Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Rasa Nyaman"


__ADS_3

"Ice tangal 14 bulan lalu baru masuk tujuh belas tahun Om."


Jawab Ice sambil tersenyum lucu.


"Masih bocil ternyata, pantesan..."


Sahut Willy menahan geli begitu tau usia Ice yang baru melewati sweet seventeen.


"Is... Om nih jangan sebut aku bocil, aku tujuh belas tahun ya... sudah boleh pacaran."


seru Ice sambil cemberut begitu di sebut bocil.


"Eh... no... no... siapa bilang sudah boleh pacaran? peraturan pertama dari saya, kamu dilarang pacaran sebelum menyelesaikan kuliah kamu."


Kata Willy yang dengan tegas mengultimatum untuk tidak boleh pacaran.


"Kalo gak punya pacar gak seru lah Om, bakal jadi gadis tua susah jodoh gimana?"


"Kata siapa bakal jadi gadis tua susah jodoh?, kalo susah jodoh ada gue yang bakal nikahin kamu".


Kata Willy yang asal ceplos tapi gak nyadar kalo kata katanya mungkin bakal diaminin malaikat.


"Waduh... masa iya nikah sama Om? kalo Ice sedah jadi gadis tua pastinya Om sudah jadi kakek kakek dong!.. ogah ah."


Seloroh Ice yang tambah ngelantur dan membuat Willy tertawa geli.


Mungkin disinilah Willy merasa nyaman jika dekat dengan Ice yang polos dan suka bercanda.


"Ya kalo gue sudah kakek kakek bearti kamu siap siap dapet warisan dari gue, kan untung banyak Ce."


Gurau Willy dengan tertawa geli.


"Untungnya dimana Om? masa baru nikah sudah dapet gelar janda ditinggal mati"


Seloroh Ice sambil nyengir.


"Lah kok malah kamu do'ain gue langsung mati Ce, durhakim kamu."


Seloroh Willy geli mendengar setiap kata yang keluar dari mulut gadis kecil itu.


"Kenapa kita jadi ngebahas nikah sama janda sih? is... olengkan jadinya gara gara Om Willy ini."


"Kok gue yang kamu salahin sih Ce... kan gue cuma kasih solusi seandainya kamu jadi perawan tua dan gak laku seperti kata kamu tadi."


Jawab Willy sambil tertawa geli.


Selama ini baru sekarang dengan Ice Willy bisa bebas berekspresi, biasanya dia selalu membuat jarak saat berinteraksi dengan orang lain, tapi tidak termasuk Kai karena mereka telah bersama sejak kecil.


Tak terasa mereka sudah sampai di parkiran gedung kantor Atmadja Group.


Willy mengajak Ice kekantornya karena ada beberapa meeting yang harus dia hadiri, sehingga tidak sempat mengantarkan Ice kembali ke apartemennya.


Semua pegawai melihat Ice dengan ekspresi aneh diwajah mereka, setiap orang memiliki ekspresi yang berbeda-beda saat melihat Ice yang asing bagi mereka berjalan berdampingan dengan sang Big Boss.


Ice masih dengan tampilan seperti pria tertutup rapat oleh tampilan fake nya, berjalan santai mengikuti Willy tanpa mau ambil pusing dengan pandangan aneh orang ke arahnya.


Sebenarnya Willy dan Ice memiliki kesamaan yaitu sama sama bersifat masa bodo sama pandangan dan pikiran orang lain pada mereka dan selalu terkesan cuek selama orang tidak memulai membuat masalah dengan mereka.

__ADS_1


Sesampainya di dalam ruangan Willy, Willy meminta Ice untuk menunggunya beberapa waktu karena harus segera keruang rapat.


"Ce.. gue tinggal meeting sebentar ya, kamu istirahat aja dulu disini, kalo butuh cemilan atau minuman ambil aja di kulkas."


Pesan Willy sebelum meninggalkan Ice sendirian di ruangannya.


"Siapp Boss."


Sahut Ice sambil memberi hormat dengan gerakan tangan ke depan kening.


