
Tiba-tiba Willy mulai pingsan sebelum menyelesaikan perkataannya dan kembali membuat Ice panik.
"Om... bangun Om... jangan bercanda dong, pok... pok.... beneran nih Om pingsannya? Om kamu beneran buat Ice khawatir loh kali ini, bangun dong Om jangan begini."
Ice bahkan masih bertingkah konyol menepuk nepuk pipi Willy karena mengira Willy cuma ngefrank.
"Mas ganteng gimana nih? si Om gak beneran pingsan kan? dia cuma pura pura kan ini? ih Ice jadi beneran khawatir nih !"
"Tenang Ce, kamu jangan panik begitu nanti gue jadi ikutan panik nih "
"Aduh gimana nih kalo ternyata lukanya fatal, gue harus gimana dong mas? Ice gak mau dipenjara?"
"Sebenarnya pukulan diarea itu sangat bahaya Ce, bisa menyebabkan kematian katanya, tapi kita berdo'a aja Willy gak kenapa kenapa ya."
"Iya mas, tapi tetap aja Ice takut dipenjara mas! kalo sampe terjadi sesuatu pada Om Willy."
"Ya udah kamu ikutin aja apa maunya dia, ikut dia pulang dan kawin sama dia."
Kata Fathir sambil memperhatikan ekspresi wajah Ice dari kaca sepion.
Terlihat bagaimana Ice sangat mencemaskan Willy entah kenapa ada rasa masam dihatinya, Fathir merasakan cemburu karena perhatian Ice kepada Willy.
"Ice gak mungkin ikut pulang Om Willy setelah apa yang terjadi mas, dan lagi Om Willy sudah punya istri bahkan sudah punya sepasang anak kembar, jadi gak mungkin buat Ice untuk nikah sama Om Willy."
Kata Ice lirih, walau menjadi istri Willy sebenarnya impian awalnya saat pulang ke Indonesia, tapi semua sudah Ice pupus jauh jauh setelah melihat sendiri Willy sudah punya sepasang anak kembar.
"Uhukkk.... uhukkk... Ce... tolong ambilkan minum satu."
Fathir sampai terbatuk batuk karena kaget saat mendengar Ice bilang kalo Willy sudah beristri dan punya sepasang anak kembar.
"Ini mas, sudah Ice bukain juga tutupnya."
"Kamu kalo bicara jangan bercanda mulu Ce, sejak kapan Willy punya istri juga anak? gue sohibnya aja gak pernah tahu."
"Beneran mas, Om Willy itu sudah punya istri juga sepasang anak kembar, gara gara Ice lalai jaga anaknya itu Om Willy bahkan tega menelantarkan Ice."
__ADS_1
"Eh bukan karena itu aja tapi memang dari awal Ice menginjakkan kaki di Jakarta, Om Willy sudah semena mena sama Ice, makanya Ice gak mau dekat-dekat lagi sama Om Willy."
Singkat cerita Ice menceritakan semua yang dialaminya sejak awal pulang ke Indonesia, yang penuh kesedihan sakit hati juga luka hati tentunya.
"Gini ya Ce, setau gue Willy belum pernah nikah apalagi punya anak, seandainya dia nikah sudah pasti satu gank bakalan heboh Ce."
"Lalu..."
"Lalu ya pasti itu semua gak bener, pasti ada salah paham diantara kalian."
Kata Fathir berusaha memberikan pencerahan pada Ice.
"Terus...."
"Ya terus terserah kamulah Ce, kalo seandainya bener Willy masih jomblo terus maksa kamu bertanggung jawab untuk nikah sama dia, ya itu terserah kamu mau terima dia atau gaknya, tapi yang jelas gue pasti poteq Ce."
Nah Fathir akhirnya mengungkapkan sedikit kebenaran tentang perasaannya kepada Ice, tapi dasar Ice gak peka, kata kata Fathir itupun dianggapnya hanya guraun becanda doang.
Akhirnya mereka sampai juga di Rumah Sakit Terdekat dan Fathir langsung meminta tolong pada petugas instalasi Gawat Darurat untuk membawakan brankar bagi Willy.
