Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Gio Mencium Mika."


__ADS_3

Seperti biasanya pagi ini Willy sangat sibuk mengurus si kembar terlebih dahulu sebelum dirinya berangkat ke kantor.


"Ayah, Mika gak mayu te cetolah, di cana ada anak nyatal."


"Siapa yang berani gangguin anak ayah yang cantik ini hem? apa dia mukul Mika-nya ayah?"


"Dia temenna Mito, dia celalu gangguin Mika mau tium tium Mika."


"Wah siapa yang berani cium anak ayah yang cantik ini? Miko kamu harus bisa jagain adik kamu yang cantik ini ya ! atau dia akan diambil siapa itu namanya yang sudah gangguin Mika."


"Gio namanya ayah, dia bukan temen Miko kok dia bulat seperti bola."


"Baiklah anak-anak ayah harus pandai dan rajin sekolah, Mika cantik gak ingin lihat mama menangiskan di surga?"


"Iya ayah, Mika atan cetolah, Mika gak mayu mama menanyis."


"Dan kamu jagoan, ingat harus selalu jagain Mika, agar papa di surga bangga sama Miko oke jagoan !"


"Siap Ayah, Miko akan selalu jagain Mika biar papa bangga sama Miko."


"Good Boy, ok anak anak sudah siap untuk sekolahkan? kita sarapan dulu ya."


"Siappp Ayah !"


"Ciappp Ayah !"


Jawab kedua bocah kembar itu serempak kembali penuh semangat.


Willy menggendong Mika di punggungnya dan menggandeng Miko dengan tangan satunya.


Willy mendudukkan ke duanya di bangku dan mengambilkan makan untuk keduanya.


"Mika mayu matan patek ayam dyam dyam cama caos manyis aja yah."


"Miko mau semuanya."


Sudah gak ada lagi Willy sang Big Boss yang dingin dan galak saat dihadapan ke dua bocah kembar ini.


Sebisa mungkin dia akan berusaha untuk membuat kedua bocah kembar ini selalu tertawa bahagia.


Dia bahkan rela menyandang status duda perjaka untuk kedua bocah kembar ini.


Kedua bocah kembar yang kalau di urutkan dari garis keluarga maka kedua bocah kembar itu adalah adik sepupunya.


Karena kedua bocah kembar itu merupakan anak anak Om Jay dan Rani yang meninggal dan menjadi korban kecelakaan pesawat jatuh satu tahun yang lalu.


Willy yang selalu mencintai Rani walaupun Willy sendiri mulai memiliki perasaan cinta pada Ice, tapi cintanya pada Rani tak pernah berkurang.


Willy bahkan mengambil hak asuh kedua bocah kembar itu setelah peringatan empat puluh hari meninggalnya Om Jay dan Rani.

__ADS_1


Willy bahkan rela bersusah payah mengurus keduanya saat baby sister keduanya selalu mengundurkan diri karena tak tahan dengan kenakalan kedua bocah kembar itu.


"Semuanya... ayo makannya di habiskan ya, Ayah mau ganti baju dulu."


Willy lalu meninggalkan kedua bocah kembar itu yang mulai makan dengan ditemani oleh Mbak Sri, ART yang masih setia sejak awal bekerja saat Rani mulai hamil si kembar dulu sampai sekarang walaupun kedua orang tua si kembar sudah tiada.


Setelah berganti dengan setelan pakaian kerjanya, Willy lalu mengantar kedua bocah kembar itu bersama Mbak Sri ke sekolah PAUD.


Setelah mengantarkan mereka barulah Willy ke kantor, karena kesibukannya bekerja dan mengurus kedua bocah kembar itu setiap hari seolah dua puluh empat jam nonstop kecuali tidur malam, menyebabkannya kurang istirahat dan mungkin inilah yang menyebabkan emosi Willy tidak terkontrol.


Kadang Willy berfikir untuk me time, tapi tak pernah berhasil akan selalu saja ada masalah karena ulah kedua bocah kembar itu.


