
Benar seperti apa yang dikatakan suaminya, gadis kecil itu mulai terpejam, Marie langsung mengambil bantal untuk menyangga kepala Mika dan Miko agar tidak terbentur.
"Hon.. mereka tertidur, kalau kita punya anak kembar pasti lucu seperti mereka ya hon."
Ucap Marie sambil mengusap-usap kepala keduanya.
"Kalo gitu ayo kita buat anak yank, mau kembar berapa? dua tiga atau lima hayu aku siap loh yank."
Kata Sammy yang kembali menggoda istrinya sambil tertawa geli.
"Apaan sih hon? mau satu aja belum dapet gimana mau langsung kembar lima, ngehalu kamu hon."
Sahut Marie kembali memukul lengan Sammy gemas karena selalu saja menggodanya.
"Justru itu yank, kalo minta satu gak dikasih nah apa salahnya kalo langsung minta kembar lima, iya gak?"
Sammy sengaja berkata-kata ngehalu agar istrinya tidak kembali sedih tiap kali menginginkan punya anak.
"Udah jangan sedih sedih lagi lah yank, anak itukan rejeki dari Tuhan, kalo kita sudah berusaha tapi masih belum dipercaya untuk menjadi orang tua, ya apa boleh buat, kita nikmati aja hidup kita dan tetap berdo'a."
Ucap Sammy menghibur Marie agar tidak kembali bersedih.
"Iya hon..., gimana kalo kita ngadopsi anak aja dulu hon? kata orang ngadopsi anak itu bisa jadi pancingan agar kita bisa punya momongan."
"Istilahnya sebagai tes kelayakan, apakah kita bener sudah layak jadi orang tua atau belum, insya'Allah Allah ridho dan memberikan kita anak hon."
"Iya boleh juga sih yank, kita kan gak pernah tahu kalo rejeki dateng setelah kita ngadopsi anak, dan tulus membesarkannya dengan kasih sayang."
Sahut Sammy yang menanggapi positif rencana Marie mengadopsi anak.
"Beneran hon kamu setuju? makasih ya hon... cup mmmuach...."
Marie menghadiahi Sammy kecupan di pipinya.
"Selama itu positif aku pasti dukung kamu yank."
Detik berganti menit, namun tangan Miko mulai tidak dapat dikondisikan, anak itu menelusupkan tangannya melalui celah kancing baju Marie.
"Sam... lihat dia mau apa ini."
Seru Marie sambil tertawa.
__ADS_1
Tangan Miko mulai mengusap bukit bersertifikat milik Sammy, membuat Sammy melotot kesal karena ada mahluk kecil nakal yang berani menjajah daerah kekuasaannya.
"Jauhkan tangan bocah itu yank !... atau aku akan potong tangan mungilnya itu."
Ancam Sammy yang murka saat melihat tangan mungil Miko memainkan kesukaannya.
Kalo orang bilang itu Miko sedang mentil, kebiasaannya beberapa anak kalo akan tidur memang ada yang begitu, suka mentil.
Marie rasanya ingin ngakak terpingkal-pingkal, tapi khawatir Miko yang tertidur di pangkuannya akan terbangun.
"Yank akh !..."
Sammy menggerutu frustasi saat bibir mungil Miko menempel pada salah satu bukit kembar Marie, tempat paling favorit milik Sammy.
"Oh... yank... jauhkan bibirnya itu yank !"
Teriak Sammy semakin frustasi.
"Ya ampun hon, dia cm menempelkan bibirnya doang, aku juga masih pake baju loh hon, masa iya kamu cemburu sama bocah empat tahun sih hon !"
Marie tak dapat menahan tawanya, tubuhnya sampai bergoyang karena menahan tawa dan membuat Miko sedikit terjaga.
"Singkirkan tangan bocah itu yank, atau aku bakalan ngambek nih."
