
Ice berjalan keluar kamar kostnya yang lebih pantas disebut kontrakan karena selain kamar tidur dan kamar mandi juga ada dapur dan ruang tengah.
Sesampainya di depan pintu kamar si ganteng, Ice bingung juga malu waktu mau mengetuk pintu kamar kostnya si ganteng begitu ingat kejadian semalem.
Wajah Ice langsung bersemu merah karena merasa malu begitu kembali mengingatnya.
"Ketuk ajalah masa bodoh toh semalem dia sendiri yang bilang masuk aja pintu gak dikunci, jadi bukan salah Ice lah."
"Tok... tok... tok... assalamu'alaikum, mas ganteng... sudah bangun belum? gak ada jawaban, apa orangnya sudah gak di kamar kali ya... udahlah kalo orangnya sudah pergi."
Bunyi pintu diketuk dan Ice yang mulai mengucapkan salam, tapi tak terdengar ada jawaban dari dalam.
Didalam kamarnya si ganteng yang sudah bangun buru buru memakai celana santainya begitu mendengar ada yang mengetuk pintunya.
Ice yang berbalik badan akan masuk kembali ke kamar kostnya urung saat terdengar suara si ganteng yang menjawab salamnya.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi, tunggu sebentar."
Terdengar suara si ganteng menjawab salam Ice, setelah menjawab salam dia lalu buru buru keluar kamarnya sambil asal menyambar sepotong kaos putih polos dan memakainya.
"Ceklek.."
Suara pintu yang dibuka dan menampilkan wajah si ganteng yang tetap ganteng walau terlihat jelas baru tidur dengan rambut yang masih berantakan.
"Apa? pagi pagi sudah berisik ngetukkin pintu."
Katanya saat melihat Ice yang berdiri diluar.
"Pagi dari mananya? ini sudah hampir jam sepuluh pagi mas ganteng."
"Hmmmm.... terus lo mau ngapain ketuk pintu kamar gue?"
Tanyanya sambil memperhatikan wajah manis gadis depannya.
"Duh kenapa jantung gue kumat lagi ya."
Batin si ganteng sambil menyentuh dada kirinya.
"Isss... jangan julid bisa gak sih? aku masak nasi goreng, mau gak?"
"Iya mana? gue juga sedang laper nih, bentar lagi masih harus ke Rumah Sakit."
"Kamu sakit? sakit apa?"
__ADS_1
Tanya Ice yang mulai simpatik dengan keadaan pria di depannya begitu menyebut akan ke Rumah Sakit.
"Kepo lo ! udah sini buruan kalo mau ngasih nasi goreng mana?"
"Dih nih orang ternyata nyebelin juga, iya tunggu aku ambilin dulu."
Kata Ice lalu masuk ke dalam kamar kostnya dan mengambilkan sepiring penuh nasi goreng sosis karyanya.
"Traalalaaa... ini dia nasi goreng sosis madein Ice yang manis."
Sepiring penuh nasi goreng sosis ice berikan untuk si ganteng dengan senyuman manis plus tingkah kocak ice.
"Makasih jederrrr...."
Begitu menerima nasi goreng dari Ice si ganteng langsung buru buru menutup pintunya setelah mengucapkan terimakasih.
"Astaghfirullah bikin kaget wae, kayak kebelet udah di ujung kali ya, nutup pintunya keras banget."
Seloroh Ice sambil masuk ke dalam kamar kostnya sendiri.
Setelah menerima nasi goreng pemberian Ice, si ganteng langsung buru buru menutup pintunya, dia merasa jantungnya kali ini benar benar bermasalah.
Flashback on
"Traalalaaa... ini dia nasi goreng sosis madein Ice yang manis."
Sepiring penuh nasi goreng sosis ice berikan untuk si ganteng dengan senyuman manis plus tingkah kocak ice.
"Senyumnya manis banget, aduh kenapa dada gue berdebar-debar begini jantung gue dag dig dug gak karuan."