Tapi entah kenapa dihadapan kedua bocah kembar itu Willy tak pernah bisa marah.


Kembali ke Ice


Setelah membantu pekerjaan rumah Bu Lastri, pagi ini Ice langsung browsing mencari lamaran pekerjaan, dan mulai mengirimkan CV ke beberapa perusahaan bahkan universitas.


Ice yakin dengan ijazah yang dia miliki serta predikat Cumlaude sebagai lulusan terbaiknya fakultas bisnis tidak akan sulit baginya untuk mendapatkan pekerjaan.


Setelah mengirimkan lamaran lengkap dengan CV nya ke beberapa Perusahaan dan dan Universitas, siangnya Ice mengantar Nurul ke sekolahnya.


"Beneran nih ka Ice mau nganterin Nurul sekolah?"


Tanya Nurul dengan gembiranya, dia merasa seolah benar benar memiliki seorang kakak kini.


"Ya mau pake bangetlah ka, makasih ya ka Ice sudah mau jadi kakak buat Nurul."


Ucap Nurul sambil memeluk lengan Ice manja.


"Sama sama sayang, ka Ice yang harusnya berterima kasih di bolehin tinggal disini saat ka Ice terlunta-lunta, Bapak sama Ibu mau menampung ka Ice disini."


"Ya udah mandi dulu gih, bentar lagi sudah jamnya berangkat sekolahkan."


Ucap Ice mengingatkan Nurul sambil mendorong pelan punggungnya ajar Nurul bergegas mandi.


Balik lagi nengok sikembar


"Mika ada apa di pipi Mika itu?"


Tanya seorang bocah bertubuh gembul dengan nada serius membuat Mika merasa takut jika benar ada sesuatu di pipinya.


"Apa... ada apa di pipi Mika jio?"


Tanya gadis kecil merasa gelisah khawatir karena ucapan si gembul.


"Aku juga gak tau."


Jawab si gembul seolah cuek, setelah membuat Mika gelisah dan khawatir dengan kata katanya tadi.

__ADS_1


"Jio !... Jio ! tolong bersihin pipi Mika, Mika takut hik... hik.... hik...."


Suara Mika memanggil Gio dan mulai terisak-isak.


"Baiklah tapi tutup mata dulu."


Ucap Gio seolah beneran ada sesuatu di pipi Mika.


"iya ini juda mayu cucup mata nih."


Setelah Mika menutup matanya, Gio langsung mendekat dan mencium pipi Mika.


"Horeee.... akhirnya aku berhasil mencium pipi Mika."


Teriak Gio sehingga semua teman satu kelas mereka mendengarnya.


"Aaa... Jio natal, Jio natal !... Mika benti jio."


Teriak Mika saat tau si gembul menipunya dan justru mencium pipinya.


Miko yang mendengar gembul sudah berhasil mencium pipi saudari kembarnya, kini menjadi marah, karena merasa kecolongan.


Miko masih ingat kata-kata Ayah Willy nya bahwa dia harus bisa menjaga Mika agar papanya di surga merasa bangga.


Miko langsung berlari mendekat ke arah Gio lalu langsung memukulinya sehingga Gio menangis.


"Hwaaaaa... sakit !... Miko nakal, Gio gak mau mabar bareng Miko lagi.


Teriak Gio ketika mendapatkan tinjuan dimata kirinya dari Miko.


"Makanya jangan sok sokan, pake cium cium pipi Mika."


Ucap Miko sambil menoel hidungnya sendiri.


"Ada apa anak anak? kenapa berantakan begini?"


Tanya bu Santi guru PAUD kelas mereka.


"Jio tium tium Mika tadi Bu guyu."


Seru Mika mengadukan tingkah nakal si gembul.


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau semalam ketiduran dan kondisi othor yang belum sehat benar, semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes


Dan semoga outhor bisa up minimal 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2