Perintah Sammy sambil mayun mayun mulutnya komat kamit semua penghuni kebun binatang juga dia absen semua.
Saat Marie akan menyingkirkan tangan Miko anak itu merengek, membuat Marie panik dan dengan sengaja buru buru meletakkan tangan mungil Miko kembali ke bukit kembarnya agar Miko kembali tenang dan ter-tidur.
"Ya elah yank !... kenapa harus di balikin ke sono lagi? aku beneran ngambek loh ini yang."
Sammy mulai benar-benar kesal.
"Udah deh hon, cobalah untuk mengerti anak-anak, yang penting anaknya tenang, apalagi katanya mau punya anak banyak."
"Lalu apa kamu juga akan marah marah jika anak kita pegang pegang dan menikmati aset milik ku?"
"Aduh yank.... gak mau ih.... masa aku harus mengalah sih yank."
"Ok aku ngalah, tapi tidak untuk bocah itu yank !... aku gak terima kalo bocah itu menjajah semua yang menjadi kesukaanku."
Ucap Sammy penuh penekanan.
__ADS_1
"Jangan berisik hon..., aku sudah bersusah payah ini menidurkannya, kalo sampe bocah ini terbangun, kamu gak aku kasih jatah satu minggu, dan selama itu juga kamu g boleh ikut tidur ke kamar."
Tuh kan, hanya demi bocah itu, bahkan Marie mulai berani mengancam Sammy, hanya demi bocah yang baru satu jam dia kenal.
Kembali Miko berhasil menjadi raja pemenangnya, membuat hati beberapa pria potex patah hati sekaligus panas saat melihat keberuntungan pria kecil itu.
"Ya ampun yank, kamu bahkan tega mengancam gak ngasih jatah aku satu minggu untuk bocah itu."
Keluh Sammy yang mulai merasakan masam di hatinya.
Setibanya di rumah pasangan fenomenal itu, Sammy masih bersengut kesal. Dibantingnya pintu mobil sambil melirik ke Miko yang mengerjakan matanya karena terbangun oleh suara pintu mobil yang dibanting.
Sammy langsung merebut ponsel si kembar dari tangan Marie istrinya, dan segera mencharger ponselnya agar dapat di gunakan kembali, sehingga dia bisa kembali bersama Marie hanya berdua saja.
Dan dapat segera terbebas dari dua bocah kembar itu, terutama Miko yang sudah dengan lancang menjajah daerah kekuasaannya.
Marie kembali menyusul suaminya saat melihat si bocah kembar anteng duduk di sofa sambil memakan snack dan mengayunkan kedua kakinya sambil bercengkrama.
Keduanya bocah kembar itu masih dalam mode kalem, tapi siapa yang bakalan tau jika kedua bocah kembar yang manis ini bisa menjadi monster.
"Ehemmm....."
Marie berdehem lalu menepuk pundak Sammy yang sedang mencharger ponsel si kembar di ruang keluarga.
Marie sadar betul jika saat ini Sammy suaminya sedang mode ngambek, dia tau suaminya tidak suka jika ada yang menyentuh sesuatu yang merupakan miliknya.
Dengan memeluk pinggang Sammy dari belakang, Marie berbisik manja menawarkan menghabiskan malam dengan bermain kuda kudaan tapi Sammy tetap acuh, dia merasa harga dirinya di injak-injak oleh pria kecil itu.
"Hon... udahan ya ngambeknya, janji deh malam ini kita main kuda-kudaan, mau gaya apa juga terserah kamu hon, tapi stop dong ngambeknya."
"Gak bisa yank, aku merasa harga diriku sebagai suami benar benar jatuh disini oleh bocah sialan itu."
"Hon... jangan begitulah, dia masih bocah, dan seumuran dia memang ada beberapa anak punya kebiasaan suka mentil begitu, jadi jangan marah lagi ya."
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up walau kemalaman dan hari ini hanya bisa up 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.
Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
__ADS_1