
Setelah lumayan lama bertarung dan tak nampak dari pengeroyoknya untuk menyerah, mungkin karena gengsi jika harus mengaku kalah pada seorang gadis apalagi mereka berkelompok sedangkan Ice hanya seorang diri, membuat mereka malu untuk menyerah dan terus menyerang Ice.
Pria tampan yang melihat dan membaca keadaan jika semuanya tak akan cepat selesai itupun akhirnya ikut turun dalam pertarungan untuk mempercepat selesainya pertarungan mereka.
"Stopppp.... semuanya ! , cepat tinggalkan tempat ini atau kalian semua mau saya gelandang ke kantor polisi !? sudah pada babak belur patah kaki patah tangan juga masih mau sok jago, mana ada jagoan yang main keroyokan cuma untuk melawan satu cewek tcek.... tak punya malu kalian ini."
Teriak Pria tampan itu di tengah pertarungan mereka.
Setelah mendengar semua kata-kata pria tampan itu, akhirnya kelompok begundal itu pergi dengan saling memapah, dalam hati mereka juga bersyukur akhirnya bisa terbebas dari pertarungan yang sebenarnya sudah membuat mereka malu dan menjatuhkan harga diri mereka karena kalah oleh seorang gadis.
"Ahhh... mereka jadi pada kaburkan ! kamu juga sih pake ikut campur dan pake acara nakut nakutin mereka sok mau panggil polisi, padahal aku kan masih belum puas ngehajar mereka."
Kata Ice sambil membersihkan debu yang menempel di celana sport juga bajunya tanpa memperhatikan wajah pria yang ada di depannya.
"Dasar gadis aneh, hobinya kok tawuran mukulin orang."
Ucap pria itu saat hendak pulang meninggalkan Ice.
Begitu mendengar kata-kata yang diucapkan oleh pria tadi, Ice lalu memutar matanya melirik ke arah pria itu dan.....
"Kok nih cowok kayaknya pernah denger suaranya ya, tapi dimana, tunggu mas... "
Ice yang tak sempat melihat wajah pria itu dan cuma mendengar suaranya akhirnya memilih mengejar pria itu.
"Lah kok arahnya ke rumah kostan sih... jangan jangan dia cowok kamar sebelah, tetangga dong, tetangga ganteng tungguin kenapa sih..."
Begitu diperhatikan ternyata mereka menuju kamar kost-annya membuat Ice mengingat tetangga gantengnya dan mulai berlari menyusulnya.
"Jangan teriak teriak bisakan ! ini sudah malem bisa ganggu orang tidur."
Ucap cowok tampan itu sambil berbalik kebelakang hendak menghadap ke Ice tapi...
"Dudghhh.... auwwwwww... ini dada apa tembok sih duh.... sakit banget."
Tiba-tiba Ice menabrak dada pria tampan yang baru berbalik menghadapnya.
__ADS_1
Refleks Ice memegang hidungnya yang mungil dengan tangan satunya menepuk dada pria yang ditabraknya.
"Duh kenapa dada gue jadi berdebar begini, mendadak terkena serangan jantung kayaknya gue."
Batin pria yang dadanya masih ditepuk-tepuk Ice.
"Ehemmm.... hemmm... belum puas megang megang dada gue nih?"
Ucap cowok yang kini dengan jelas terlihat oleh Ice wajahnya.
"Wah beneran ternyata tetangga ya! e.. he... he... he... dada yang bagus upsss..."
Ice langsung menutup mulutnya saat lagi lagi mulutnya keceplosan mengucapkan kata kata yang absurd.
"Hah... dasar gadis aneh, cepetan jalan sudah malem ini, ngapain juga kamu malem malem keluyuran kayak tadi?"
Ucap cowok itu yang mulai berbalik dan melanjutkan jalannya karena tak ingin ketahuan jika saat ini dadanya sedang berdebar-debar sampai detak jantungnya sendiri bisa di dengarnya.
Dan wajahnya jangan ditanya karena pasti sudah bersemu merah seandainya hari sedang terang tapi beruntung saat ini malam sehingga tak ada yang melihat bagaimana wajahnya panas bersemu merah.
Batin pria ini yang mengira jika dia sedang terkena serangan penyakit jantung.
Kali ini Ice mempercepat langkahnya, berjalan beriringan dengan pria yang ternyata tetangga kostnya itu.
"Emmm... itu tadi aku mau mencari makan, karena bangun sudah kemaleman, seingatku di depan sana ada toko, gak nyangka kalo perkampungan begini juga sama gak amannya dengan di kota."
Ucap Ice sambil berjalan mengiringi pria tampan di sampingnya.
"Lain kali jangan pernah keluar malam sendirian lagi, walaupun kamu jago beladiri tapi sebaiknya menghindari hal hal yang bisa mengundang bahaya."
Ucap cowok disebelahnya yang ternyata cukup perduli padanya pikir Ice.
"Iya, tapi aku laper dan belanjaanku tadi cuma beberapa bahan sayuran, telur pun belum ada."
Ucap Ice lirih yang terdengar cukup memprihatinkan, membuat pria disampingnya melirik kearahnya memperhatikan mimik wajah Ice yang tampak polos seperti anak kecil begitu imut dan manis pikir pria itu.
__ADS_1
"Sudah sampai, tunggu sebentar gue ambilkan mie instan dan telor."
Ucap pria itu lalu memutar kunci membuka pintu kamar kostnya, lalu masuk untuk mengambilkan mie instan dan telor.
Sambil menunggu tetangganya si cowok ganteng mengambilkan mie instan, Ice membuka pintu kamarnya.
"Ini mie juga telor, pakein cabe rawitnya ya biar sedap, telornya dua jangan kematengan."
Ucapnya seolah sedang memesan mie kuah di warung, sambil memberikan bungkusan berisi dua bungkus mie instan dan tiga butir telor juga cabe rawit ke tangan Ice.
"Ini niat ngasih apa minta di masakin sih..."
"Dua duanya lah, gue juga laper, udah buruan masakin mienya gue mau mandi dulu, pintu gak gue kunci nanti masuk aja."
Ucapnya lalu masuk lagi kedalam kamar kostnya meninggalkan Ice yang masih di depan pintu.
"Hah... kenapa hidupku tak pernah jauh dari orang-orang aneh."
Katanya sambil masuk ke kamar kostnya sendiri.
Ice lebih dulu mandi membersihkan tubuhnya dari debu karena pertarungannya tadi, setelah itu barulah Ice memasakkan dua bungkus mie kuah lengkap dengan telor setengah matang dan cabe rawit, dan potongan sesin juga seledri yang tadi pagi di beli Ice waktu kepasar.
Satu mangkuk dengan dua telur milik siganteng, dan satu mangkuk lagi miliknya hanya dengan satu telur.
"Untuk dirinya sendiri dua telur, dan ngasih ke aku satu telur, pelit banget tuh orang perhitungan banget."
Gerutu Ice sambil membawa satu mangkuk mie dengan dua telur setengah matang untuk siganteng tetangga kamar sebelahnya.
Begitu sampai depan pintu kamar si ganteng, Ice ingat siganteng tadi bilang masuk aja pintu gak di kunci, Ice pun membuka pintu dan masuk mengantarkan mie kuah pesanan si ganteng.
"Kemana dia? kok sepi, masa iya dari tadi belum selesai mandi, sudahlah gue tinggal balik keburu mie kuah gue medok gak enak entar."
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga tambah up 1 bab dan Alhamdulillah gak kemalaman, semoga aja othor bisa nambah up lagi untuk hari ini karena harus nutup yang bolong bolong beberapa hari kemarin.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
__ADS_1
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