Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Jebakan Cabe Rawit"


__ADS_3

Willy bahkan berusaha meletakkan rasa cintanya ke Ice jauh di belakang, hanya karena alasan ingin fokus ke pada sikembar. Yang saat itu Willy mengira jika dia akan dapat mengurus si kembar seorang diri, sampai akhirnya Kaizar menyadarkannya bahwa sikembar tidak hanya butuh figur ayah tapi juga membutuhkan sosok seorang ibu yang akan merawat dan menyayangi mereka.


Dan sekarang disinilah dirinya berada, untuk meminta Ice agar bersedia pulang bersamanya dan menikah dengannya, tapi apakah akan semudah itu Ice memaafkan Willy dan menerimanya kembali? dan inilah yang sedang dipikirkan Willy sampai akhirnya panggilan Fathir di depan pintu kamar mandi telah membawanya kembali kealam sadarnya.


"Will... lo gak sedang ngorok sambil nongkrong di WC kan?, buruan ini mie instan lo keburu dingin."


Teriak Fathir dari depan pintu kamar mandi.


Willy buru buru mengeringkan tubuhnya dan keluar hanya dengan mengenakan handuk yang dililitkan di atas pinggangnya.


"Iya... gue cuma sedang memikirkan sesuatu."


Jawab Willy sambil mengambil boxer juga kaos oblong putih dari dalam tas koper pakaiannya, lalu kembali ke kamar mandi untuk memakainya.


Setelahnya Willy kembali ke depan untuk memakan mie instan yang sudah dimasakkan oleh Fathir.


"Ice sedang apa ya? kira kira sudah tidur belum ya? pukulannya lumayan keras juga, gue kira dia lupa gimana caranya bertarung setelah lama di Swiss."


Monolog Willy sambil terus menyantap mie instannya semangkuk gede, mungkin Fathir memasak dua bungkus mie instan tiap mangkoknya.


"Ini muka gue babak belur begini apa kata orang kalo gue pulang dalam keadaan seperti ini, apalagi si kembar sudah dipastikan bakal kepo dan banyak tanya, eh apa kabarnya si kembarannya?"


"Huh.... hah..... pedes.... pedessss...."


Willy mengibas ngibaskan tangannya sambil buru buru mengambil air minum karena tanpa sadar dirinya terkena jebakan cabe rawit yang masih utuh ijian.


Fathir sengaja memberikan beberapa cabe rawit kedalam mie instan kuah yang dimasaknya tadi, hanya saja Willy yang sedang sibuk dengan berbagai pikirannya menjadi tidak memperhatikan jika ada tiga buah cabe rawit dalam sesendok mie yang dia suapkan kemulutnya tadi.


"Huahhh.... edan... Ta... lo sengaja ya ngerjain gue!!!"


Teriak Willy setelah menghabiskan dua gelas air minum untuk meredakan rasa pedas panas di mulutnya.


Tapi walau masih dalam keadaan mulut merah panas kepedasan, Willy kembali melanjutkan makannya, hanya saja kali ini dia lebih berhati-hati dan menyingkirkan semua cabe yang ada dalam mie instannya.

__ADS_1


Setelah menghabiskan semangkuk mie kuah instan porsi jumbo, Willy mulai mengistirahatkan tubuhnya yang mulai terasa sakit dan pegal-pegal semua setelah berkelahi adu jotos sama Fathir tadi.


Fathir setelah selesai mandipun sama seperti Willy, lebih memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya.


Untungnya Fathir menggunakan kasur matras sehingga saat mereka tertidur dan posisi tubuh yang selalu berputar karena tubuh yang pegal tidak akan membuat Fathir dan Willy terjatuh keras kelantai.


Sementara Ice sendiri sudah mulai bertualang dialam mimpinya. dalam mimpinya Ice melihat begitu banyak bunga-bunga bertaburan dan terbang di sekitar dirinya.


Dengan riangnya Ice berlarian berusaha menangkap bunga bunga yang bertebaran, tapi tiba-tiba dirinya terpaku pada satu sosok yang tampak kesepian di depan sana.


