Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*'Semoga Hanya Amnesia Pasca Trauma"


__ADS_3

Kai tadi sengaja beli nasi dua porsi dan udang goreng mentega porsi jumbo, dia juga menambahkan beberapa lauk lainnya seperti cah capcoy, sup asparagus dan sambal bangkok.


"Gimana keadaan Om saat ini apa lebih baik?"


Tanya Kai sambil menguyah makanan di mulutnya.


"Hmmm.... kalo fisik mungkin gue tampak baik baik aja bro, tapi gue merasa ada beberapa ingatan yang hilang, salah satunya mengapa gue bisa dirawat disini dan sejak kapan"


Sahut Jay yang juga sedang makan dengan mulut yang penuh.


"Oh... kalo begitu jangan dipaksain Om, takutnya semakin banyak ingatan yang hilang"


"Iya bro..., gue juga khawatirnya begitu, makanya gue bawa rileks sekarang gak ingin terlalu keras berpikir."


"emmm... makan yang banyak Om biar cepet sembuh, gimana enak gak lauknya?"


"Mmmm.. mantap bro, beli dimana? sup asparagusnya juga gue suka"


"Besok kalo sudah sembuh baru gue kasih tahu"


"Kenapa bukan tempe, kenapa harus nunggu gue sembuh dulu?"


"Iya kalo gue kasih tau sekarang, eh besok pagi om sudah lupa lagi, kan sia sia Om he... he... he...🀣🀣🀣"


"Ponakan durhakim semua lo sm Willy sepaket Kai, tapi bener juga ya gimana kalo setiap hari ingatan gue semakin banyak yang hilangπŸ€”πŸ€”πŸ€”"


"Jangan dianggap serius kata kata gue tadi Om, berdo'a aja agar om bisa sembuh."


"Iya, itu juga yang sedang gue lakuin sekarang, gue gak banyak mikir seandainya seandainya yang ada entar penyakit gue malah jadi tambah parah, iya gakπŸ€”πŸ€”πŸ€”"


"Ho oh, nah sekarang waktunya makan salad buahnya"



"Wah ni salad buah seger banget bro, lo tau aja gue gak suka salad buah yang pke parutan keju sm apa tuh namanya yang cream gitu."


"Kalo makanan aja hapal banget yang disukai sama yang enggak, yang enak yang mana juga dia tahu, tapi bini dia lupain parah ini Om Om"


gerutu Kai sambil membereskan wadah bekas makan mereka.


"Uhuk.... uhukkk..... lo barusan ngomong apa bro?, minum pesenan gue mana uhuk.... uhukkk..."



"Tuh minuman pesenan lo Om, minumannya aja dia gak lupa namanya, tapi bini bisa lupa, beneran luar biasa otak lo itu Om"

__ADS_1


"Dari tadi gue denger lo nyebut bini mulu, bini siapa?, siapa yang kelewatan sampe lupa sama bininya sendiri?"


Tanya Om Jay yang bingung sudah dua kali dia dengar Kai menyebut lupa sama bini.


"Oh itu temen gue, dia tiba tiba lupa sama bininya"


Padahal rasanya ingin banget Kai jawab sambil maki maki kalo orang itu elo Om Jay.


"Tapi kenapa gue merasa kalo kata kata lo itu sedang lo tujukan ke gueπŸ€”πŸ€”πŸ€”"


"Itu perasaan Om aja, sebab penyakitnya sama seperti sakit Om Jay saat ini."


Padahal mah memang orang itu lo Om.... kok masih gak nyadar juga sih... bikin Kai tambah gemes kan.


"Lebih baik sekarang Om minum obatnya dulu, kalo sudah istirahat, gue harus balik ke kantor lagi Om"


"Iya... iya... ini juga mau minum obat"


"Ok gue balik ke kantor dulu ya Om, Assalamu'alaikum"


Pamit Kai pada Om Jay.


Dikantor Willy sibuk memeriksa dan menandatangani banyak file dokumen perusahaannya juga memeriksa laporan keuangan milik Om Jay-nya.


"Semuanya balance, tampaknya peter sangat solid dan bisa diandalkan."


