Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Ice Tidur Atau Pingsan"


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang ke apartemennya Willy selalu memikirkan kata-kata Daddy-nya yang mengatakan kalau dia sebenarnya mencintai Ice, Willy menyentuh dadanya sebelah kiri sambil mengulangi kata-kata Daddy-nya.


"Rasakan disini, kamu mencintainya Will, benarkah aku mencintai Ice tanpa sadar? apakah rasa peduliku selama ini karena aku mencintainya selama ini dan aku tidak menyadarinya."


"Atau aku yang tidak mau menerima kenyataan bahwa aku mencintainya."


"Ayolah Will sudah saatnya untuk move on membuka hati untuk cinta yang baru, Rani sudah bahagia bersama Om Jay, kini saatnya dirimu mendapatkan kebahagianmu sendiri."


Bisik suara hati Willy meruntuhkan semua tembok yang selama ini mengurungnya dari menerima cinta yang lain.


"Andai benar aku mencintainya pun belum tentu Ice juga jatuh cinta padaku, jadi biarkan saja mengalir apa adanya, saat ini yang terbaik untuknya adalah menyelesaikan pendidikannya."


Karena terlalu tenggelam dalam pikirannya tak terasa sudah sampai diarea parkir apartemennya.


Sesampainya di apartemen dilihatnya masih sunyi menandakan Ice belum bangun dari tidurnya.


Willy melihat kotak yang berisi barang-barang yang sudah dikemas oleh Ice, Willy lalu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Rico, memintanya untuk mengirimkan satu pegawainya untuk membantunya mengirimkan barangΒ² ini via jasa ekspedisi internasional.


Setelahnya Willy bejalan ke arah kamar Ice untuk membangunkannya karena sudah cukup lama Ice tertidur.


"Tokk... tok... tokkk..."


Suara pintu kamar Ice saat Willy mengetuknya, tapi tak ada sahutan dari Ice lalu Willy mencoba memanggil nama Ice.


"Ice... Ce... bangun dulu Ce sudah hampir sore loh."


Willy memanggil Ice, setelah berulang kali memanggil tapi masih tidak ada jawaban, akhirnya Willy membuka pintu kamar Ice untuk membangunkannya.


Willy melihat Ice yang masih tidur seperti orang pingsan karena pengaruh obat yang diminumnya.


"Entah obat apa yang di berikan oleh Dokter itu, apa mungkin cuma obat tidur bukannya menyembuhkan tapi cuma membuat Ice tidur seharian tiap kali selesai meminumnya."


Ucap Willy sebelum akhirnya menggoyangkan kaki Ice untuk membangunkanya.


"Ce... bangun Ce.... sudah sore ini, kamu juga belum makan siang loh, Ce... bangun dulu ya."


"Ehmmm.... apa sih Om? Ice masih ngantuk nih."


Jawab Ice sambil berbalik memunggungi Willy dan memeluk gulingnya."


"Ce... ini sudah sore loh, dan kamu sudah tidur sejak jam sepuluh pagi tadi, bahkan kamu juga belum makan siang."

__ADS_1


Ucap Willy yang masih sabar menunggu Ice agar mau bangun dari tidurnya.


Ice langsung bangun dari tidurnya dan duduk karena kaget gak nyangka kalo sudah tidur sejak pagi


"Apa... Ice tidur sejak pagi? masa sih Om? Ice lupa kalo tidur pagi hoaammm ha-ha-ha (sambil menepuk nepuk mulutnya yang menguap) kan masih ngantuk nih."


Ucap Ice yang tak percaya dan masih dalam keadaan mengantuk.


"Bangun dulu terus kamu mandi atau cuci muka biar hilang ngantuknya, gue tunggu di meja makan ya."


Ucap Willy lalu pergi ke dapur untuk memasak makan siang atau sore entahlah karena di bilang makan siang bukan lagi siang dan di bilang makan sore atau malam juga belum waktunya makan sore atau makan malam.


Di dapur Willy memeriksa kulkas juga lemari penyimpanan bahan makanannya, melihat apa yang bisa diolah dengan cepat.


