Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Willy Pingsan"


__ADS_3

Ice dan Willy tak juga berhenti berdebat, Willy berkeras agar Ice ikutan pulang ke Jakarta dengan menggunakan alasan Ice harus bertanggung jawab telah menyebabkan Burungnya sekarat, Sementara Ice yang berpikiran jika Willy telah berkeluarga bersikeras menolak untuk pulang ke Jakarta apalagi harus bertanggung jawab atas sekaratnya burung tak bersayap milik Willy.


Saat keduanya terus berdebat, tak satupun dari mereka menyadari jika mereka berdua sudah menjadi tontonan umum, baik pegawai toko bunganya juga para pengunjung ingin membeli bunga terperangah melihat tingkah keduanya.


Bahkan Fathir yang hadir disana untuk menyerahkan hasil penghitungan penjualan Java** Florist selama tiga hari di tinggal Ice kemarin, menjadi ikut terperangah oleh drama perdebatan Ice dan Willy.


"Ehem ehemmm....."


Willy dan Ice mulai menoleh kearah suara deheman, keduanya begitu kaget juga malu saat melihat banyak orang menonton perdebatan mereka berdua.


"Udah bubar bubar ya, semuanya silahkan kembali ke aktivitas masing-masing."


Kata Fathir yang membubarkan kerumunan massa.


"Kalian ini pasangan yang uniqe seolah suka banget jadi bahan tontonan orang."


Ucap Fathir sambil meletakkan buku yang berisi hasil penjualan toko bunga Ice.


"Jadi gimana Ce, apa kamu setuju untuk ikutan pulang ke Jakarta? gue gak akan ngelarang kalo kamu memang ingin ikut pulang Willy ke Jakarta, toko ini nanti biar gue yang bantu urus."


Ucap Fathir dengan tatapan serius kearah Ice, walau mulutnya berkata seolah rela melepaskan Ice, tapi hatinya yang terdalam berharap agar Ice tetap tinggal disini.


"Iya Ice akan ikut gue balik ke jakarta."


Sahut Willy seolah dirinya mewakili Ice menjawab kata kata Fathir.


"Gak, Ice akan tetap disini dan silahkan Om pulang sendiri, gak perlu merayu rayu Ice lagi untuk pulang ke Jakarta."


Jawab Ice mematahkan kata kata Willy.


"Dan seandainya Ice harus kembali, itu juga tidak sekarang, Ice mau lihat bagaimana perjuangan kamu Om, tapi sepertinya gak mungkin karena kamu sudah berkeluarga."


Batin Ice bermonolog sendiri.


"Kamu mau atau tidak mau tetap saja kamu harus ikut gue pulang, atau kamu lebih memilih masuk penjara Ice sayank. Gue bakal penjarain kamu karena tindak kekerasan yang berakibat fatal sudah membuat burung kebanggaan gue sekarat, sekarang kamu pilih dipenjara atau pilih ikut gue pulang ke Jakarta buat mempertanggung jawabkan semuanya."


Kata Willy dengan kata-kata yang penuh ancaman.

__ADS_1


"Gila loh Om ! ini pemaksaan namanya, Ice gak terima Ice mau naik banding, apa yang terjadi itu karena tindakan preventif Ice saat Om melakukan tindakan asusila dan pelecehan ke Ice tadi."


Teriak Ice yang berkeras gak mau ikut Willy pulang.


Fathir yang mendengar semua kata-kata yang diucapkan oleh Ice tadi buru buru mendekati Willy dengan satu tangan menarik kerah baju Willy dan satu lagi siap untuk memberikan tinjuan ke muka Willy yang masih ada sisa lebam akibat perkelahian mereka semalam.


"Gila loh ya Will, beraninya lo melakukan pelecehan ke Ice."


Saat tinjuan Fathir sedikit lagi nyaris saja mengenai wajah Willy, Ice sudah lebih dulu menahan tangan Fathir yang sedikit lagi menyarangkan tinjuan ke wajah Willy.


"Mas ganteng stop ! jangan berkelahi lagi."


