
Ice yang menonton rekaman CCTV itu sampai membuka mulutnya menganga sebelum akhirnya menutupinya dengan kedua tangannya lalu tertawa gelak.
"Aha... ha... ha... beneran asli nih rekaman? masa sih gue merem sambil ngamuk kayak gitu? Om maafin ya... beneran deh Ice juga baru kali ini mukulin orang sambil tidur."
Ucap Ice setelah puas tertawa.
"Ce... gak usah bahas ini dulu, sekarang ceritakan bagaimana lo bisa ke night club xxx dan lo masih inget gak kalo kamu itu hampir jadi korban perkosaan?"
Tanya Willy pada Ice yang langsung berubah murung.
"Maaf Om, Ice awalnya cuma ngikutin temen itu juga karena ada tugas kelompok dari kampus dan mereka ngajakin kesana buat bahas itu rencananya."
'Hah... tapi entah kenapa tiba-tiba kepala Ice pusing dan mulai tidak fokus, selanjutnya Ice tidak begitu ingat, yang Ice ingat ada beberapa cowok mau berbuat tidak senonoh pada Ice tapi Ice masih bisa memukul beberapa orang diantara mereka, cuma itu yang Ice ingat."
Ucap Ice menceritakan semua yang dia ingat walau hanya sepotong sepotong.
"Apa kamu tahu kalo kamu di jebak oleh mereka? apa kamu mengenal Brigitta Marquise? atau pernah bertemu dengannya?"
Tanya Willy lebih lanjut pada Ice.
"Siapa Brigitta Marquise? Ice aja gak kenal dan baru denger ini namanya."
Jawab Ice sambil menggelengkan kepalanya karena memang dia tidak pernah kenal yang namanya Brigitta Marquise bahkan tidak pernah satu kelas dengannya.
"Semakin rumit tapi membuat gue semakin tertantang untuk mencari tahu ada apa sebenarnya? dan kenapa harus Ice yang menjadi targetnya?"
Batin Willy lalu mulai kembali mengompres luka memarnya.
"Ce gue ngantuk juga capek banget ngurusin lo seharian ini, gue mau tidur, nih tadi kamu nawarin diri mau bantu ngomresin luka gue kan."
Ucap Willy sambil menyodorkan kantung karet berisi es batu untuk mengompres luka memar di wajahnya.
__ADS_1
Willy lalu merebahkan tubuhnya di sofa dan membiarkan Ice yang mengompres lukanya.
"Aduh... punggung gue juga sakit garaΒ² pukulan kamu nih Ce, mau rebahan aja susah jadinya."
Keluh Willy yang merasakan punggungnya nyeri saat di pakai untuk rebahan.
"Hah serasa jadi istri tanpa status nih Ice kalo gini Om, ngompres nih muka kamu yang bonyok, masih harus denger omelan dan keluh kesah kamu lagi."
Cerocos mulut Ice sambil menekan kompresan ke muka Willy.
"Aaaauuuuuw..... pelan pelan Ce, niat gak sih ngompresinnya? begini juga gara gara kamu yang mukulin gue tadi, kalo kasar begini siapa juga yang mau jadiin kamu istri."
Teriak Willy kesakitan saat Ice menekan kompresan ke mukanya yang sedang memar itu.
"Iya... iya... maaf Ice gak sengaja, sini Ice kompresin dengan halus dan lembut, ngelunjak kamu ya Om... nih kompres sendiri!!! Ice masih ngantuk mau bobok."
Setelah berkata lemah lembut eh tiba-tiba si Ice sadar sudah di kerjain tuh oleh Willy, alhasil yang ada Ice kabur kembali ke kamarnya.
Willy ketawa geli melihat tingkah Ice yang sewot waktu tanganya tak terkendali mengusap paha mulus Ice yang tepat di depan mukanya tadi saat Ice sedang mengompres luka memarnya.
"Nih tangan juga kenapa sih tiba-tiba pingin banget menjamahnya tadi?, sudah lama gak merasakan rasa yang pernah ada kali ya he... he... he..."