Dilihatnya hanya ada telor, daging asap, sosis, paprika, bombay.


Akhirnya Willy memutuskan untuk memasak omelette, semua bahan di potongnya lalu diaduk jadi satu dengan telor dengan tambahan bumbu penyedap garam juga bubuk lada, setelah itu mulai di masak pakai teflon dan daaaadaaaaa.... omelette matang siap untuk disantap.


Dua piring omelette sudah tersaji di atas meja siap untuk disantap.


Bersamaan Willy selesai masak, saat itu juga Ice sudah selesai mandi dan lebih segar.


"Masak apa Om? aromanya harum bener."


Ucap Ice yang baru sampai di dapur dan melihat ada dua piring omelette masih hangat di atas meja.


Ice langsung duduk dan hendak memakan omelette yang menjadi bagiannya, tapi segera dilarang Willy.


"Ce... tunggu bentar jangan makan dulu, ini minum susu steril dulu selagi perut kosong bagus untuk mengobati alergi kamu."


Ucap Willy sambil memberikan satu cans susu steril kepada Ice."


Tanpa komentar penolakan, Ice langsung meminum susu steril yang diberikan Willy.


"Semoga aja alergi kamu itu sembuh ya Ce, setelah minum susu steril tadi."


Ucap Willy yang mulai duduk di bangku menghadap meja makan siap untuk menyantap makanan mereka berdua.


"Aamiin... iya Om semoga aja."


Belum juga mulai makan tiba-tiba terdengar bel pintu berbunyi menandakan ada tamu yang datang.

__ADS_1


"Siapa yang datang?"


Ucap Willy sambil beranjak dari duduknya dan menuju ke pintu depan lalu melihat kelayar yang memperlihatkannya rekaman orang yang ada di depan rumahnya.


Dilihatnya orang yang ada diluar pintu dan Willy mulai mengingat jika ternyata orang yang berdiri diluar pintu dengan seragam Tim keamanan itu adalah pegawainya yang ternyata anak buah Rico.


Barulah Willy ingat kalo tadi dia pesan ke Rico untuk mengirimkan anak buahnya guna mengirimkan barang barang pesanan Mommy-nya via jasa ekpedisi internasional, yang sebelumnya sudah di kemas menjadi satu kotak besar oleh Amel


Willy segera membukakan pintu apartemennya dan mempersilahkan pegawainya itu untuk membawa semua barang itu ke via ekpedisi internasional.


Setelah pegawainya itu pulang barulah Willy melanjutkan untuk makan bersama Ice, tapi begitu sampai di meja makan Willy sangat kaget karena salah satu omelette buatannya sudah habis bersih tak bersisa.


"Ce... omelette satunya kemana."


Tanya Willy walaupun dia tahu jika Ice sudah lebih dulu menghabiskan makannya.


"He... sudah Ice amankan ketempat yang aman."


Kata Ice sambil bertingkah badung mengusap perutnya.


"Masih lapar gak? kalo masih mau nih habisin."


Ucap Willy menawarkan omelette yang tersisa hanya satu itu.


"Gak usah Om, sudah kenyang ini."


Jawab Ice sambil memegang perutnya yang terasa agak sakit karena seharian sejak pagi g makan jadi di pastikan maag-nya kumat


"Ya udah kalo gitu gue makan, gakpapa ya ."


...ucap Willy sambil duduk di bangku seberang Ice....


"Iya Om.... makan aja, nanti aja kalo masih lapar, biar Ice masak mie instant.


*Alhamdulillah akhirnya hari ini outhor selesai juga update-nya walaupun gak bisa up tepat waktu karena outhor sedang kurang sehat dan akhirnya baru bisa up 1 bab.


walaupun kemaleman ini ya gaes, do'a kan semoga outhor tetap sehat dan bisa rutin up setiap harinya ya gaes. Ikuti terus ceritaku dan jangan lupa untuk tetap dukung author dengan vote like koment dan rate πŸ˜˜πŸ‘*


πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘


"

__ADS_1


__ADS_2