Ice juga memberitahukan kronologi kejadian yang membuat Willy terluka sebelumnya sesuai skenario yang sudah dibuat Willy pada awalnya kalau burungnya sakit setelah tak sengaja teratuk kaki meja karena pasti akan sangat memalukan seandainya Ice menceritakan kejadian yang sebenarnya.
Sementara Fathir sibuk mengurus administrasinya agar Willy segera mendapatkan tindakan medis.
Di dalam ruang tindakan, Willy yang masih belum sadarkan diri langsung mendapatkan penanganan medis.
Seorang Dokter laki-laki memeriksa bagian vital Willy yang tampak membengkak lebam membiru disekitarnya, dari luka lebam itu bisa diketahui seberapa keras benturan yang terjadi.
Setelah pemeriksaan fisik bagian luar, dan mendapatkan suntikan untuk menghilangkan rasa sakitnya, Willy lalu di bawa ke ruang Rontgen untuk pemeriksaan bagian dalam area vitalnya.
Setelah dilakukan Rontgen baru diketahui seberapa parah cidera burung tak bersayap milik Willy, Dokter lalu menyarankan agar Willy dirawat inap selama beberapa hari untuk mendapatkan pengobatan yang lebih intensif dari Dokter Spesialis Andrologi.
Tak ada yang dapat dilakukan oleh Fathir dan Ice, sehingga mereka menyetujui setiap tindakan medis untuk Willy. Ice yang merasa bersalah karena telah mencelakai burung tak bersayap milik Willy itupun akhirnya bersedia menjaga Willy selama Willy harus di rawat di Rumah Sakit.
"Ce gue pulang dulu ya, kamu disini baik baik jaga Willy, ada butuh sesuatu gak? biar nanti gue bawain."
__ADS_1
Kata Fathir saat akan pulang ke kostan-nya.
"Mas Ice ikutan pulang dulu ya, mau ambil baju ganti sama daleman."
"Nanti biar gue aja yang ambilkan pakaian ganti kamu sama dalemannya."
Kata Fathir lagi tanpa sadar ataupun merasa bersalah saat mengucapkan kata daleman tadi membuat Ice merona malu.
"Kenapa jadi serasa punya suami."
Batin Ice bermonolog sendiri serasa sambil malu sendiri.
"Ehhhh.... tapi Ice juga laper nih mas ganteng dari siang belum makan, ini cacing sudah demo sejak tadi."
"Waduh.... iya, maaf ya Ce gue lupa kalo kita belum makan, ya udah kamu anteng anteng aja disini jagain Willy, gue beli makan dulu."
Fathir lalu meninggalkan Ice di ruang rawat Willy untuk membeli makan buat mereka bertiga.
Willy yang sebenarnya sudah sadar sejak diperiksa Dokter setelah dari ruang Rontgen tadi, dan masih berpura pura pingsan bisa melihat dan mendengar interaksi Ice dan Fathir.
Setelah kepergian Fathir, Ice duduk dibangku disamping brankar pasien tepat Willy tertidur saat ini.
"Om maafin Ice ya, Om jadi begini karena Ice, Cepat sembuh ya Om dan semoga burung kamu gak apa-apa Om."
Ucap Ice sambil jari jari tangannya jail bermain di wajah Willy.
Ice memainkan jarinya mengukir dari hidung Willy yang tinggi seperti perosotan anak TK turun ke bibir Willy, tapi setelah itu karena gemas atau entah kenapa, Ice justru menarik kumis Willy yang tampak tak terurus.
Willy yang menahan senyum dan gemas ingin menggigit tangan Ice awalnya jadi menjerit kesakitan saat kumisnya ditarik Ice.
*Selamat membaca para readers akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab disela sela kesibukan outhor setelah sekian hari absen gak update bab.
Dan semoga outhor bisa kembali up 1ribu kata setiap harinya syukur syukur bisa up 2 bab ya readers.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
__ADS_1
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