Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Om Jay Rindu Ke Kantor"


__ADS_3

Willy langsung menepikan mobilnya, lalu turun untuk menolong pria yang pernah menjadi partner tinjunya itu.


"Hai bro butuh bantuan?"


Tanya Willy yang masuk dalam lingkaran perkelahian.


"Oh... hai Will senang melihatmu ada disini, sepertinya kau sangat menginginkan memukuli orang ya he... he... he..."


Yang disapa pun menjawab sapaan Willy masih dengan tangan dan kakinya bergerak menghindar dan memukul lawan yang mendekatinya.


"Ya... begitulah, hitung-hitung olahraga otot tidak selalu mendapatkan kesempatan seperti ini, bisa memukul orang sepuas hati, bukan begitu Jo... buack...."


Sahut Willy lagi sambil melemparkan tinjuan ke wajah lawannya yang populernya dikenal Swing untuk indonesia atau long hook untuk tinju internasional.


Satu tinjauannya sudah membuat lawannya jatuh pingsan dengan mengalami patah hidung dan otomatis berdarah.


Membuat Jo Hans yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala.


"Gue kira lo suka menikmati permainan ini, tapi ternyata lo lebih menyukai pertarungan cepat ya he... he..."


Seru Jo Hans sambil memberikan tendangan setengah putaran seolah terbang yang dikenal Dwi Hurigi dalam taekwondo, membuat lawannya langsung jatuh pingsan karena kuatnya tendangan.


"Gue gak suka buang buang waktu bro, semakin cepat semakin bagus, dan gak banyak buang tenaga."


Sahut Willy yang baru menjatuhkan satu lawannya lagi.


Masih tersisa empat orang lagi yang masing-masing Jo dan Willy kini menghadapi dua orang lawan.


Jo Hans melompat diantara kedua musuhnya langsung menjatuhkan ke dua lawannya dengan kawi chagi sekali tendangan kedua kaki menendang target masing masing.


Sedangkan Willy melakukan tendangan yeop chagi dan dibarengi satu pukulan straight untuk menjatuhkan kedua lawannya.


Bersamaan keduanya melumpuhkan kedua lawan mereka masing-masing, berarti berakhir sudah pertarungan mereka dengan sekelompok preman itu.


"Gerakan lo luar biasa bro, kok bisa kebetulan begini ya ketemu pas gue sedang posisi fight seperti tadi"


Jo Hans berkomentar sambil mendekati Willy dan mereka saling memberikan tinjuan kecil di lengan masing masing-masing.


"Gak tau, insting mungkin ya yang bawa gue kemari untuk ganggu kesenangan lo tadi he.... he.... he...."


Jawab Willy bercanda sambil tertawa.


"Oh ya bro gue kepo, siapa benernya mereka? kenapa lo ada konflik dengan mereka?"

__ADS_1


Tanya Willy yang memang penasaran sejak awal melihat Jo Hans berkonflik dengan kelompok preman tadi.


"Gue juga gak tau, tiba-tiba mereka giring mobil gue ke sini dan selanjutnya seperti yang lo liat tadi."


Jawab Jo Hans menerangkan awal mula keadaan sampai terjadinya baku hantam tadi.


"Sepertinya semua disengaja, mereka sudah jadiin lo target sejak awal."


Kata Willy menganalisa kejadian yang dialami Jo Hans.


"Gue juga mikirnya ke arah sana, tapi gue bukan orang yang mau pusing mikirin hal hal kecil begituan, biar nanti mereka yang urus."


Sahut Jo Hans sambil menunjuk sekelompok orang yang Willy sendiri gak tau kapan mereka sekelompok orang berpakaian hitam itu datang.


Tiba tiba aja sekelompok orang berpakaian hitam sudah muncul dan menggiring kelompok preman itu masuk kesebuah Van car tertutup yang biasanya lebih pas kita sebut mobil box.


Willy yang melihat hanya menganggukkan kepalanya, paham kalo Jo Hans laki-laki yang pernah menjadi partner tinjunya itu juga bukanlah orang sembarangan.