Setelah menyelesaikan semua pekerjaannya dan beristirahat sejenak, Willy harus kembali ke RS XX untuk menjenguk Om Jay juga berkonsultasi tentang kemungkinan penyakit yang dialami Om Jay.


Sesampainya di RS XX Willy segera menuju ruangan kantornya sebagai pemilik RS XX, semua Dokter yang dipercaya dalam pengobatan Om Jay juga sudah hadir semua di depan ruangannya tanpa berani masuk sebelum pemilik RS XX yang tak lain adalah Willy sudah berada di tempat.


"Mari Dokter silahkan masuk"


Ajak Willy mempersilahkan para Dokter yang sudah lebih dulu hadir menantinya tadi.


"Silahakan duduk, untuk menghemat waktu silahkan berikan laporan analisa Dokter semuanya tentang perkembangan penyakit Om Jay sesuai keadaan terkini."


Dokter spesialis psikologi lebih dulu memberikan laporan tertulisnya sesuai keadaan terkini Om Jay.


"Sesuai laporan terkini Tuan Jay tidak menampakkan perubahan emosi dan cenderung selalu terkontrol kejiwaannya, tapi karena yang hilang dari memorinya hanya masa masa kecelakaannya dan juga memori tentang istrinya, jadi dapat disimpulkan hal ini terjadi karena efek psikologi disaat mental seseorang merasa tertekan, kecewa, dan bersalah bisa berakibat membuat otak menghapus dan menolak ingatan seputar hal tersebut."


Setelah Dokter spesialis psikologi memberikan laporannya, kemudian dilanjutkan lagi laporan dari Dokter ahli syaraf dengan menunjukkan hasin CT SCAN kepala Om Jay.


"Dari hasil CT SCAN juga kita sudah dapat melihat jika luka dikepala yang mengakibatkan cedera di otak juga syarafnya belum pulih sepenuhnya bisa disimpulkan jika gegar otak yang dialami menjadi pemicu hilangnya memori tertentu, untuk mengetahui jenis amnesia yang dialami Tuan Jay kita masih membutuhkan waktu untuk observasi selanjutnya.


"Baiklah saya mengerti, laporan ini saya terima, silahkan kembali keaktifitas masing masing, maaf sudah menyita waktu Dokter semuanya"

__ADS_1


Willy mempersilahkan para Dokter untuk keluar dari ruangannya.


Setelah para Dokter meninggalkan ruangannya, Willy pun keluar menuju ruang rawat Om Jay-nya.


"Assalamu'alaikum, Om gimana keadaan Om sore ini?"


Salam dan sapa Willy saat masuk ke dalam ruang rawat Jay.


"Wa'alaikumsalam Warahmatullahi wabarakaatuh"


"Masuk Will, beginilah keadaan gue tampak sehat tapi nyatanya tidak sehat."


Jawab Om Jay dengan tersenyum, seolah tak ada beban.


"Syukurlah kalo Om sehat, oh... iya Om tadi Kai bawain pesanan Om Jay kesini gak?"


Tanya Willy memastikan apakah Kai benar mengantarkan pesanan makanan Om Jay tadi.


Selain itu Willy juga ingin memastikan apakah Om Jay masih mengingat apa yang dia alami hari ini.


"Iya tadi Kai mengantarkan pesanan Om, dia pinter milih resto yang enak masakannya, semua yang dibelinya terasa mak nyus"


"Apa Om suka?, besok biar dibawain Kai lagi'


"Iya suka, tapi sore ini Om makan apa Will?"


Tanya Jay yang bingung sebab Willy tak membawakan makanan untuknya.


"Gue sudah delivery tunggu beberapa menit lagi pasti dateng, lo kayak orang gak makan Om yang ditanya masalah makan mulu"


"Gue koma berapa lama coba?"


"Berapa bulan ya lupa, lalu apa hubungannya?"


'Itu bearti selama itu juga gue gak makan dul"


"Gue kira IQ lo ikutan hilang bersama ingatan lo Om 🀣🀣🀣"


"Kalo beneran gue begitu siap siap aja loh jadi baby sister gue"


*,Selamat membaca para readers akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walaupun telat update nya dan semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes


Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya syukur syukur bisa up 2 bab ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘2πŸ‘*

__ADS_1


πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


__ADS_2