Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Suami Yang Melupakan Istri"


__ADS_3

Willy dan Om Jay berangkat bareng, dan Willy lebih dulu mengantar Om Jay kerumahnya entah untuk apa.


Sesampainya di rumah Om Jay, Willy sempat dag dig dug was was takut Om Jay-nya syok melihat foto pernikahannya di dinding.


Entah bagaimana jadinya kalo Om Jay tiba-tiba melihat foto itu, kemungkinan sakit kepalanya kumat lagi.


Tapi untungnya Om Jay tidak memperhatikannya, dan cuma mengambil ponselnya.


"Hah.... lega gue, selamat.... selamat.... untunglah Om Jay tidak melihatnya, gue harus perintahkan Kai untuk menyuruh seseorang menyimpan semua fotoΒ² Rani untuk saat ini demi kebaikan Om Jay."


Batin Willy yang sempat tegang waktu menyadari ada beberapa foto pernikahan Om Jay dan Rani yang menempel di dinding.


"Kuy will, gue cuma ngambil ponsel gue."


Kata Om Jay sambil berjalan keluar.


"Ok, beneran gak ada yang lain cuma ponsel doang nih yang diambil?"


Tanya Willy saat akan melajukan mobilnya.


"Iya cuma ponsel ini."


Jawab Om Jay sambil mengotak atik ponselnya.


"Will ini kenapa ada ID my wife, istri siapa memangnya, kok di ponsel gue IDnya my wife"


Tanya Om Jay tiba-tiba, membuat Willy langsung menginjak rem mendadak karena kaget.


"Ehem... emmm.... mungkin istri orang Om, bikin kaget aja lo Om, kayak gitu juga lo tanyain."


Jawab Willy yang sempat kaget, dan berpura pura tak tahu itu.


"ID istri orang kok ada di daftar panggilan gue banyak banget sih, apa orang nyasar ke no gue kali ya?"


Tanya Om Jay lagi yang lagi lagi bikin Willy bingung harus jawab apa, cuma bisa menggaruk tengkuknya sambil nyengir.


"Iya bisa jadi begitu Om atau mungkin ada seseorang yang tertarik sama Om pake modus salah nomor."


Jawab Willy asal sambil kembali kosentrasi ke jalan raya.


"Aneh, tapi kenapa bisa tersave di buku telpon gue ya? ah bodo lah, gue hapus aja daripada jadi masalah besoknya."


Kata Om Jay yang heran kenapa ID my wife bisa ada dalam daftar buku telponnya.


Untungnya mereka sudah sampai di depan kantor Om Jay, Willy menepikan mobilnya kearea parkir khusus eksekutif perusahaan.

__ADS_1


Willy pun ikut mengantar Om Jay sampai keruangannya dan menugaskan Peter asistennya Om Jay untuk melaporkan semua perkembangan Om Jay seandainya dia merasa pusing atau mengalami gangguan kesehatan lainnya saat bekerja.


Setelah dirasa Om Jay aman dikantornya, Willy baru merasa tenang dan pergi menuju kantornya sendiri.


Dikantornya Om Jay tanpa sengaja melihat bingkai foto yang memang dia letakkan di atas meja kerjanya.


Foto dirinya bersama Rani


Saat melihat foto itu Jai kembali teringat gadis yang tertidur di brankar RS saat dia bersama Willy menengok gadis itu sebelum meninggalkan RS.


"Gadis ini... foto ini... kenapa difoto ini aku sangat intim bersama gadis ini?, siapa sebenarnya gadis ini? bahkan aku memasangnya di meja kerjaku."


Jay bingung dengan semua teka teki yang muncul bersama foto dirinya berdua Rani.


"Peter......!!!!"


Teriak jay memanggil Peter asistennya, berharap Peter bisa memberikan jawaban yang sebenarnya.


"Yes Boss, ada apa? kenapa anda berteriak?"


Tanya Peter yang mendadak panik saat tiba-tiba Jay berteriak memanggil namanya.


"Jangan berbohong, jangan sembunyikan apapun, ceritakan siapa yang ada di dalam foto ini yang bersama saya?!"