"Ok bro... semua sudah dibereskan, gue langsung cabut, sudah malem juga."


Kata Willy yang hendak berpamitan dan menjabat tangan Jo Hans ala para petinju.


"Ok thanks ya bro.... bantuannya, next time kita sparing tinju lagi."


Willy dan Jo Hans berpisah, mereka pergi dengan tujuannya masing masing-masing.


Willy melajukan kendaraannya menuju jalan pulang ke rumah Mommy-nya, dia ingin tau bagaimana keadaan Om Jay-nya setelah dari RS tadi sore.


Setelah sampai di rumah, Willy langsung menuju ke kamar sebelah kamarnya yang memang menjadi kamar Om Jay sejak mereka kanak-kanak dulu.


Ditengoknya Om Jay sedang tertidur, Willy lalu menutup kembali pintu kamar Om Jay-nya.


Lalu dia masuk ke kamarnya sendiri untuk mandi membersihkan tubuhnya setelah berkeringat selesai bertarung tadi.


Setelah selesai mandi, Willy turun ke dapur karena merasa lapar, di ingatnya seharian baru makan satu kali sebelum berangkat ke RS siang hari tadi.


Dibukanya tudung saji masih ada sisa lauk tadi siang, filed ikan asam manis pedas dan ada tambahan acar, di tengoknya ada sup bakso ikan di dalam panci.


Willy menyalakan kompor untuk menghangatkan sup bakso, Dia memilih untuk makan sup bakso ikan nya saja.


Selesai makan, Willy kembali naik ke atas kekamarnya untuk tidur, hari ini hari yang sangat lelah untuk Willy.


Pagi harinya Om Jay sudah rapi dan minta diantar Willy untuk kekantornya.

__ADS_1


Di depan meja makan.


"Will Om kangen dengan pekerjaan Om dikantor, Om sudah bolehkan bekerja mulai hari ini."


Tanya Om Jay sambil tangan-nya menyuap makanan ke mulut-nya.


"Boleh kalo Om yakin sudah merasa sehat dan gak sakit kepala lagi."


Jawab Willy sambil menguyah makanan-nya.


"Om yakin sudah lebih baik, dan antar Om kerumah dulu ya Will, ada yang harus Om ambil."


"Ok no problem, dan mulai saat ini Om tidak boleh mengendarai mobil sendiri, biar sopir yang mengantar Om kenanapun."


Ucap Willy sambil membersihkan mulutnya dengan tisu setelah selesai makan pagi.


"Kenapa harus pake sopir, gue sudah bisa bawa mobil sendiri."


Sahut Jay sambil berdiri siap nebeng Willy ke kantor.


"Jay kamu ikuti aja apa kata Willy, yang dia katakan itu benar, bagaimana kalo sedang mengendarai kendaraan tiba-tiba sakit kepalamu kambuh lagi?, Mbak gak mau kamu celaka lagi say."


Seru Mommy-nya Willy yang ikut keberatan kalo sampai Jay berkendaraan sendiri.


"Ok.... baiklah.... pake sopir, ya sudah Will kita berangkat sekarang."


Sahut Jay ogah ogahan tapi terpaksa harus menut, mengingat keadaannya yang belum sembuh benar.


Willy dan Om Jay berangkat bareng, dan Willy lebih dulu mengantar Om Jay kerumahnya entah untuk apa.


Sesampainya di rumah Om Jay, Willy sempat dag dig dug was was takut Om Jay-nya syok melihat foto pernikahannya di dinding.


Entah bagaimana jadinya kalo Om Jay tiba-tiba melihat foto itu, kemungkinan sakit kepalanya kumat lagi.


Tapi untungnya Om Jay tidak memperhatikannya, dan cuma mengambil ponselnya.


"Hah.... lega gue, selamat.... selamat.... untunglah Om Jay tidak melihatnya, gue harus perintahkan Kai untuk menyuruh seseorang menyimpan semua fotoΒ² Rani untuk saat ini demi kebaikan Om Jay."


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau kemalaman dan semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes


Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment πŸ˜˜πŸ‘*

__ADS_1


πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


__ADS_2