
Hari berikutnya mami-nya Willy memaksa Willy untuk mengantarkannya kerumah om jay-nya dengan alasan ingin membagi sedikit oleh-oleh yang dibawa Willy dari Swiss.
"Will ayolah anterin mami kerumah Om Jay sebentar aja"
kata mami-nya Willy dengan memasang wajah merayu plus pupy eyes yang sok imut berharap Willy setuju untuk mengantarnya.
"Mami kan bisa minta antar supir, aku banyak kerjaan mam"
kata Willy sambil merapikan pakaiannya dan tak lupa meminta mami-nya untuk memasang dasinya.
"Lihatlah bahkan untuk memasang dasi pun kau masih butuh bantuan mami, ayolah sayang antar mami dulu ya"
sambil memasangkan dasi Willy, sang mami tak kehabisan akal untuk merayu Willy.
Willy yang mengira mami-nya akan kembali menceramahinya untuk segera memiliki istri itupun menarik nafas lega setelah sang mami tak membahasnya dan hanya meminta untuk diantar ke rumah Om Jay nya.
"Baiklah hanya mengantar ke rumah Om Jay, ingat itu mam hanya mengantar ok"
kata Willy kemudian menyetujui permintaan mami-nya.
"Mami janji, yap hanya mengantar"
kata sang mami bahagia saat Willy setuju mengantarnya.
Setelah selesai bersiap dan menyelasaikan sarapan paginya, Willy dan mami-nya segera menuju ke rumah Om Jay dengan membawa beberapa bingkisan oleh-oleh yang dibeli Willy sebelumnya saat di Swiss seperti tas, dompet bermerek BALLY, juga pernak pernik lainnya yang memang disukai kaum perempuan.
Setelah berkendaraan tak berapa lama akhirnya mereka sampai dihalaman rumah Jay.
Bersaman mereka keluar dari mobil saat itu pula Jay keluar dari rumahnya hendak pergi ke kantornya.
__ADS_1
"Wah mbak, tumben pagi pagi sudah kemari"
sapa Jay saat melihat kakak perempuannya sudah ada didepan rumahnya.
"Jadi maksudmu aku gak boleh datang kesini sekedar menyapa iparku yang cantik ini"
jawab mami-nya Willy dengan memasang wajah cemberut menghampiri Rani istrinya Jay.
Sedangkan Willy dia sedang kesulitan membawa bingkisan yang penuh ditangannya.
"Oh ayolah ini berat sekali, setidaknya persilahkan dulu tamu ini untuk masuk"
celoteh Willy menarik perhatian yang lainnya langsung tertuju pada dirinya yang tampak kerepotan dengan banyak bingkisan ditangannya.
"Aha...ha...iya ayo mari masuk, maaf kami melupakanmu boy"
kata Jay kemudian sambil mempersilhkan merek masuk ke dalam rumahnya.
ucap mami Willy saat memasuki rumah adiknya itu.
"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatu, mari mbak silahkan"
jawab Rani istrinya Jay, yang tampak kikuk karena harus bertemu Willy.
"silahkan duduk mbak, saya buatkan minum dulu"
kata Rani kemudian berlalu pergi.
"Hah... akhirnya"
__ADS_1
kata Willy merasa lega setelah meletakkan semua bingkisan yang dibawanya.
"Bingkisan apa itu, kenapa membawa banyak bingkisan kemari"
tanya Jay yang merasa heran dengan banyak bingkisan yang dibawa oleh pasangan ibu dan anak itu.
"Sedikit oleh-oleh yang dibawa Willy dari Swiss"
jawab mami-nya Willy kemudian sambil menyamankan posisi duduknya.
"Kamu baru pulang dari Swiss?, pantesan gak pernah nongol"
kata Jay setelah bertanya kepada keponakannya itu dan hanya dijawab anggukan kepala oleh Willy.
"Apa kau pulang karena saham perusahaan yang sempat anjlok?"
tanya Jay kemudian mulai serius.
"Sebenarnya itu hanya sedikit atraksi, karena yang sebenarnya mereka menyusup dan hampir menghancurkan semuanya, jadi itu jalan satu-satunya untuk menangkap tikus seperti mereka"
jawab Willy singkat.
"Ok, nanti ceritakan semuanya pada om dengan jelas"
ucap Jay sambil menepuk bahu keponakan itu.
Kemudian Jay mengajak Willy keruang kerjanya untuk menceritakan semua yang terjadi pada mereka masing-masing.
*Hai readers maaf ya kalo author up banyak bolongnya dikarenakan harus mendampingi anak belajar yang sedang PAS.
__ADS_1
Terimakasih untuk semua readers yang masih setia mengikuti ceritaku jangan lupa tinggalkan jejakmu like vote dan coment 👍😘*
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