
Waktu cepat sekali berlalu, keadaan perusahaan kini sudah lebih baik dari sebelumnya.
Baik Willy, Alvin dan Elvan, juga Jack dan Rico mereka mengerjakan tugas masing-masing sesuai jabatan mereka
Ice sendiri juga sibuk dengan kuliahnya, Daddy-nya Willy yang sudah mulai kembali sehat juga mulai kembali mengambil alih perusahaannya sehingga Willy lebih banyak memiliki waktu luang.
Sedangkan Alvin dan Elvin saat ini sedang sibuk melakukan percobaan pada alat canggih yang sudah lama di rencanakan oleh Willy.
Alat canggih yang memiliki program program yang rumit, dan tentunya keahlian khusus.
Hal ini yang dibutuhkan dalam pembuatan alat canggih berbentuk jam tangan yang dapat memberikan notif jika sistem keamanan IT perusahaan ada yang menyabotase sehingga dapat segera ditanggulangi agar tidak sampai terjadi kejadian pembobolan data data perusahaan seperti waktu yang lalu.
Pemilihan bentuk jam tangan itu sendiri agar dapat lebih mudah dan efisien saat di gunakan dan dapat dibawa kemanapun tanpa menimbulkan kecurigaan pihak lain.
Guna menghasilkan alat canggih yang sudah direncanakan sejak awal, Willy bersama si kembar Alvin dan Elvan bebar benar memfokuskan keahlian yang mereka miliki untuk penelitian yang sedang mereka kerjakan saat ini.
Kali ini othor gak ingin terlalu banyak traslet jadi disini othor langsung menggunakan bahasa negara othor Indonesia tercinta.
"Beberapa program sudah aku masukkan di dalamnya. Dimulai dari alat pelacak akun penyusup yang dapat mengirimkan pesan singkat kepada orang orang yang sudah terhubung secara personal dan juga program yang bersifat menipu sehingga penyusuf merasa mereka sudah berhasil masuk ke sistem kita, dan memberikan kita waktu untuk menyerang balik sistem mereka."
Alvin dan Elvan menjelaskan kemampuan dari alat yang mereka ciptakan dengan detail sesuai arahan Willy.
Alat ini sangat bermanfaat untuk mengamankan sistem perusahaan saat si pemakai alat ini sedang berada di manapun.
Willy yang mendengar penjelasan sikembar Alvin dan Elvan tentang keahlian alat ini pun tersenyum puas.
Lalu Willy mulai mempersiapkan beberapa perlengkapan yang akan melengkapi alat canggih tersebut.
Dengan beberapa jarum beracun yang berukuran sangat kecil dan dapat melesat cepat sejauh 30meter dan mampu membuat orang yang terkena tembakan jarum itu kehilangan kesadarannya.
Bukan hanya itu, Willy juga berencana membuat alat itu dapat digunakan untuk menandai seseorang.
Hal seperti itu sangat berguna untuk mendapatkan lokasi musuhnya tanpa harus repot-repot mengikutinya.
Saat Willy bersama si kembar Alvin dan Elvan sibuk dengan pembuatan alat canggih yang cukup menyita fokus dan konsentrasi juga waktu mereka, tiba-tiba terdengar dering ponsel milik Willy.
"Maaf aku keluar menerima telphone sebentar."
"Baiklah sata akan menjemputnya dan tolong pastikan gadis itu selamat jangan sampai terjadi sesuatu padanya"
__ADS_1
Ucap Willy pada orang diseberang yang menelphone-nya, kemudian Willy mematikan sambungan telepon-nya.
Setelah itu Willy kembali masuk kedalam ruangan menemui Alvin dan Elvan.
"Aku akan ada pekerjaan penting, kalian berdua dapat melanjutkannya sendiri sesuai program yang sudah aku tuliskan."
Ucap Willy lalu melemparkan secarik kertas ke pada Alvin yang berisi beberapa program terkait alat canggih yang sedang mereka buat.
Alvin menangkap kertas yang dilemparkan Willy, kemudian mulai memeriksa catatan tersebut.
