
Sementara di ruang rawat Rani, walaupun belum mengingat apapun tentang Rani tapi saat ini sudah cukup bagi Jay sebatas dia tahu bahwa gadis yang tertidur itu adalah istrinya.
"Maaf.... maaf.... maafkan aku....."
Kata kata ini yang selalu di ucapkan Jay berulangkali sambil menggenggam tangan Rani.
Diusap dan dikecupnya tangan istrinya, dengan mulut yang tak henti mengucapkan kata maaf.
Willy yang sudah sampai bersama Kai tak dapat menahan diri untuk tidak ikut bersedih dengan apa yang mereka lihat dan dengar.
"Om maaf karena menyembunyikan fakta ini dari Om."
Kata Willy lirih disamping Jay yang sedang sibuk dengan dirinya sendiri yang sedang menyesali diri karena telah melupakan istrinya.
"Om sadarlah jangan terlalu menyalahkan diri sendiri, keadaan Om bahkan tidak lebih baik darinya saat itu, jadi berhentilah menyalahkan diri sendiri."
Ucap Willy sambil menggoyangkan tubuh Om Jay-nya agar sadar dari keterpurukannya untuk tidak menyalahkan dirinya sendiri.
"Gue suami yang buruk ya will? lihatlah dia istri gue... yang tertidur ini istri gue... tapi gue bahkan melupakannya, melupakan dirinya yang sedang...... gue bener bener suami yang buruk😭😭😭😭😭😭😭"
"Sudah Om, telanglah... saat ini mungkin dia sedang tertidur tapi mungkin dia juga mendengarkan semua kata-kata lo saat ini, jadi jangan membuatnya bersedih Om, gue yakin dia pasti akan bangun saat sudah merasa puas tertidur."
Willy terus menerus berusaha menyadarkan Om Jay-nya agar tidak terlalu menyalahkan dirinya sendiri.
Willy khawatir jika Om Jay-nya terus larut dalam kesedihannya justru beresiko fatal pada memori otaknya lagi.
Setelah berulang kali berusaha menenangkan suasana hati dan emosional Om Jay yang labil, akhirnya si Om tertidur disamping brankar Rani dengan posisi tangan yang menggenggam tangan Rani.
Mungkin Om Jay tertidur karena psikisnya yang lelah terus menerus menyalahkan diri sendiri.
Willy merasa hatinya nano nano, sedih melihat keadaan pasangan di depannya, tapi juga cemburu melihat betapa Om Jay-nya begitu dekat dengan Rani.
Walau Willy berusaha membuang jauh rasa cemburunya, menyadari posisinya diantara hubungan keduanya dia bukan siapa-siapa.
"Ada apa dengan diriku, harusnya perasaan ini tidak boleh ada, mereka adalah pasangan suami istri, dan mereka adalah orang-orang yang aku sayangi dan memiliki tempat tersendiri dihidupku."
Batin Willy berusaha untuk tetap pada kewarasannya menyikapi keadaan saat ini.
Saat ini Willy dan Kai serba salah, ingin meninggalkan keduanya tapi khawatir pada kondisi selanjutnya jika Jay bangun dan kembali tak dapat mengendalikan emosinya.
__ADS_1
Akhirnya keduanya hanya menunggu di luar kamar dengan pikiran mereka masing-masing.
"Will apa yang harus kita lakukan sekarang? keadaanya sudah seperti ini."
Tanya Kai sambil duduk termangu memandang orang-orang yang hilir mudik dibawah dari teras depan ruang rawat Rani.
"Entahla bro, otak gue gak bisa diajak berpikir lagi, mungkin terlalu lelah sejak mereka mengalami kecelakaan kemarin hingga saat ini."
Jawab Willy sambil memijat kepalanya yang terasa pusing dan senut senut.
"Hahhhh......"
Keduanya menghembuskan nafas bersamaan.
Seandainya semua masalah berlalu bersamaan hembusan nafas mereka, mungkin ini yang ada dalam pikiran keduanya yang berulang kali menghembuskan nafas berat.