Di ruang rapat Kai dan beberapa eksekutif kepala dari setiap bagian sudah menunggu Willy lengkap dengan semua laporan kinerja mereka.


Begitu Willy masuk ke ruang meeting, maka meeting segera dimulai.


Sementara Ice yang di tinggal diruangan Willy merasa jenuh sendirian.


"Ih... bosen lama banget sihhh... denger musik ajalah."


Ice mengeluarkan earphone dan memakainya lalu mulai mendengarkan musik yang di putarnya lewat YouTube.


Sebuah lagu mulai mengalun di handphone nya.


Cinta Terbaik


Lagu Cassandra


Jujur saja ku tak mampu


Hilangkan wajahmu dihatiku


Meski malah mengganggu


Hilangkan senyummu dimataku


Ku sadari aku cinta padamu


Meski ku bukan yang pertama dihatimu


Meski ku bukan bintang dilangit


Tapi cintaku yang terbaik


Jujur saja ku tak mampu


Tuk pergi menjauh darimu


Meski hatiku ragu


Kau tak disampingku setiap waktu


Ku sadari aku cinta padamu


Meski ku bukan yang pertama dihatimu


Meski ku bukan bintang dilangit


Tapi cintaku yang terbaik

__ADS_1


Oh meski ku bukan yang pertama dihatimu


Meski ku bukan bintang dilangit


Tapi cintaku yang terbaik


Oh meski ku bukan yang pertama dihatimu


Meski ku bukan bintang dilangit


Tapi cintaku yang terbaik (cintaku yang terbaik)


Tapi cintaku yang terbaik (cintaku yang terbaik)


Tapi cintaku yang terbaik


Ice mendengarkan lantunan lagu dengan ikut menyanyikannya dan kepalanya yang bergoyang mengikui iringan lagu.


Dari satu lagu berganti lagu yang lainnya begitu terus selanjutnya, entah sudah berapa lagu diputar tapi Willy belum juga muncul.


Hingga akhirnya Ice tertidur karena terlalu lama menunggu.


Setelah hampir waktunya jam pulang kerja barulah meeting selesai, Willy dengan wajah yang gelap akhirnya menyudahi meeting.


Dia bersegera kembali ke ruangannya mengingat sudah meninggalkan Ice terlalu lama disana.


Kai selalu setia mengikuti dibelakangnya, dan sejak meeting ditutup Kai belum berani banyak bicara mengingat masalah pelik yang terjadi di perusahaan induk yang dipegang langsung oleh Dadynya Willy.


Setelah sampai di dalam ruang kantor Willy yang pertama dicarinya adalah Ice, dilihatnya gadis kecil itu tertidur di sofa.


"Hah... gadis ini sampai tertidur, kasihan dia belum makan seharian, Kai pesan ke pantry ada makanan apa suruh antarkan kemari."


Perintah Willy kepada Kai yang sedang geleng-geleng kepala melihat Ice yang tertidur.


Kai buru buru menelponke pantry agar menyiapkan makanan untuk mereka bertiga, karena memang Willy dan Kai juga belum makan siang karena meeting yang berlangsung lama.


Willy yang melihat Ice tertidur masih dengan mengenakan earphone, lalu mendekatinya dan melepaskan earphone dari telinga Ice dan menonaktifkan handphone-nya Ice yang mulai kehabisan daya.


"Bro coba periksa dalam tas punggungnya apa dia membawa charger."


Perintah Willy kepada Kai lagi.


"Ini bocah tidur pules amat sih, sampe kita sudah disini juga dia masih gak kebangun."


Gumam Kai sambil membokar isi tas punggung milik Ice.


Dilihatnya isi tas Ice cuma beberapa buku dan skrip tugas kampusnya, gak ada tuh klenak klenik seperti kosmetik yang biasa ada di dalam tas kebanyakan gadis, untungnya Kai akhirnya menemukan charger di salah satu kantung tas punggungnya.


"Nah ketemu juga akhirnya."


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau selalu kemalaman dan semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes


Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya syukur syukur bisa up 2 bab ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2