Setelah membacanya beberapa saat Alvin tersenyum tipis menatap ke arah Willy.
"Pemikiran dan pemahaman yang cerdas, Boss kau tak perlu khawatir, kami akan melakukannya semuanya dengan cepat."
Ucap Alvin percaya diri.
"Jika kau mampu mengerjakannya kau dapat memiliki mobil yang kau inginkan."
Ucap Willy yang kemudian pergi keluar dari ruangan rahasia mereka.
"Tentu saja aku akan memegang ucapanmu Boss dan aku akan segera menagihnya."
"Baiklah brother, saatnya masuk ke dalam permainan yang sesungguhnya."
Seru Alvin ditujukan pada Elvan, lalu mulai fokus kembali.
Sementara kedua saudara kembar Alvin dan Elvan sibuk dengan pekerjaannya.
Willy sedang melajukan kendaraannya dengan kecepatan diatas rata-rata menuju sebuah night club dengan perasaan yang campur aduk seperti gado gado rasa nano nano.
Dia gak habis pikir bagaimana Ice bisa berada disana dan siapa yang mengajaknya kesana.
Sedangkan saat ini hari sudah tengah malam, itu bearti Ice sepulang dari kampus kemungkinan tidak langsung pulang ke apartemen.
Willy merasa kesal karena merasa lalai dan kecolongan, dirinya sibuk dengan pekerjaannya sampai melupakan keadaan Ice.
"Ice... bagaimana kamu bisa sampai disana? gue g akan bisa maafin diri sendiri kalo sampe terjadi sesuatu sama kamu Ce."
Teriak Willy kesal sambil memukul kemudi mobilnya.
__ADS_1
"Gue gak akan ngampunin orang yang sudah bawa kamu kesana Ce, kalau sampai terjadi sesuatu, gue pastiin dia gak akan hidup lama."
Ucap Willy geram membayangkan bila terjadi hal-hal buruk pada Ice.
"Aaaahhhhhh......"
Teriak Willy melepaskan emosinya.
Setelah cukup lama berkendaraan akhirnya sampai juga, Willy segera memarkirkan mobilnya, buru buru dia masuk kedalam night club dan langsung menuju ke ruang keamanan club untuk menanyakan keberadaan Ice.
"Maaf Tuan, tolong katakan dimana adik saya yang bernama Ice? tunggu sebentar saya tunjukkan fotonya ( Willy lalu membuka galery ponselnya dan menunjukkan foto Ice) ini adik saya, tolong."
"Oh iya tadi ada seorang gadis yang hampir saja menjadi korban beberapa remaja, untungnya saat itu tim keamanan kami sedang menyisir sekitar kamar, dan kami mendengar gadis ini berteriak minta tolong."
Cerita salah satu anggota keamanan club kepada willy, yang membuat Willy mengepalkan tinjunya.
"Mari Tuan saya antarkan ke tempat gadis ini."
Pria berseragam anggota keamanan club itu segera membawa Willy ke sebuah kamar tempat Ice sedang tertidur karena tidak sadarkan diri setelah di cekoki alkohol oleh kelompok remaja yang membawanya ke sini.
Sesampainya di depan kamar, Willy segera masuk dan melihat keadaan Ice yang tidak sadar dengan pakaian yang berantakan.
Willy membuka jasnya dan menutupkannya ke tubuh Ice.
Setelahnya Willy menghungi Rico, satu kali panggilan langsung diterima oleh Rico.
"Rico cepat ke Club xxx dan minta Jack periksa CCTV yang memperlihatkan gadis yg aku kirim fotonya, tuntaskan semuanya."
Perintah Willy, lalu memutuskan hubungan teleponnya sebelum sempat Rico menjawabnya.
"Hais ini si Boss asal main putus telepon aja."
Ucap Rico lalu menghubungi Jack dan menyampaikan intruksi dari Willy tadi.
*Terimakasih untuk para readers yang selalu setia mengikuti ceritaku, selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau selalu kemalaman karena Outhornya yang masih belum sehat. Semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes.
Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya syukur syukur bisa up 2 bab ya readers.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
__ADS_1
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