"Tapi Ce.... dia sudah melecehkan kamu loh ! dan justru memutar balikkan fakta juga mau menjebak kamu agar mengikuti kemauannya."


Ucap Fathir semakin emosi saat Ice melarangnya untuk memukul Willy.


"Apapun itu mas, tapi Ice sudah gak mau lihat kalian berdua tambah bonyok gak enak lihatnya kalo gantengnya hilang dan akhirnya Ice juga yang susah kalo ujung ujungnya kalian berdua gak bisa bangun."


Ucapan Ice bener bener membuat Willy dan Fathir jadi cengo bahkan mulut keduanya mangap sampe telor angsa juga bakalan masuk kalo dilemparkan ke dalam mulut mereka.


"Tutup tuh mulut, keburu tamu tak diundang masuk minta makan."


"Ha... ha.... ha...."


Yang keluar dari mulut Willy akhirnya hanya tawa ngakaknya karena kata kata Ice yang selalu konyol dan bikin orang ketawa.


"Plokkk ! addduuuhhhhh...... woiiii.... sakit tau."


Fathir yang masih kesal dengan polah Willy yang sempat ngelecehin Ice tadi, langsung memukul kepala Willy dengan map yang dibawanya.


"Yuk Ce kita cari makan, tinggalin aja tuh si Om cabul karatan yang kelamaan ngejomblo."


Fathir langsung menarik tangan Ice mengajaknya mencari makan, meninggalkan Fathir begitu saja.


"Sialan lo onta, tungguin gue oi ! awas aja lo embat calon bini gue, bakal gue sunat habis lo !"


Teriak Willy dengan bersusah payah mengikuti Fathir yang membawa Ice dengan menahan rasa sakit diarea vitalnya pasca terkena pukulan Ice.

__ADS_1


Fathir cuma menanggapi teriakan Willy dengan mengacungkan jari tengahnya yang sukses membuat Willy tambah terbakar api cemburu.


"Auwww aduhhhh... Ice tolongin !"


Teriak Willy saat terjatuh dan sukses membuat Ice menghentikan langkah kakinya dan berbalik menengok kearah Willy.


Ice segera berlari berbalik ke arah Willy untuk menolongnya, hal itu sukses membuat Willy mengukir senyuman tersembunyi.


"Yessss ternyata kamu masih perduli sama gue Ce."


Batin Willy sedikit merasa lega, begitu Ice menolongnya.


"Om gimana apa yang sakit? apa lebih baik kita ke Rumah Sakit aja ya?"


Tanya Ice khawatir karena mengingat keadaan burung Willy yang mungkin memang terluka karena pukulannya sebelumnya.


"Sakit banget Ce... gue gak tahan rasanya."


Keluh Willy dan kali ini gak dibuat buat karena memang itu yang dirasakannya.


Fathir yang membayangkan betapa sakitnya setelah burung Willy kena pukulan itupun tanpa sadar menutupi area vitalnya dengan kedua telapak tangannya dan nyengir sendiri.


"Ya udah kita bawa ke Rumah Sakit dulu, khawatir ada luka dalam disana dan bisa bahaya kalo sampe telat diobati."


Kata Fathir lalu membantu memapah Willy menuju ke mobilnya Willy.


Dalam perjalanan menuju Rumah Sakit, Willy dengan suara lemah ingin mengatakan sesuatu pada Ice.


"Ce... kalo ternyata gue jadi laki laki yang gak berguna setelah ini, gue iklas kamu ninggalin gue, tapi gue mau jujur sama kamu kalo......."


Belum lagi Willy selesai berucap dia lebih dulu kehilangan kesadarannya mungkin karena sudah tak tahan terlalu lama menahan sakitnya pasca terkena pukulan Ice dan sukses membuat Ice semakin khawatir dan juga merasa bersalah.


*Selamat membaca para readers akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab disela sela kesibukan outhor setelah sekian hari absen gak update bab.


Dan semoga outhor bisa kembali up 1ribu kata setiap harinya syukur syukur bisa up 2 bab ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*

__ADS_1


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2