Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Kesedihan Yang Tertahan"


__ADS_3

Sementara keadaan Jay juga masih koma belum sadarkan diri, luka pada pasangan suami istri itu sangat parah, untung saja nyawanya masih tertolong.


Melihat keadaan kedua orang yang sangat disayanginya dan sama sama memiliki tempat yang sangat berarti dalam hidupnya membuat Willy kembali ingin meluapkan amarahnya.


Sebisa mungkin Willy menahan emosinya dan berusaha untuk duduk tenang di depan ruang operasi.


Tak dapat menahan gelisah Willy mondar mandir lalu duduk kemudian berdiri lagi, mengeluarkan rokok tapi saat akan menyalakan pematik dia sadar sedang berada dilingkungan yang dilarang merekokok.


Selama hampir 4 jam, akhirnya lampu dipintu ruang operasi padam dan mulai terbuka, Dokter specialis Obgyn yang memimpin operasi terhadap Rani terlihat berjalan keluar dari ruang OK (Kanar Operasi).


Willy buru buru menghampiri Dokter specialis tersebut dan bertanya bagaimana keadaan Rani setelah pasca operasi.


"Dok tolong jawab dengan jujur bagaimana keadaan pasien? apakah dia dapat melewati operasinya dengan baik? apakah kondisinya tidak berbahaya?"


Pertanyaan beruntun keluar dari mulut Willy dan rasa cemas yang dia rasakan sejak tadi tak dapat lagi disembunyikannya.


"Tenanglah Tuan, Nyonya Sanjaya sampai saat ini belum sadar tapi dia wanita yang kuat dan dia telah berhasil bertahan melewati operasi tadi, do'akan saja Nyonya segera pulih dan sadar"


Dokterpun dengan sabar menjawab semua kekhawatiran Willy dengan kata kata yang mensugesti yang biasa dilakukan oleh para Dokter kepada keluarga pasien agar Willy lebih tenang.

__ADS_1


"Baiklah Dokter Terimakasih banyak, silahkan beristirahat dan maaf sudah menunda waktu istirahat anda"


"Terimakasih Tuan, permisi saya kembali keruangan saya dulu"


Pamit si Dokter dengan sabar dan tetap ramah, bagaimanapun yang menunda waktu istirahatnya setelah lebih dari 4 jam melakukan operasi itu adalah Tuan pemilik RS tempatnya bekerja saat ini.


Taklama setelah Dokter pergi tampak perawat mendorong brankar Rani keluar dari Ok kembali menuju ruang ICU untuk masa pemulihannya pasca operasinya yang kedua setelah kecelakaan maut itu.


Willy buru buru mengikuti para perawat yang mendorong brankar Rani.


"Syukrlah Rani dapat menjalani operasi barusan, semoga saja dia cepat sadar dan sehat lagi"


Do'a Willy untuk Rani sepanjang jalan mengantarnya kembali ke ruang ICU.


Disana juga telah ditempatkan banyak pengawal untuk menjaganya.


Bagaimanapun disaat seperti ini kemungkinan beberapa musuh mereka akan mengambil kesempatan untuk mencelakainya lagi.


"Om cepatlah sadar, apa kau rela mereka yang mencelakaimu dan Rani tertawa bahagia, apa kau tak kasihan pada Rani??, dia butuh kamu saat ini Om jadi cepatlah sadar"

__ADS_1


Willy membisikkan beberapa kata yang dia yakin kalo Om Jay pasti mendengarkannya, dan berharap itu akan menjadi pemacu agar Om Jay-nya cepat terbangun dari komanya.


Setelah dirasa cukup memberikan kata-kata penyemangat, Willy segera kembali menuju kediaman utama keluarga Atmadja.


Fia juga sangat menghawatirkan kesehatan maminya.


Setelah sampai di rumah utama, Willy segera menuju ke kamar maminya.


Dilihatnya maminya sedang membuka album foto pernikahan Om Jay dan Rani, dan ada tetes air mata dipipinya.


"Mom kenapa belum tidur?? nanti sakit loh, mommy sudah makan belum??"


"Mami sedih Will, dia adik mami satu satunya entah bagaimana keadaannya?? apa dia akan bangun tapi kapan??"


Semua perkataan maminya membuat Willy ikut merasakan kesedihan yang sudah sebisa mungkin dia tahan selama ini sejak kecelakaan yang dialami Om Jay dan Rani.


Tanpa terasa setetes air matanya jatuh dan segera dia usap.


*Selamat membaca para readers maaf outhor gak tepat janji untuk up setiap hari karena kesibukan outhor.

__ADS_1


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2