Entah kenapa wajahnya terlihat tak asing bagi Ice walau hanya tampak samar samar, seolah ada satu rasa yang ingin disampaikan oleh orang itu.


"Om.... "


Satu kata tiba-tiba tanpa sadar terucap dari mulut Ice begitu saja bersamaan dengan dirinya yang mulai terbangun.


"Hemmm... kenapa sampe dalam mimpipun dia selalu ada hah.... jangan harap bisa semudah itu aku akan memaafkanmu Om, setidaknya kau harus melewati beberapa drama dulu he... he... he..."


Monolog Ice seorang diri bahkan diakhiri tertawa di tengah malam, gak usah merinding ketawanya Ice gak cekikikan kayak pacarnya om wowok kok he... he... he....


Keesokkan paginya, Ice bangun pagi-pagi sekali dan setelah selesai sholat subuh, Ice keluar untuk membeli sarapan bagi dirinya juga kedua pria yang masih tertidur di kamar kost-an sebelahnya.


Dengan mengenakan setelan pakaian olahraga Ice mulai joging lari lari kecil menuju tempat penjual bubur gudeg.


Sesampainya di pondokan tempat jualan gudeg, Ice mulai ikutan mengantri untuk membeli sarapan.


Sambil mengantri, Ice juga mendengar beberapa orang membahas tentang perkelahian antara Willy dan Fathir semalam dan tentunya dirinya juga ikut menjadi topik pembicaraan mereka walau mereka tak menyebutkan namanya karena memang belum ada yang mengenalnya sebagai warga pendatang baru.


Tiba saatnya antrian sampai di Ice, Ice mulai memesan menu gudeg yang ingin di belinya.


"Bubur gudeg opor sayap sama ceker ayamnya komplit bude, pake sambel kreceknya di banyakin sama kuah arehnya tambahin ya bude"


"Nasi gudeg komplit pakein semua, telor sama paha ayamnya bude sambelnya kreceknya juga dibanyakin, dua bungkus porsi besar bude."

__ADS_1


Ice memang memesan satu porsi bubur gudeg untuk dirinya sendiri dan dua porsi besar nasi gudeg untuk Willy dan Fathir.


Ice langsung kembali ke kost-annya sambil berlari lari kecil setelah membeli sarapan bubur gudeg.


Sementara di dalam kamar kost-an Fathir, Willy dan Fathir yang kembali melanjutkan tidurnya setelah sholat subuh mulai terlelap lagi.


Saat Ice mengetuk pintu kamar kostnya Fathir, Willy bahkan tak lagi mendengar. Setelah beberapa kali ketukan di pintu akhirnya Fathir terbangun dan mulai membukakan pintu dengan mata yang masih terpejam.


"Ehmmm.... siapa? ada apa?"


Tanya Fathir masih dengan mata terpejam dan kepala yang disandarkan di di dinding dekat pintu.


"Ini Ice mas ganteng, buka dulu matanya kenapa sih? ini Ice beliin sarapan untuk kalian berdua."


Kata Ice sambil mengulurkan tangannya menyerahkan bungkusan yang berisi nasi gudeg.


Fathir yang mendengar suara Ice itupun mulai membuka mata dan mengerjap ngerjakannya.


"Oh Ice, makasih ya pake repot-repot segala, ya udah gue tutup pintu lagi ya, mau lanjut tidur lagi dulu."


Ucap Fathir dan langsung menutup kembali pintunya setelah menerima bungkusan dari Ice.


"Eh.... mas.... ga....n...teng..."


Belum juga sempat mengatakan sesuatu, pintu sudah lebih dulu tertutup.


"Hais dasar dudul asal main tutup pintu wae."


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau kembali kemalaman dan kondisi othor yang baru mulai sehat juga kondisi anak yang Alhamdulillah juga mulai sehat dan semoga saja terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes


Dan semoga outhor bisa up minimal 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*

__ADS_1


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2