
"ummm.... yummy, bubur gudeg memang paling top markotop, heeeggg... kenyangnya."
Ucap Ice yang baru saja menghabiskan satu piring penuh bubur gudeg sambil mengusap perutnya yang kekenyangan.
Ice lalu mencuci piring juga sendok setelah selesai memakainya.
"Pagi ini aku harus membeli peralatan dapur, gak perlu yg wah dan banyak, cukup sebatas kebutuhan."
Ucap Ice yang sengaja berbicara sendiri untuk menghilangkan rasa sunyinya.
Pagi ini setelah mandi, Ice yang berpenampilan cantik rapi dan harum mulai mencari pasar untuk sekedar membeli beberapa alat dapur.
Ice membeli kompor gas kecil dengan satu tungku api, panci, wajan, piring, sendok, gelas, mangkuk, tak lupa pisau.
Selain peralatan dapur, Ice juga membeli beberapa bahan untuk dimasak, saat membeli bahan masakan Ice ingat jika dia juga butuh kulkas untuk menyimpan bahan makanannya.
Setelah semua di belinya, barang barang itu di titipkannya pada kurir yang akan mengantarkan kulkasnya, Ice sengaja memberi ongkos lebih karena menitipkan semua barang belanjaannya.
"Uhh... lelahnya (sambil melakukan perenggangan memutar pinggulnya ke kiri dan ke kanan), mampir ngebakso dulu ah, ini cacing sudah pada demo."
Ucap Ice yang mencium aroma bakso dari warung bakso yang begitu menggoda indra penciumannya.
Setelah puas makan dua mangkok bakso, Ice memutuskan untuk pulang setelah memastikan kurir yang akan mengantarkan kulkas dan belanjaannya tadi juga mulai jalan menuju rumah kostnya.
Tak butuh lama, dengan menumpang ojek online, Ice sudah sampai di rumah kostnya bersamaan dengan kendaraan kurir yang mengantarkan kulkas juga belanjaannya yang lain.
"Tolong pak, kulkasnya letakkan di sudut sini aja, karena colokannya adanya disini."
"Nah... kan... senang hati, kalo sudah punya peralatan dapur begini, mau masak juga gampang."
Setelah semuanya tertata rapi, Ice lalu merebahkan tubuhnya di kasur karena sudah gak tahan matanya serasa ingin merem dari tadi, mungkin karena kekenyangan makan bakso tadi.
Baru juga merebahkan tubuhnya di kasur, siulan napasnya mulai terdengar menandakan jika Ice sudah tertidur.
'Uhhh... rasanya masih males untuk bangun mandi."
Ucap Willy yang baru terbangun setelah adzan zuhur berkumandang.
Dengan malas dan mata yang serasa masih ingin tidur, Willy bangun untuk mandi.
Jika tak ingat harus mencari Ice, rasanya dirinya enggan untuk bangun.
"Semangat demi menemukan Ice, semangat ! semangat !"
Seru Willy menyemangati dirinya sendiri.
Setelah ganteng rapi dan harum, Willy kembali melanjutkan pencariaannya, kali ini berbekal beberapa potongan rekaman CCTV di beberapa tempat yang berbeda, Willy mulai melajukan mobilnya menuju kota lainnya yang sempat terlihat Ice turun dari bus.
Setelah beberapa jam mengendarai mobilnya sendiri, akhirnya Willy mulai sampai di kota kecil yang sempat di singgahi Ice beberapa hari yang lalu.
Willy mulai berkeliling menyisir kota kecil itu guna mencari keberadaan Ice, setiap melewati toko pastilah Willy akan memperlihatkan foto Ice yang ada di galery handphone-nya.
Setelah seharian menyisir kota kecil itu tapi tetap tak menemukan Ice, Willy mulai bingun bagaimana harus pulang karena gak mungkin membalik arah.
Akhirnya Willy memilih untuk menginap satu malam, dan besoknya lagi baru menuju kota berikutnya.