"Ehem.... emmmm.... itu..... itu....."


"Iya!! itu apa???"


Tanya jay yang emosi karena Peter terkesan ingin menyembunyikan sesuatu terkait foto itu.


Peter yang ada pada posisi serba salah tambah merasa bersalah karena lalai lupa menyembunyikan foto Jay dan Rani yang selama ini ada dimeja kerja Boss-nya itu.


"Bruakkk.... cepat jawab."


Teriak Jay emosi sambil menggebrak mejanya karena Peter yang terkesan tak mau menjawab apa yang ditanyakannya.


"Hhhhuih.... itu foto Boss dan istri."


Setelah menarik nafas panjang dan menghembuskannya lagi barulah Peter mengatakan kebenarannya.


Jay yang mendengar langsung jawaban Peter seketika langsung diam mematung lalu tertawa sebelum akhirnya menangis.


"Ha.... ha.... ha..... dia istriku? ini istriku...... hu.... hu..... hu..... laki laki seperti apa aku ini? yang melupakan istrinya sendiri....😭😭😭😭😭😭😭😭😭"


Jay tak dapat lagi menahan tangisnya, begitu tahu yang tergolek tertidur di RS itu adalah istrinya.

__ADS_1


Dia bahkan tak dapat menopang tubuhnya, seandainya Peter tidak segera menangkapnya mungkin dia sudah terjatuh saat hendak pergi keluar dari ruangan-nya.


"Pet aku suami yang buruk, yang melupakan istrinya saat dia sedang koma dan butuh dukungan dari suami, aku suami yang burukkan?..."


"Tidak Boss tidak seperti itu ceritanya, karena keadaan anda sendiri juga sama tidak baiknya."


Jawab Peter berusaha menenangkan emosi Jay yang sedang terpuruk.


"Aku ingin melihatnya Pet, bantu antarkan aku menemuinya, aku ingin menemaninya, aku ingin selalu ada untuk-nya."


"Ok ok kita ke RS, tapi Boss tolong tenangkan dulu dirimu ok... jangan sampai Anda juga drop lagi Boss."


Peter mengambilkan air minum kesehatan yang bermerek khusus yang selalu tersedia dalam ruangannya Jay.


Setelah dirasa Jay lebih tenang barulah Peter mengantarkan Jay ke RS XX ke ruang perawatan tempat Rani dirawat.


Setelah disana barulah Peter ingat untuk mengabari Willy perihal kejadian ini.


Willy yang mendapat kabar dari Peter segera mengajak Kai ke RS XX menyusul Om Jay. Dia tak ingin terjadi hal yang buruk pada Om Jay-nya.


Sementara di ruang rawat Rani, walaupun belum mengingat apapun tentang Rani tapi saat ini sudah cukup bagi Jay sebatas dia tahu bahwa gadis yang tertidur itu adalah istrinya.


"Maaf.... maaf.... maafkan aku....."


Kata kata ini yang selalu di ucapkan Jay berulangkali sambil menggenggam tangan Rani.


Diusap dan dikecupnya tangan istrinya, dengan mulut yang tak henti mengucapkan kata maaf.


Willy yang sudah sampai bersama Kai tak dapat menahan diri untuk tidak ikut bersedih dengan apa yang mereka lihat dan dengar.


"Om maaf karena menyembunyikan fakta ini dari Om."


Kata Willy lirih disamping Jay yang sedang sibuk dengan dirinya sendiri yang sedang menyesali diri karena telah melupakan istrinya.


"Om sadarlah jangan terlalu menyalahkan diri sendiri, keadaan Om bahkan tidak lebih baik darinya saat itu, jadi berhentilah menyalahkan diri sendiri."


Ucap Willy sambil menggoyangkan tubuh Om Jay-nya agar sadar dari keterpurukannya untuk tidak menyalahkan dirinya sendiri.


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau kemalaman dan semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes


Dan semoga outhor bisa up minimal 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment πŸ˜˜πŸ‘*


πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

__ADS_1


__ADS_2