Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong

Om Aku Mencintai Istrimu To Be Om Kalo Cinta Bilang Dong
*"Malam Minggu"


__ADS_3

Setelah berpamitan, ketiganya lalu pergi berkeliling kota dengan kendaraan Andy.


Berulang kali Andy melontarkan kata-kata rayuan juga gombalannya tapi tak membuat Ice merubah ekspresinya yang tetap dingin dan jutek.


"Ice cantik sayangku manisku, senyum sedikit kenapa sih? takut semutnya pada ngikut ya."


"Kamu gak capek ya bang, dari tadi ngegombal ngerayu terus, kayak sedang latihan mau audisi dimana bang?"


"Hwaaa.... ha... ha.... Nurul sudah gak tahan lagi nahannya, maaf perut Nurul sampe sakit dari tadi nahan ketawa ha.... ha... ha...."


Tawa Nurul akhirnya pecah juga setelah bersusah payah menahan ketawanya.


Nurul serasa sedang melihat parodi drama percintaan ala ala Andy dan Ice.


Begitu mendengar suara tawa Nurul, Andy dan Ice kedua langsung menoleh ke belakang melihat Ice yang sedang tertawa terbahak bahak sambil mengusap air matanya karena terlalu seru tawanya.


Setelah puas tertawa, tiba-tiba Nurul langsung berseru...


"Bang andy stopppp !...."


"Chiittttt.... dug brakkkk...."


Suara ban mobil saat di rem mendadak karena teriakan Nurul yang mendadak bilanh stop, lalu di ikuti dengan suara kepala yang terbentur.


"Adduu du du duhhhh... sakit kepala Nurul, kalo ngerem jangan mendadak kenapa sih bang, kan kepala Nurul jadi benjol."


"Adduuuuhhhh.... kepala ku juga sakit nih terbentur dashboard."


Ucap Ice yang keningnya juga jadi benjol.


"Maaf... habis dek Nurul sih pake teriak stop kenceng banget."


"Ho oh, dedek kenapa sih tadi pake teriak stop? emang ada apaan?"


Tanya Ice sambil mengusap keningnya yang benjol.


"Tadi Nurul lihat ada yang jual kacang rebus, kan lumayan buat temen Nurul timbang bengong sendiri jadi obat nyamuk."


Ucap Nurul sambil cengengesan dan tangannya sibuk mengusap keningnya yang juga benjol karena terantuk sandaran kepala bangku depannya tempat duduk Ice.


"Ya ampun dek... abang kira ada apa tadi sampe kamu teriak segitunya, bikin abang kaget kirain nabrak kucing tadi."


Kata Andy sambil geleng-geleng kepala karena kelakuan Nurul.


"Jadi gimana nih jadi beli kacang rebusnya gak nih."


"Gak usah bang, sudah kelewatan jauh, kalo mau muter balik juga jauh."


Ucap Nurul, sementara Ice masih nyengir mengusah keningnya yang benjol membiru.


"Sakit banget ya cantik? biar abang tiupin dulu ya."


Andy mulai meniup niup kening Ice yang benjol membiru.


"Bang udahan, kita masih di jalan raya loh ini, buruan jalan lagi."


Kata Ice mengingatkan Andy yang tampaknya lupa kalo mereka sedang di jalan raya.

__ADS_1


"Iya bang Andy nih, padahal disini ada Nurul yang masih lugu, bisa bisa Nurul dewasa sebelum waktunya kalo begini."


Ucap Nurul yang ternyata cukup ceriwis juga.


Andy kembali melajukan mobilnya berkeliling mendatangi tempat tempat yang biasanya di jadikan anak anak muda untuk menghabiskan waktu malmingnya bersama pacar.


Tapi mereka gak turun hanya singgah sebentar dan memperhatikan keriuhan tempat itu, setelahnya Andy akan mengemudikan mobilnya membawa mereka kembali berkeliling ke tempat lainnya lagi.


Karena jenuh hanya menyimak obrolan antara Ice dan Andy, Nurul memilih menggunakan handset di kedua telinganya lalu memutar lagu kesukaannya yang pada akhirnya tertidur.


Karena pesan Pak Amat agar jangan terlalu kemalaman, jadi Andy mulai membawa ketiganya untuk pulang kerumah.


