
Ice yang berjalan dengan headset ditelinganya yang mengalunkan lagu dari Rizky Febian, tak begitu memperhatikan bila ada yang berniat tidak baik pada dirinya.
Walau semua itu mungkin dengan mudah bisa dihalau oleh Ice.
Bukan hal sulit bagi Ice kalo cuma merobohkan beberapa batang, eh begundal malam maksudnya hanya dengan beberapa pukulan dan tendangannya.
Sabam cantik penyandang sabuk hitam itu masih dengan tak acuh berjalan melewati sekelompok pria yang sudah memperhatikannya dari kejauhan sejak awal.
Saat Ice melintas di hadapan mereka, beberapa pria itu langsung berdiri dari duduknya dan saling memberi kode.
"Mau kemana neng malem malem begini kok masih di jalan?, kesepian ya? biar kita temenin kalo si eneng kesepian mah."
"Ha... ha... ha... bukan hanya menghilangkan kesepian tapi dijamin akan hangat mmmuach."
"Dijamin puas, mendesah tiada akhir ha.... ha.... ha...."
Masih banyak lagi kata kata yang tak pantas diucapkan beberapa pria itu, tapi Ice hanya memandang mereka dingin yang dikira para pria itu jika Ice mungkin sedang ketakutan hingga tak bisa bersuara atau berekspresi.
Sampai tangan seorang dari para pria itu hendak mencolek pipi Ice, barulah Ice bergerak dengan gesitnya menangkap pergelangan tangan pria itu lalu sedikit menarik kemudian mendorongnya lagi dengan kekuatan lima kali lipat sehingga terdengar bunyi berkeretak menandakan tulang tangan pria itu yang patah.
"Kretak ! (terdengar suara tulang tangan yang patah dan membuat ngilu yang mendengarnya) auwwwwww... ah sialan gadis kunti."
Teriak pria itu disusul makian begitu merasakan sakit yang teramat sangat begitu tulang tangannya patah hanya dengan satu dorongan Ice.
Para laki-laki yang lainnya menjadi bersikap waspada dan mulai menyerang Ice begitu mereka lihat bagaimana teman mereka di buat patah tulang tangannya hanya dengan satu dorongan dari Ice.
Perkelahian pun tak dapat lagi di hindarkan, karena Ice sendiri juga sudah sangat ingin memberi pelajaran kepada para begundal itu, karena kata kata mereka yang begitu melecehkan dirinya.
Semua pukulan dan tinjuan juga tendangan para begundal itu dengan mudahnya Ice hindari, Ice mengembalikan semua pukulan mereka dengan kecepatan dan kekuatan yang jauh berkali lipat dari mereka.
"Hia...bruk..brak...ah...."
teriak seorang dari mereka yang memberikan pukulan ke Ice tadi, setiap kali mereka melakukan serangan maka mereka sendirilah yang akan berteriak karena patah kaki atau tangan.
Melihat satu persatu dari mereka jatuh terluka dihajar Ice, tak ada lagi tawa yang keluar dari mulut mereka selain teriakan erangan kesakitan dan umpatan.
__ADS_1
"Sial cewek satu ini jago, ayo jangan sungkan lagi"
teriaknya mengomando kawan kawannya yang mulai menyerang Ice.
"Ha...hup...crak...brak...aa..."
"bak..buk...hia...crak...bruk...ak"
"hia.. duk...crak....brak...hek.."
"Hia...hiat...crak...aa..."
Suara jerit pertarungan pun mulai terdengar, satu persatu dari kelompok itu mulai terluka dan kewalahan menghadapi Ice.
Tanpa Ice ketahui ada sepasang mata yang sedang menyaksikan semua gerakannya.
"Ayo...masa cuma segini kemampuan kalian, aku sudah gatal ingin mematahkan semua tulang tulang kalian"
teriak Ice yang masih bersemangat menantang mereka.
Ucap Ice lirih sambil tersenyum licik.
Sementara dikelompok para begundal yang mengeroyok Ice, semakin panas merasa diremehkan oleh seorang gadis dan mereka semakin beringas menyerang Ice.