Ucap Willy seorang diri, sambil mengingat kelakuan jahilnya tadi.
Dikamar Ice langsung naik keatas tempat tidurnya dan menutup wajahnya dengan selimut.
"Kenapa tiba-tiba tangannya jadi nakal sih tadi, tapi kenapa ada rasa berdesir gitu ya pas tangan si Om mengusap tadi? dada Ice juga jadi dagdigdug sekarang."
Batin Ice lalu merasa malu sendiri dengan apa yang dirasakannya tadi.
Keesokkan paginya
__ADS_1
Willy tak membolehkan Ice pergi ke kampus sebelum masalah yang terjadi kemarin yang disebabkan oleh Brigitta Marquise terselesaikan lebih dulu.
Dia khawatir Brigitta Marquise akan kembali menargetkan Ice kalo dia tahu Ice baik baik saja, dan mungkin saja Brigitta Marquise akan melakukan hal gila lainnya yang lebih anarkis dari kemarin.
Saat ini Willy sedang di markas tempat mereka biasa menyiksa para musuhnya untuk membuka mulut.
Willy sedang duduk mendengarkan laporan hasil dari menginterogasi para pemuda dan gadis yang mereka tangkap yang telah menjebak dan berniat jahat kepada Ice.
Setelah mendengar semua laporan dan juga sudah melihat hasil penyelidikan tentang pasangan Om dan keponakan yang terkenal suka aniaya kepada yang miskin dan lemah, juga terkenal dengan kejahatan asusila mereka terhadap para mahasiswi di university xx terutama mahasiswi penerima beasiswa.
Willy jadi bimbang bagaimana harus bersikap kepada para pelaku yang telah menjebak dan hampir mencelakai Ice, begitu mengetahui latar belakang para pelaku dan sebab apa mereka melakukannya.
Tapi hukuman tetaplah harus mereka dapatkan agar tidak mengulangi hal yang sama dan tidak merugikan bahkan mencelakakan orang lain demi keselamatan diri mereka sendiri.
Pada akhirnya Willy memutuskan memberi mereka hukuman selama tiga bulan harus menjadi tenaga bantu di Panti Asuhan xxx tempat mahasiswi berprestasi yang selama ini menjadi korban Brigitta Marquise.
Selain menjadi tenaga bantu di Panti Asuhan xxx, mereka juga bertugas untuk mencari donatur tetap bagi Panti dan selama masa hukuman itu mereka semua harus ikut merasakan tinggal di Panti.
Hukuman yang sebenarnya mendidik mereka untuk bisa lebih menghargai orang lain dan belajar untuk mandiri juga bertanggung jawab.
Rico dan Jack mengatur semuanya agar mereka bisa tinggal di Panti selama tiga bulan sebagai hukuman bagi mereka semua.
Sementara itu Alvin dan Elvan membongkar semua kejahatan Rektorat University xx dan Brigitta Marquise ke publik, hot issue dalam pencarian panas semua menampilkan sepak terjang mereka selama ini.
Sehingga Marquise Abelard dipecat dari jabatannya sebagai rektor oleh pihak University, dan Brigitta Marquise di keluarkan dari universitas, kejahatan keduanya lalu di tindak lanjuti secara hukum.
Setelah kasus Ice selesai, Willy bersama si kembar Alvin dan Elvan kembali melanjutkan pekerjaan mereka membuat alat canggih yang sudah sampai pada tahap penyempurnaan.
"Ice sedang apa ya? beberapa Minggu ini gue terlalu sibuk sehingga jarang ada waktu bersama Ice walau sekedar ngobrol di rumah."
*Alhamdulillah akhirnya hari ini outhor selesai juga update-nya dan bisa up tepat waktu walau agak kemalaman ya gaes, walaupun hanya bisa up 1 bab, do'a kan semoga outhor tetap sehat dan bisa rutin up setiap harinya ya gaes. Ikuti terus ceritaku dan jangan lupa untuk tetap dukung author dengan vote like koment dan rate ππ*
__ADS_1
ππππππππππππππππππππππππππππππππ