan menatanya di atas piring berdampingan dengan rebusan wortel, buncis, dan kacang ercis juga kentang yg sudah di grill bersama beef steak dan tak lupa saus barbeque sebagai kondiment-nya.
"Ya kan siapa tau kamu tergoda oleh wajahnya si Oppa Lim, jadi begitu kenal langsung pacaran."
Kata Willy sambil menata dua porsi beef steak ukuran jumbo diatas meja makan.
"Om jangan mikir yang aneh aneh lah, buruan cuci tangan dulu baru kita makan, oh iya Om mau minumnya apa nih?"
Sahut Ice sambil membereskan meja dapur dan kompor dari sisa kotoran setelah memasak.
"Iya Ice cream yang cerewet, hemm.. aromanya sedap banget, kamu kok pinter masak sih Ce?"
Kata Willy setelah mencuci tangannya dan mulai duduk di meja makan menunggu Ice.
"Om mau minum apa?"
Tanya Ice mengulangi pertanyaannya tadi.
"Air jeruk lemon peras hangat aja Ce, untuk menawarkan lemak setelah makan makanan berlemak seperti ini."
Jawab Willy yang sudah tidak sabar untuk memakan beef steak masakan Ice.
"Dua air jeruk lemon peras hangat sudah siap, mari makan Om."
Kata Ice sambil meletakkan 2 gelas air jeruk lemon peras hangat.
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau akhirnya kemalaman dan telat 1 hari update-nya dan terhitung hari berikutnya, semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes.
Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya syukur syukur bisa up 2 bab ya readers.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
__ADS_1
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