Si ganteng buru buru menutup pintu kamarnya setelah menerima nasi goreng dari Ice, karena tak ingin Ice mendengar deguban jantungnya yang sudah kayak genderang perang.
Flashback off
Setelah mencuci muka dan menuntaskan hajat nongkrongnya di toilet, si ganteng baru memakan nasi goreng sosis madein Ice.
"Emmm... enak... pinter juga dia masak, kirain cuma pinter berantem doang."
Ucap si ganteng yang bermonolog tentang Ice.
"Gue harus ke Rumah Sakit beneran kayaknya hari ini, harus konsul dan cek up jantung."
katanya lirih sambil mengunyah nasi gorengnya.
__ADS_1
Di kamarnya Ice juga sedang menikmati nasi goreng sosis karyanya dengan membaca beberapa kolom lamaran kerja dari ponselnya.
"Hah... gak ada yang aku minati, mungkin lebih baik membuka jalan sendiri, kira kira usaha apa yang menjajikan dan pasti menghasilkan rupiah gak perlu untung gede asal pendapatan stabil aja sudah lumayan."
Tapi berulang kali Ice memutar otaknya tetap gak dapet ide.
"Ah... sudahlah lebih baik nikmati saja dulu hidupku, Googling spot wisata dulu ah... emmm yang deket sini Javanica park, ada candi Borobudur,candi Ngawen, bukit Suroloyo, ke Javanica park ajalah yang deket."
Disana bisa menikmati hijaunya sawah dan indahnya taman bunga, bisa merefresh pikiran juga mereload mood kita.
"Mandi dulu ah selagi belum terlalu siang dan panas, eh... si ganteng ada gak ya? kira kira mau gak dia bantu jadi pemandu wisata ya? hitung-hitung biar gak sepi sendirian di sana."
Ice lalu mandi dan mulai merias dirinya walau hanya menggunakan pelembab, tabir surya, dan menyapukan tipis air cushion tak lupa menguaskan lipcream ke bibirnya agar tak terlihat pucat.
Ice tak suka menggunakan riasan tebal seperti bedak, foundation, apalagi blush on pemerah pipi.
"Sudah perfect tapi kok serasa ada yang kurang, apa ya? emmm....( memperhatikan riasan wajahnya) ternyata belum pake maskara dan alis di rapiin dikit ah."
Sekian menit kemudian Ice sudah tampil cantik, dengan menggunakan kemeja cewek berwarna putih dan celana dril panjang tiga per empat berwarna putih gading dan tak lupa tas punggung kecil di punggungnya.
Penampilannya yang stylish cukup menarik perhatian setiap orang yang melihatnya, tapi sayang Ice harus hangout seorang diri, karena si ganteng tak ada di kamarnya setelah berulang kali Ice mengetuk pintu kamarnya tapi gak ada tanda-tanda keberadaannya.
Di Rumah Sakit si ganteng sedang berkonsultasi pada seorang Dokter Spesialis penyakit jantung.
"Jantung saya selalu berdegub kencang banget sejak semalam Dok, dan juga selalu berdebar-debar, apakah jantung saya sedang bermasalah Dokter?"
Tanya si ganteng yang sedang berkonsultasi pada Dokter Spesialis Jantung.
"Coba ceritakan kapan keadaan ini terjadi?"
"Semalam Dokter, saat saya sedang ngobrol dengan tetangga saya."
"Apakah dia perempuan?"
"Iya Dok, loh... kok Dokter tahu sih kalo tetangga saya perempuan."
Bukannya menjawab pertanyaan pasiennya, tapi si Dokter malah menanyakan hal lainnya.
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau kembali kemalaman dan kondisi othor yang belum sehat benar juga harus menjaga anak yang sedang sakit dan juga sibuk karena anak yang sedang ulangan juga, dan semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes
Dan semoga outhor bisa up minimal 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
__ADS_1
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