"Will apa gak lebih baik istri Om Jay kita kirim ke RS xxxxx di negeri tetangga? mungkin dengan kelengkapan medis mereka bisa menolong istri Om Jay bangun."
Kai memberanikan diri memberi saran, siapa tau sarannya bisa menjadi solusi terbaik diantara banyaknya saran.
"Entahlah bro, kita tunggu sampe Om Jay bangun, baru kita sampaikan saran ini ke dia."
Setelah lebih dari satu jam Jay tertidur, akhirnya dia terbangun dan entah apa yang terjadi tapi terlihat Jay lebih tenang dari sebelumnya.
Jay menghampiri Willy dan Kai yang sedang duduk termangu mangu menahan kantuk.
"Ehem.... ehem.... Will, Kai... bisa kita bicara lebih terbuka?"
Pinta Jay saat menemui keduanya yang hampir terpejam matanya.
"Hah... hei Om... iya kenapa ada apa?"
Tanya Kai yang urung tertidur begitu mendengar suara Jay.
Sementara Willy langsung membetulkan posisi duduknya untuk mendengar apa yang akan dikatakan oleh Om Jay-nya.
"Tentang perawatan istri gue, bagaimana menurut kalian kalau gue pindahin ke RS xxxxx di negara tetangga?"
Tanya Jay yang ternyata memiliki pemikiran sama dengan pendapat Kai tadi, membuat Kai dan Willy saling pandang.
__ADS_1
"Emmm.... begini Om, seandainya di pindahkan ke RS xxxxx apakah tidak terlalu repot untuk Om menjaganya?, atau Om hanya memindahkan perawatannya saja tanpa menjaganya? karena bagaimanapun Om masih harus mengurus perusahaan, sementara Om juga harus tetap menemani Rani agar dia cepat bangun."
Willy memberikan pendapatnya perihal seandainya Rani dipindahkan ke RS xxxxx.
Jay yang mendengar kata-kata Willy seketika sadar, dia tidak bisa meninggalkan salah satunya.
"Jadi bagaimana baiknya menurut kalian?"
Tanya Jay yang mulai ragu dengan rencananya untuk memindahkan perawatan Rani.
"Sekarang gue tanya, apa Om tega meninggalkan Rani sendirian di RS xxxxx?"
Tanya Willy lagi.
"Gue gak mungkin meninggalkan dia sendiri, setelah gue melupakannya dan meninggalkannya saat gue sudah tau dia istri gue, gue harus menebus ke alpaan gue selama ini dia tertidur tanpa gue tau dia istri gue."
Jawab Jay sendu, mengingat betapa buruknya dia sebagai suami yang sudah melupakan istrinya di saat istrinya butuh dia ada disampingnya saat koma seperti sekarang ini.
"So... apa keputusan Om sekarang?"
Tanya Willy lagi.
"Apa boleh buat, saat ini kita hanya bisa melanjutkan perawatan Rani tetap disini."
"Baguslah, karena yang menjadi masalah bukan Dokter atau kelengkapan peralatan medisnya, tapi memang posisi Rani saat ini dalam keadaan koma, dan kita tidak tahu kapan dia akan bangun, kita hanya harus berdoa dan bersabar menjaganya."
Panjang lebar Willy berusaha memberikan pengertian kepada Om Jay-nya, karena apabila yang menjadi masalah adalah Dokter nya maka Willy bisa mendatangkan Dokter ahli dari luar, dan apabila kelengkapan medis yang jadi masalah maka RS XX inipun RS yang terkenal dengan kelengkapan medisnya.
"Ok... sekarang ini yang harus Om lakukan adalah berusaha untuk sembuh dan sehat dulu agar bisa menjaga Rani."
Kata Willy memberi semangat agar Jay juga berusaha untuk sembuh dan sehat kembali.
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau kemalaman dan semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes
Dan semoga outhor bisa up minimal 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
__ADS_1