"hop... hia.... ha.... bruakkk... crakkk... aah..."
"Hia.... ha.... dugh... aaa..."
"Hiia... bruk... bruk... bruk... crak... crak... crak.. aw.... aa..."
Ice membuat gerakan berputar dan semua yang mengeroyoknya terkena tendangan berantai di kaki mereka, terdengar suara tulang patah dan teriakan mereka.
Pertarungan semakin tampak sengit, walau Ice dikeroyok oleh mereka tapi yang tampak justru mereka yang keteteran menerima setiap serangan Ice yang semakin ganas dan menggila.
Malam itu tak seorangpun yang tahu jika ada perkelahian yang tidak seimbang dimana satu gadis di keroyok oleh sekelompok laki-laki.
__ADS_1
Ya kalau sudah bertarung Ice lupa menjaga etiketnya sebagai gadis, dia seakan memiliki dunianya sendiri memukul semua lawannya sampai tidak mampu untuk bangun lagi.
Tanpa mereka sadari sudah membangunkan sisi lain Ice yang sudah lama tertidur karena aktivitas manusia pada umumnya juga hidup Ice yang tenang dan nyaman saat bersama Willy dan Daddy Arjun dulu, sebelum Willy berubah sikapnya ke Ice akhir akhir ini.
Karena tak satupun dari kelompok begundal yang mengeroyok Ice itu mampu menjatuhkan Ice, membuat pria tampan yang mengawasinya terbengong kagum melihat Ice.
"Gak disangka tuh cewek aneh ternyata jago beladiri."
Ucapnya lirih sambil tersenyum penuh arti.
Sementara Ice masih asik dengan pertarungannya, dia benar benar menjadikan pertarungan ini sebagai pelampiasan jiwanya yang memang beberapa waktu terakhir terlalu banyak masalah juga emosi yang tak terlampiaskan.
Walau kadang dia juga terkena pukulan, tapi Ice sangat lincah dan tak membiarkan ada satu pukulan pun mengenai wajahnya.
Setelah lumayan lama bertarung dan tak nampak dari pengeroyoknya untuk menyerah, mungkin karena gengsi jika harus mengaku kalah pada seorang gadis apalagi mereka berkelompok sedangkan Ice hanya seorang diri, membuat mereka malu untuk menyerah dan terus menyerang Ice.
Pria tampan yang melihat dan membaca keadaan jika semuanya tak akan cepat selesai itupun akhirnya ikut turun dalam pertarungan untuk mempercepat selesainya pertarungan mereka.
"Stopppp.... semuanya ! , cepat tinggalkan tempat ini atau kalian semua mau saya gelandang ke kantor polisi !? sudah pada babak belur patah kaki patah tangan juga masih mau sok jago, mana ada jagoan yang main keroyokan cuma untuk melawan satu cewek tcek.... tak punya malu kalian ini."
Teriak Pria tampan itu di tengah perkelahian mereka.
Setelah mendengar semua kata-kata pria tampan itu, akhirnya kelompok begundal itu pergi dengan saling memapah, dalam hati mereka juga bersyukur akhirnya bisa terbebas dari pertempuran yang sebenarnya sudah membuat mereka malu dan menjatuhkan harga diri mereka karena kalah oleh seorang gadis.
"Ahhh... mereka jadi pada kaburkan ! kamu juga sih pake ikut campur dan pake acara nakut nakutin mereka sok mau panggil polisi, padahal aku kan masih belum puas ngehajar mereka."
Kata Ice sambil membersihkan debu yang menempel di celana sport juga bajunya tanpa memperhatikan wajah pria yang ada di depannya.
"Dasar gadis aneh, hobinya kok tawuran mukulin orang."
Ucap pria itu saat hendak pulang meninggalkan Ice.
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab dan Alhamdulillah gak kemalaman, semoga aja othor bisa nambah up untuk hari ini karena harus nutup yang bolong bolong beberapa hari kemarin.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
__ADS_1
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