Dan Pak Amat yang gelisah bolak-balik mondar-mandir menantikan ke tiganya kembali pada akhirnya tersenyum lega karena di lihatnya mobil Andy yang mulai mendekat dan memasuki pekarangan rumah.


Setelah mengantarkan keduanya, Andypun mulai berpamitan untuk pulang.


"Ijin pamit pulang Pak, dan terimakasih ya sudah di ijinkan membawa Ice dan dek Nurul tadi."


Ucap Andy berpamitan lalu menjabat tangan Pak Amat sebelum pergi.


Keesokan paginya, Ice mengajak Nurul untuk olahraga pagi sekedar joging berkeliling kampung.


Banyak mata yang memperhatikan Ice saat mereka sedang joging.


"Eh itu bukannya gadis yang ikut tinggal di rumahnya Pak Amat ya?"


"Iya cantik ya, kinclong banget tuh cewek,." Ucap para cowok yang terpesona saat berpapasan sama Ice dan nurul.


Apalagi potongan rambut Ice yang pendek dan berwarna sedikit merah, membuat ice beneran seperti Bule nyasar.


Ice yang mendengarkan semua bisikan bisikan itupun mulai merasa tidak tenang, dia takut akan menerima teror dari istri para lelaki itu.


"Kenapa kak Ice? kok sampe bicara sendiri."


"Gakpapa dedek, cuma sedang mikirin materi untuk besok ulangan."


Jadi harus ngingetin supaya miminnya gak lupa ya kak.


Setelah selesai joging, Ice memilih langsung menuju kamarnya untuk mandi membersihkan tubuhnya yang berkeringat setelah selesai joging.


Sambil mengguyur tubuhnya dengan Air, Ice menyanyikan sebuah lagu


Matahariku


Lagu Agnez Mo


Tertutup sudah pintu pintu hatiku


Yang pernah dibuka waktu hanya untukmu


Kini kau pergi dari hidupku


Ku harus relakanmu walau aku tak mau


Berjuta warna pelangi di dalam hati


Sejenak luluh bergeming menjauh pergi

__ADS_1


Tak ada lagi cahaya suci


Semua nada beranjak aku terdiam sepi


Dengarlah matahariku suara tangisanku


Ku bersedih karna panah cinta menusuk jantungku


Ucapkan matahariku puisi tentang hidupku


Tentangku yang tak mampu menaklukkan waktu


Berjuta warna pelangi di dalam hati


Sejenak luluh bergeming menjauh pergi


Tak ada lagi cahaya suci


Semua nada beranjak aku terdiam sepi


Oh dengarkan aku matahariku


Dengarlah matahariku suara tangisanku


Ku bersedih karna panah cinta menusuk jantungku


Dengarlah matahariku suara tangisanku


Ku bersedih karna panah cinta menusuk jantungku


Ucapkan matahariku puisi tentang hidupku


Tentangku yang tak mampu menaklukkan waktu


Dengarlah matahariku suara tangisanku


Ku bersedih karna panah cinta menusuk jantungku


Dengarlah matahariku suara tangisanku


Ku bersedih karna panah cinta menusuk jantungku


Kembali Ice menarik nafas begitu mengenang Om Willy, bagaimanapun Willy adalah orang pertama yang memberikannya banyak cinta dan kasih sayang.


Willy juga adalah orang yang telah mengambil ciuman pertamanya, tapi Willy juga lah yang telah menyakitinya ya.


Rasanya Ice tetap tak bisa melupakan Willy sehingga membuatnya frustasi dan menutup rapat hatinya walau berulang kali Andy mengetuknya.


Menengok williy


Willy yang masih malas mendadak tersedak ole ludahnya sendiri.


"Uhuk... uhukkkk.... uhukkkk..."


*Hai gaes selamat membaca para readers setia-ku akhirnya hari ini othor bisa selesai juga up 1 bab walau selalu kemalaman dan kondisi othor yang belum sehat benar juga harus menjaga anak yang sedang sakit, semoga terbalaskan dengan dukungan terbaik dari kalian ya gaes


Dan semoga outhor bisa up minimal 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.

__ADS_1


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2