"Kemana perginya kamu Ce? gue gelisah apakah kamu tahu bahwa hati ini selalu merindukan kamu sayank?"
Ucap Willy lirih saat dirinya merasa lelah tak menemukan Ice.
Selama Willy gak bisa on kantor, Kaizar lah yang menuntaskan semua tugas kantornya.
__ADS_1
Malam harinya saat tubuh terasa sangat lelah, Willy menelphone Kaizar menanyakan keadaan pekerjaan dikantor dan kepo bagaimana kendaraan kantor.
"Halo Kai, gimana keadaan kantor? dan bagaimana dengan memeting dan janji temu yang membahas kerjasama?"
"Tenang aja bro, yang penting sekarang lo fokus aja nyariin Ice, tentang pekerjaan kantor masih ada gue juga pegawai lainnya yang akan ngehandel semuanya."
"Ok trims... ya bro, lo memang selalu bisa gue andalin."
"Trims-nya cuma gini doang nih bro? padahal gue berharap kucuran dana."
Ucap Kaizar yang berterus terang banget nih orang.
"Iya.... gue udah paham, kalo Ice sudah ketemu pasti bakal gue transfer."
Ucap Willy sambil matanya masih memandang foto Ice yang tersimpan di galery ponselnya.
"Ya udah aku juga mau off, mau istirahat dulu, besok mau lanjut nyariin Ice."
Waktu di jam dinding menunjukkan jika hari mulai larut malam, tubuhnya juga sudah lelah sehingga tak terasa mata mulai terpejam dengan sendirinya.
Sementara itu, Ice yang merasa lapar mulai keluar untuk mencari makanan dan tanpa di duganya ada sekelompok pemuda yang berniat tidak baik saat melihat Ice ( sebagai seorang gadis) yang berjalan sendirian.
Ice yang berjalan dengan handset ditelinganya yang mengalunkan lagu dari Rizky Febian, tak begitu memperhatikan bila ada yang berniat tidak baik pada dirinya.
Walau semua itu mungkin dengan mudah bisa dihalau oleh Ice.
" Hingga Tua Bersama"
Rizky Febian
Inikah kisah cinta
Kini kau tinggalkan diriku
Ku tahu ini semua kesalahanku
Yang selalu membuatmu terluka
Maafkanlah sayangku
Dengarkan janjiku
Selama jantung ini berdetak
Ku akan selalu menjagamu
Hingga akhir waktu
Selama nafas ini berhembus
Tak akan ada cinta yang lain
Hingga Tua Bersama
O ooo
Ku mohon kembalilah dalam pelukanku
Lihatlah diriku tanpamu
Maafkanlah sayangku
__ADS_1
Dengarkan janjiku
Selama jantung ini berdetak
Ku akan selalu menjagamu
Hingga akhir waktu
Selama nafas ini berhembus
Tak akan ada cinta yang lain
Hingga Tua Bersama
Hati ini Tak Akan Mungkin
Tanpa cintamu yang begitu tulus
mencintaiku
Ou ooo
Selama jantung ini berdetak
Ku akan selalu menjagamu
Hingga akhir waktu
Selama nafas ini berhembus
Tak akan ada cinta yang lain
Hingga Tua Bersama
Ku akan selalu menjagamu
Hingga akhir waktu
Selama nafas ini berhembus
Tak akan ada cinta yang lain
O ooo
Tak akan ada cinta yang lain
Hingga Tua Bersama
Author nya kembali kemalaman nih updatenya, ditambah bolak balik mata Authoru merem, gak tau terhitung update hari ini atau besok nih.
Apa yang akan terjadi dengan Ice, apakah Ice bisa membela dirinya seandainya sekumpulan pemuda itu berniat tidak baik padanya.
Ikuti terus cerita Ice esok hari, insya'Allah author gak kemaleman lagi.
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau kembali kemalaman dan kondisi othor yang belum sehat benar juga harus menjaga anak yang sedang sakit, semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes
Dan semoga outhor bisa up minimal 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
__ADS_1