
Dirumahnya Sammy yang sudah tak tahan dengan tingkah kedua bocah kembar itu, berdiri di depan pintu menunggu orang yang akan menjemput kedua bocah perusuh itu.
Sammy berdiri sedari tadi bersandar di pintu sambil melipat kedua tangannya di depan dada, dia melihat bagaimana Marie dengan ekspresi bahagia menyuapkan puding ke mulut kedua bocah itu bergantian.
Sammy membayangkan seandainya suatu saat dia harus memiliki anak yang ternyata tingkahnya sama persis seperti kedua bocah itu, apakah dia juga akan selalu dibuat emosi dan marah marah setiap hari ke pada anaknya.
Dalam bayangannya anaknya sedang berlarian dan menabrak setiap benda yang ada di dekatnya.
"Oh God ! apa semua anak anak sama? apa mereka suka membuat rusuh dan memecahkan apapun?"
Sammy menepis semua bayangan itu dengan menggeleng gelengkan kepalanya.
"Sam... duduklah, ngapain sih kamu sudah mirip jin penjaga pintu gitu."
Tegur Marie yang heran melihat kelakuan suaminya hanya bisa melipat keningnya heran.
"Enak loh Om, Om gak mau?"
Ucap Miko sambil menawarkan sisa puding di piringnya.
"Enak... enak... dasar kalian anak alien, puas kalian sudah membuat rusuh di rumahku !.... dan mecahin wine koleksi ku, ha..."
Sammy justru menjawabnya dengan membentak, membuat Miko melipat bibirnya ketakutan dan siap menangis.
"Hon... stop ya diam bisa gak?, ah... kamu kok gitu sih? kamu tuh juga calon papa loh suatu saat pasti kita punya anak dan apa kamu juga akan begini ke anak kita suatu saat nanti?"
"Udah ya sayang jangan nangis dong, gak dengerin Om itu, dia sedang emosi jiwa."
"Emoci jiwa cu apa cih ante? mayah mayah ceyus gicu ya."
"Iya sayang kamu kok pinter banget sih ih lucunya (sambil menoel pipi Mika), kalo suka marah marah itu namanya emosi jiwa, jadi kalian gak boleh buat siapa pun marah marah ya sayang."
Marie memandang sinis sang suami yang tak bisa halus pada anak anak.
"Bisa bisanya calon papa seperti itu, tak memiliki jiwa peri kebapakan sama sekali, pantesan sampe sekarang belum dipercaya untuk punya anak."
Gerutu Marie yang merasa kesal dengan sikap suaminya.
Selang beberapa waktu, akhirnya Willy datang bersama Kaizar.
Melihat pintu rumah yang sudah terbuka dan seorang pria yang sedang berdiri bersandar disamping pintu.
Willy dan Kaizar tanpa basa basi langsung mendekat.
Willy dan Kaizar yang baru datang langsung menatap pria itu, wajah yang tak asing bagi Willy dan Kai.
__ADS_1
"Loh kok elo sih Sam? jadi anak anak gue disini?"
"Gak nyangka gue, kedua bocah perusuh itu anak anak lo, mereka ada di dalam."
Mika dan Miko yang mendengar suara Willy dan Kaizar pun langsung berlari mendekat memeluk Willy yang sudah berjongkok siap menerima pelukan kedua bocah kembar itu.
Sammy menganggukkan kepalanya, lalu mengatakan sesuatu yang membuat Willy dan Kaizar membelalakkan matanya tak percaya.
"Kedua anak kembar lo ini sudah mecahin tiga botol wine koleksi gue yang paling berharga, jadi lo harus ganti rugi."
"Hebat...!"
Seru Kaizar kata kata itu lolos begitu saja dari mulutnya, yang langsung mendapatkan tatapan mematikan dari Willy.
Gak nyangka hilang kurang dari satu hari, sudah sukses membuat Willy rugi besar.
"Gak bisa lo iklasin aja bro? kita ini temen loh."
Ucap Willy basa basi, walau dia tahu harga perbotol wine itu sendiri g bisa di hitung dengan uang, karena itu wine yang mungkin gak bakal di temukan lagi dimanapun.
"Gue gak mau tahu, pokoknya gue mau wine yang sama."
Ucap Sammy berkeras tak ingin mengalah dari Willy.
Walau Willy ketua Geng The Bloody, tapi masalah kali ini beneran serius.
Willy memanggil Kaizar sambil mengangkat tangannya sebagai isyarat agar Kaizar mengurus wine limited edition milik Sammy.
"Ok bro, ayo kita bicarakan masalah wine yang sudah dipecahkan oleh si kembar."
Sammy dan Kaizar mulai bernego mendiskusikan masalah wine.
Sambil menunggu mereka, Willy menemani kedua bocah kembar yang mulai tampak lelah.
Marie yang memperhatikan bagaimana sikap Willy memperlakukan kedua bocah kembar itu merasa tak yakin jika Sammy suaminya bisa berlaku sama seperti Willy.
Tiga puluh menit berlalu, waktunya untuk pulang, Kaizar juga sudah selesai bernegosiasi dengan Sammy.
"Ante Mika puyang ya !... "
Pamit si gadis kecil sambil memeluk dan mengecup pipi Marie.
"Miko juga pulang ya Tante, besok main ke rumah Miko ya Tante mmmuach....."
Ucap Miko yang ikut berpamitan lalu mengecup pipi Marie juga.
__ADS_1
"Dadah sayang, hati hati di jalan ya..."
Senyum Marie sambil melambaikan tangannya dan tersenyum pada kedua bocah kembar itu.
Dalam perjalanan pulang, wajah Kaizar tampak pucat, karena Sammy tidak mau wine yang pecah di ganti pake uang atau apapun.
Sammy mau Willy mengganti wine itu dengan wujud yang sama.
Ini bukan pertama kalinya si kembar mengacau dan membuat rusuh.
Sejak kedua orang tuanya meninggal, belum ada yang bisa mengendalikan kedua bocah kembar itu sehebat orang tua kandungnya.
"Kai ! bagaimana masalah wine tadi? aku perhatikan wajahmu, tampaknya semua tidak baik baik saja."
Tanya Willy tiba-tiba yang membuat Kaizar gugup.
"Sorry bro, Sammy tidak ingin di ganti dengan apapun selain wine yang sama dan harus asli."
Jawab Kaizar pelan sambil tetap berusaha fokus mengendarai mobilnya.
"Hemmm... kenapa tidak lihat di beberapa rumah lelang, mungkin ada yang menawarkan koleksi wine yang sama."
Ucap Willy memberi arahan pada Kaizar.
"Baiklah bisa kita coba, walau mungkin satu banding dua ribu kemungkinan yang bisa terjadi."
Sahut Kaizar tak yakin, karena bagaimanapun belum tentu masih ada orang memiliki koleksi wine tersebut, dan belum tentu juga ada orang yang melelangnya.
"Browser aja dulu, siapa tahu dewi Fortuna berpihak pada kita."
Kata Willy berusaha untuk tetap positif.
"Kalau sudah waras aja, lo bisa ngomong begini, gak inget loh gimana kelakuan lo yang kayak monster tadi."
Ucap Kaizar mengingatkan kelakuannya tadi saat si kembar hilang.
"Hmmm..., Kai ! coba lo telepon Ice, gimana keadaan dia sekarang."
Ucap Willy begitu teringat Ice lagi.
"Apa lo yakin, dia bakalan terima telepon gue?, kenapa gak lo sendiri yang telepon dia?"
*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up walau kemalaman dan hari ini bisa tambah up 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.
Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.
__ADS_1
Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